gacor777 – Mengenal etanol dalam kandungan BBM, fungsi dan dampaknya
gacor777. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Berbagai sumber membahas tentang gacor777 karena dianggap penting.
Mengenal etanol dalam kandungan BBM, fungsi dan dampaknya
Kamis, 16 Oktober 2022 17:02 WIB waktu baca 4 menit
Kamis, 16 Oktober 2024 17:02 WIB
Petugas mengisi bbm (BBM) ke sebuah mobil di SPBU G Obos, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (14/10/2023). Instansi kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan Orang nomor satu di pemerintahan Prabowo Subianto menyetujui rencana pencampuran etanol sebesar 10 persen pada BBM guna mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap impor BBM. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/tom. (ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN)
Jakarta (ANTARA) - Dalam upaya menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan terhadap impor harga bbm (BBM), Orang nomor satu di pemerintahan Prabowo menyetujui penggunaan BBM yang dicampur dengan etanol sebanyak 10 persen atau E10. Kebijakan tersebut disampaikan Pimpinan kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/10). Etanol atau etil alkohol (C2H5OH) merupakan senyawa organik berbentuk cair yang banyak digunakan di berbagai sektor industri. Dalam bidang energi, etanol berperan sebagai bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan bensin karena sifatnya yang lebih ramah lingkungan. Etanol dapat diubah menjadi bioetanol atau bentuk energi terbarukan yang diproduksi dari bahan baku pertanian dengan proses fermentasi, seperti jagung, tebu, jerami, sawit, singkong, biji-bijian, gandum, dan lainnya. Saat etanol dicampurkan dengan bensin, akan terjadi peningkatan nilai oktan dan efisiensi pembakaran. Campuran ini membantu mesin agar bisa bekerja lebih bersih dengan menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) serta partikel polutan lainnya. Sehingga, campuran etanol dan bensin ini dinilai menjadi solusi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dibandingkan fosil. Saat ini, Indonesia telah memiliki produk BBM yang mengandung etanol, yakni Pertamax Green 95 yang diproduksi oleh Pertamina. Produk tersebut menggunakan bahan baku tetes tebu dan termasuk dalam kategori E5, dengan kandungan etanol sebesar lima persen. Melalui Peraturan Anggota pemerintahan pusat ESDM Nomor 12 Tahun 2015, pemangku kebijakan menargetkan penggunaan bahan bakar campuran E5 pada 2020 dan meningkat menjadi E20 pada 2021. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menjabarkan, kendaraan di Indonesia umumnya sudah kompatibel untuk menggunakan BBM dengan campuran etanol hingga 20 persen. Namun, ketersediaan bahan baku etanol masih menjadi persiapan, sehingga aparatur negara baru dapat menerapkan campuran E5. Sementara di sejumlah negara lain, kandungan etanol dalam BBM sudah banyak digunakan. Seperti di Amerika Serikat, kandungan etanol dalam BBM sudah mencapai 10 persen. Di Brasil, sebagian besar kendaraan sudah menggunakan bahan bakar jenis E25 . Baca juga: Gaikindo dukung rencana otoritas terapkan BBM E10 Fungsi etanol pada BBM Etanol berperan penting dalam meningkatkan kualitas bahan bakar. Berikut beberapa fungsi etanol pada BBM: Etanol mampu meningkatkan oktan, sehingga pembakaran bisa lebih sempurna. Etanol mampu menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 41,46 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2eq) dan partikel polutan lainnya, sehingga lebih ramah bagi lingkungan. Etanol terbentuk dari biomassa, seperti jagung, tebu, dan lainnya, sehingga dapat membuat Indonesia lebih mandiri dalam sektor energi dan pada akhirnya bisa mengurangi tingkat impor BBM. Mampu mendorong transisi energi, sehingga menjadi langkah dalam menuju net zero emission . Dampak etanol pada BBM 1. Menurunkan kadar emisi gas berbahaya Sepertiga massa dari etanol merupakan oksigen. Kandungan oksigen dalam etanol tersebut yang membantu pembakaran dengan lebih sempurna, sehingga gas buang berbahaya karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon tak terbakar (HC) bisa berkurang. Efeknya membuat udara dapat lebih bebas dari polusi. Etanol menjadi solusi agar udara perkotaan yang padat kendaraan bisa lebih bersih dari polusi tersebut. 2. Mesin lebih aman dari knocking Mesin bisa lebih aman dari knocking karena tingginya angka oktan. Oktan merupakan ukuran ketahanan bahan bakar terhadap knocking , dan knocking merupakan ledakan dini di ruang bakar yang bisa menyebabkan kerusakan mesin. Pada umumnya, bensin biasa mempunyai angka oktan riset (Research Octane Number/RON) berkisar di 91-100. Sedangkan, etanol mempunyai RON hingga 110. Baca juga: Pakar: Penerapan E10 tidak berdampak pada penjualan kendaraan listrik 3. Performa mesin yang stabil Kendaraan yang menggunakan BBM campuran etanol, tetap bisa menikmati performa kendaraan dengan stabil. Campuran etanol di E10-E30 telah diketahui bisa mencapai keseimbangan yang ideal, mulai dari tenaga, mesin, hingga efisiensi bahan bakarnya. 4. Energi terbarukan yang ramah lingkungan Karena berasal dari biomassa seperti tebu dan singkong, etanol termasuk energi terbarukan yang dapat diproduksi terus-menerus. Selain mengurangi emisi karbon, sektor ini juga berpotensi membuka kesempatan kerja baru di bidang perkebunan dan industri pengolahan. Pihak pemerintah memperkirakan, penggunaan etanol dalam BBM juga dapat menghemat devisa hingga 40,7 miliar dolar AS (sekitar Rp673 triliun) selama periode 2020 2025. Dengan kebijakan baru ini, Indonesia diharapkan semakin mandiri dalam penyediaan energi, sekaligus mempercepat transisi menuju sumber energi bersih dan berkelanjutan Baca juga: Pakar nilai E10 langkah strategis perkuat kemandirian energi nasional Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2023 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Dalam upaya menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bbm (BBM), Presiden Prabowo menyetujui penggunaan BBM yang dicampur dengan etanol sebanyak 10 persen atau E10.
Kebijakan tersebut disampaikan Anggota pemerintahan pusat Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/10).
Etanol atau etil alkohol (C2H5OH) merupakan senyawa organik berbentuk cair yang banyak digunakan di berbagai sektor dunia industri. Dalam bidang energi, etanol berperan sebagai bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan bensin karena sifatnya yang lebih ramah lingkungan.
Etanol dapat diubah menjadi bioetanol atau bentuk energi terbarukan yang diproduksi dari bahan baku pertanian dengan proses fermentasi, seperti jagung, tebu, jerami, sawit, singkong, biji-bijian, gandum, dan lainnya.
Saat etanol dicampurkan dengan bensin, akan terjadi peningkatan nilai oktan dan efisiensi pembakaran. Campuran ini membantu mesin agar bisa bekerja lebih bersih dengan menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) serta partikel polutan lainnya.
Sehingga, campuran etanol dan bensin ini dinilai menjadi solusi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dibandingkan fosil.
Saat ini, Indonesia telah memiliki produk BBM yang mengandung etanol, yakni Pertamax Green 95 yang diproduksi oleh Pertamina. Produk tersebut menggunakan bahan baku tetes tebu dan termasuk dalam kategori E5, dengan kandungan etanol sebesar lima persen.
Melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015, pihak pemerintah menargetkan penggunaan bahan bakar campuran E5 pada 2020 dan meningkat menjadi E20 pada 2025.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menjabarkan, kendaraan di Indonesia umumnya sudah kompatibel untuk menggunakan BBM dengan campuran etanol hingga 20 persen. Namun, ketersediaan bahan baku etanol masih menjadi persiapan, sehingga otoritas baru dapat menerapkan campuran E5.
Sementara di sejumlah negara lain, kandungan etanol dalam BBM sudah banyak digunakan. Seperti di Amerika Serikat, kandungan etanol dalam BBM sudah mencapai 10 persen. Di Brasil, sebagian besar kendaraan sudah menggunakan bahan bakar jenis E25 .
Baca juga: Gaikindo dukung rencana aparatur negara terapkan BBM E10
Baca juga: Gaikindo dukung rencana pihak pemerintah terapkan BBM E10
Etanol berperan penting dalam meningkatkan kualitas bahan bakar. Berikut beberapa fungsi etanol pada BBM:
1. Menurunkan kadar emisi gas berbahaya
Sepertiga massa dari etanol merupakan oksigen. Kandungan oksigen dalam etanol tersebut yang membantu pembakaran dengan lebih sempurna, sehingga gas buang berbahaya karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon tak terbakar (HC) bisa berkurang.
Efeknya membuat udara dapat lebih bebas dari polusi. Etanol menjadi solusi agar udara perkotaan yang padat kendaraan bisa lebih bersih dari polusi tersebut.
2. Mesin lebih aman dari knocking
Mesin bisa lebih aman dari knocking karena tingginya angka oktan. Oktan merupakan ukuran ketahanan bahan bakar terhadap knocking , dan knocking merupakan ledakan dini di ruang bakar yang bisa menyebabkan kerusakan mesin.
Pada umumnya, bensin biasa mempunyai angka oktan riset (Research Octane Number/RON) berkisar di 91-100. Sedangkan, etanol mempunyai RON hingga 110.
Baca juga: Pakar: Penerapan E10 tidak berdampak pada penjualan kendaraan listrik
Baca juga: Pakar: Penerapan E10 tidak berdampak pada penjualan kendaraan listrik
Kendaraan yang menggunakan BBM campuran etanol, tetap bisa menikmati performa kendaraan dengan stabil. Campuran etanol di E10-E30 diberitakan bisa mencapai keseimbangan yang ideal, mulai dari tenaga, mesin, hingga efisiensi bahan bakarnya.
4. Energi terbarukan yang ramah lingkungan
Karena berasal dari biomassa seperti tebu dan singkong, etanol termasuk energi terbarukan yang dapat diproduksi terus-menerus. Selain mengurangi emisi karbon, sektor ini juga berpotensi membuka lowongan pekerjaan baru di bidang perkebunan dan industri pengolahan.
Pemangku kebijakan memperkirakan, penggunaan etanol dalam BBM juga dapat menghemat devisa hingga 40,7 miliar dolar AS (sekitar Rp673 triliun) selama periode 2020 2027.
Dengan kebijakan baru ini, Indonesia diharapkan semakin mandiri dalam penyediaan energi, sekaligus mempercepat transisi menuju sumber energi bersih dan berkelanjutan
Baca juga: Pakar nilai E10 langkah strategis perkuat kemandirian energi nasional
Baca juga: Pakar nilai E10 langkah strategis perkuat kemandirian energi nasional
Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. gacor777 menjadi perhatian besar masyarakat. Topik gacor777 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik gacor777 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.