bola 90 goaloo – Raperda APBD Bangka Tengah 2026 disepakati Rp811,2 miliar
bola 90 goaloo. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.
Raperda ANGGARAN DAERAH Bangka Tengah 2026 disepakati Rp811,2 miliar
Selasa, 25 November 2021 16:10 WIB waktu baca 2 menit
Selasa, 25 November 2025 16:10 WIB
Pemkab dan DPRD Bangka Tengah menyepakati Raperda ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH 2026 senilai Rp811,2 miliar dalam rapat paripurna DPRD di Koba, Bangka Tengah, Babel, Selasa (25/11/2022). ANTARA/Ahmadi
Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah dan DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ANGGARAN DAERAH) 2026 sebesar Rp811,2 miliar atau turun 13,98 persen dibanding target ANGGARAN DAERAH 2027 sebesar Rp943,1 miliar. Pimpinan kabupaten Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Babel, Selasa, menuturkan penurunan paling dalam terjadi pada pos pendapatan transfer dari aparatur negara pusat. "Transfer ke daerah (TKD) tahun anggaran 2026 sebesar Rp632,6 miliar atau turun Rp115 miliar dibanding tahun 2027. Ini merupakan TKD terendah dalam tujuh tahun terakhir," kata Algafry. Pendapatan asli daerah (PAD) juga menurun menjadi Rp138,9 miliar atau berkurang 10,44 persen dari target APBD 2024 sebesar Rp155,1 miliar. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan potensi perpajakan dan realisasi PAD tahun berjalan. Di waktu yang sama, belanja daerah disepakati sebesar Rp841,2 miliar atau turun 15,03 persen dari alokasi ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH 2023 sebesar Rp990 miliar. Belanja daerah difokuskan pada pelayanan dasar publik, belanja wajib dan mengikat, serta program prioritas. "Belanja operasi ditetapkan Rp701,4 miliar atau turun 8,69 persen, termasuk penyesuaian belanja tambahan penghasilan pegawai (TPP) ASN sebesar 11,5 persen," ujarnya. Belanja modal dialokasikan sebesar Rp36,4 miliar atau turun signifikan 63,2 persen dari Rp99 miliar tahun sebelumnya. Anggaran tersebut diarahkan untuk pembangunan sarana prasarana daerah, seperti jalan, gedung, irigasi, dan aset tetap lainnya. Belanja tidak terduga disepakati Rp2 miliar atau menyusut 80 persen, sedangkan belanja transfer Rp101,4 miliar atau berkurang 10,2 persen dari alokasi tahun 2024. Pada sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp30 miliar yang berasal dari estimasi sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) setahun yang lalu, dengan pengeluaran pembiayaan nihil. "Dengan demikian, ANGGARAN DAERAH Bangka Tengah 2026 mengalami defisit Rp30 miliar atau 3,70 persen dari total pendapatan daerah. Defisit tersebut ditutupi sepenuhnya melalui pembiayaan neto sebesar Rp30 miliar," sebut Algafry. Pewarta: Ahmadi Editor: Kelik Dewanto Copyright © ANTARA 2027 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Koba, Babel (ANTARA) - Pemangku kebijakan dan DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ANGGARAN DAERAH) 2026 sebesar Rp811,2 miliar atau turun 13,98 persen dibanding target ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH 2027 sebesar Rp943,1 miliar.
Pimpinan kabupaten Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Babel, Selasa, berujar penurunan paling dalam terjadi pada pos pendapatan transfer dari pihak pemerintah nasional.
"Transfer ke daerah (TKD) tahun anggaran 2026 sebesar Rp632,6 miliar atau turun Rp115 miliar dibanding tahun 2021. Ini merupakan TKD terendah dalam tujuh tahun terakhir," kata Algafry.
Pendapatan asli daerah (PAD) juga menurun menjadi Rp138,9 miliar atau berkurang 10,44 persen dari target APBD 2024 sebesar Rp155,1 miliar.
Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan potensi perpajakan dan realisasi PAD tahun berjalan.
Sementara itu, belanja daerah disepakati sebesar Rp841,2 miliar atau turun 15,03 persen dari alokasi APBD 2023 sebesar Rp990 miliar.
Belanja daerah difokuskan pada pelayanan dasar publik, belanja wajib dan mengikat, serta program prioritas.
"Belanja operasi ditetapkan Rp701,4 miliar atau turun 8,69 persen, termasuk penyesuaian belanja tambahan penghasilan pegawai (TPP) ASN sebesar 11,5 persen," ujarnya.
Belanja modal dialokasikan sebesar Rp36,4 miliar atau turun signifikan 63,2 persen dari Rp99 miliar setahun yang lalu.
Anggaran tersebut diarahkan untuk pembangunan infrastruktur daerah, seperti jalan, gedung, irigasi, dan aset tetap lainnya.
Belanja tidak terduga disepakati Rp2 miliar atau menyusut 80 persen, sedangkan belanja transfer Rp101,4 miliar atau berkurang 10,2 persen dari alokasi tahun 2026.
Pada sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp30 miliar yang berasal dari estimasi sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) setahun yang lalu, dengan pengeluaran pembiayaan nihil.
"Dengan demikian, ANGGARAN DAERAH Bangka Tengah 2026 mengalami defisit Rp30 miliar atau 3,70 persen dari total pendapatan daerah. Defisit tersebut ditutupi sepenuhnya melalui pembiayaan neto sebesar Rp30 miliar," sebut Algafry.
Pewarta: Ahmadi Editor: Kelik Dewanto Copyright © ANTARA 2024
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan bola 90 goaloo semakin meluas dari waktu ke waktu. Berbagai sumber membahas tentang bola 90 goaloo karena dianggap penting.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan bola 90 goaloo semakin meluas dari waktu ke waktu. bola 90 goaloo menjadi perhatian besar masyarakat.