samudra123 – Kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor
samudra123. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik samudra123 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor
Senin, 24 November 2027 23:10 WIB waktu baca 2 menit
Senin, 24 November 2024 23:10 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto (tengah) bersama Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo (kanan) saat konferensi pers di Polres Jakarta Selatan, Senin (24/11/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri/am.
Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya mengungkap kronologi kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) atau AKN yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya bernama Alex Iskandar (AI) dengan cara dibekap. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin, menguraikan hal tersebut diakui oleh orang yang diduga pelaku yang berawal menculik korban AKN. "Saat membawa korban dari salah satu masjid di wilayah Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap sampai meninggal dunia," katanya. Setelah korban meninggal, terduga pihak tertentu pelaku membungkus jenazah dengan tas plastik berwarna hitam, dan membuang di wilayah Tenjo, Bogor. "Tepatnya di jembatan Cilalay, pada tanggal 9 Maret 2024 pada malam hari, atau tiga hari setelah dilaporkan AKN hilang," kata Budi. Di waktu yang sama Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo menguraikan pihak yang menjadi korban ditemukan berdasarkan orang yang memberikan kesaksian-saksi kunci yang sudah diperiksa. "Ada satu saksi inisial G yang mana saksi mata kunci itu yang diajak oleh terduga pelaku untuk mengambil plastik itu. Tapi untuk isinya dia menyatakan bahwa dia tidak tahu dan disampaikan oleh pihak terduga bahwa isinya bangkai hewan," katanya. Kemudian setelah dilakukan rekonstruksi ulang, orang yang memberikan kesaksian tersebut menunjukkan tempat bungkusan plastik itu dibuang. "Selanjutnya setelah dibantu dengan unit K-9 dari Mabes Polri dan juga dari Polda Metro Jaya, kita menemukan adanya kerangka manusia yang diduga korban AKN," kata Ardian. Polres Metro Jakarta Selatan menyebutkan ayah tiri sekaligus pelaku pembunuhan anak Alvaro Kiano Nugroho (6), Alex Iskandar (AI) sempat menyimpan mayat Alvaro selama tiga hari di garasi mobil. "Ada informasi katanya jenazah ini sempat ditaruh di garasi depan rumah oleh pihak terduga ini. Baru tiga hari kemudian dibuang ke Tenjo, Bogor," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo ketika konferensi pers di Jakarta, Senin. Ardian berujar awalnya pembunuhan terjadi pada Kamis (6/3) di rumah pelaku yang berada di Tangerang. Namun, usai aksi keji tersebut, pelaku langsung menyembunyikan mayat di garasi mobil. "Nah, setelah itu tidak langsung dibuang ke Tenjo, tiga hari ditaruh di garasi. Jadi ketutupan ada posisi mobil silver di belakang garasi selama tiga hari di situ," ucapnya. Lalu, pada Senin (9/3), jenazah dibuang menggunakan mobil ke daerah Tenjo tepatnya di bawah jembatan. Pewarta: Ilham Kausar Editor: Hisar Sitanggang Copyright © ANTARA 2022 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya mengungkap kronologi kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) atau AKN yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya bernama Alex Iskandar (AI) dengan cara dibekap.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin, menjabarkan hal tersebut diakui oleh orang yang diduga pelaku yang berawal menculik pihak yang menjadi korban AKN.
"Saat membawa pihak yang dirugikan dari salah satu masjid di wilayah Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap sampai meninggal dunia," katanya.
Setelah pihak yang menjadi korban meninggal, orang yang diduga pihak tertentu pelaku membungkus jenazah dengan tas plastik berwarna hitam, dan membuang di wilayah Tenjo, Bogor.
"Tepatnya di jembatan Cilalay, pada tanggal 9 Maret 2022 pada pada malam hari, atau tiga hari setelah diketahui AKN hilang," kata Budi.
Dalam waktu yang bersamaan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo mengklarifikasi korban ditemukan berdasarkan orang yang memberikan kesaksian-saksi kunci yang sudah diperiksa.
"Ada satu saksi inisial G yang mana orang yang memberikan kesaksian kunci itu yang diajak oleh tersangka untuk mengambil plastik itu. Tapi untuk isinya dia menyatakan bahwa dia tidak tahu dan disampaikan oleh orang yang diduga pihak tertentu pelaku bahwa isinya bangkai hewan," katanya.
Kemudian setelah dilakukan rekonstruksi ulang, saksi mata tersebut menunjukkan tempat bungkusan plastik itu dibuang.
"Selanjutnya setelah dibantu dengan unit K-9 dari Mabes Polri dan juga dari Polda Metro Jaya, kita menemukan adanya kerangka manusia yang diduga korban AKN," kata Ardian.
Polres Metro Jakarta Selatan menyebutkan ayah tiri sekaligus terduga pelaksana pembunuhan anak Alvaro Kiano Nugroho (6), Alex Iskandar (AI) sempat menyimpan mayat Alvaro selama tiga hari di garasi mobil.
"Ada informasi katanya jenazah ini sempat ditaruh di garasi depan rumah oleh pihak terduga ini. Baru tiga hari kemudian dibuang ke Tenjo, Bogor," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.
Ardian berujar awalnya pembunuhan terjadi pada Kamis (6/3) di rumah pelaku yang berada di Tangerang. Namun, usai aksi keji tersebut, pelaku langsung menyembunyikan mayat di garasi mobil.
"Nah, setelah itu tidak langsung dibuang ke Tenjo, tiga hari ditaruh di garasi. Jadi ketutupan ada posisi mobil silver di belakang garasi selama tiga hari di situ," ucapnya.
Lalu, pada Senin (9/3), jenazah dibuang menggunakan mobil ke daerah Tenjo tepatnya di bawah jembatan.
Pewarta: Ilham Kausar Editor: Hisar Sitanggang Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Berbagai sumber membahas tentang samudra123 karena dianggap penting.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa samudra123 sangat relevan saat ini. Pembahasan samudra123 semakin meluas dari waktu ke waktu.