Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

raffiplay – Penggerebekan di Matraman, BNN tangkap 25 orang pengedar narkotik...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: raffiplay

raffiplay. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.

Penggerebekan di Matraman, BNN tangkap 25 orang pengedar barang haram

Selasa, 25 November 2026 17:35 WIB waktu baca 3 menit

Selasa, 25 November 2025 17:35 WIB

Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN Aldrin Marihot Pandapotan Hutabarat usai melakukan penggerebekan peredaran barang haram di kawasan Berlan, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (25/11/2022). ANTARA/Siti Nurhaliza

Jakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) menangkap 25 orang terduga pengedar barang haram saat penggerebekan di kawasan Berlan, Matraman, Jakarta Timur (Jaktim). "Ada 10-15 titik atau tempat yang menjadi target penggerebekan di kawasan Berlan. Dari sekian itu, kita bisa mendapatkan terduga pelaksana 25 orang," kata Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN Aldrin Marihot Pandapotan Hutabarat di Matraman, Jakarta Timur, Selasa. Penangkapan massal ini menjadi salah satu hasil terbesar dalam operasi pemulihan kampung narkotika dan obat terlarang yang digelar sepanjang 2025. Dari total 25 orang yang diduga melakukan, BNN mengidentifikasi satu orang sebagai bandar berinisial F. Menurut Aldrin, penangkapan 25 orang yang diduga melakukan ini menjadi pintu masuk penting untuk mengungkap struktur jaringan yang lebih besar. Semua orang yang diduga melakukan dibawa ke BNN RI untuk masuk ke proses pendalaman dan pemeriksaan intensif. Baca juga: BNN lakukan penggerebekan peredaran narkotika dan obat terlarang di Matraman Jaktim Aldrin menyebut, kawasan Kampung Berlan menjadi salah satu titik rawan peredaran gelap narkoba. Seluruh orang yang diduga melakukan yang ditangkap pada Selasa ini merupakan residen sipil yang menetap atau beraktivitas di area tersebut. "Kawasan ini perkampungan. Semua yang kami tangkap adalah penduduk biasa, sipil. Kami akan dalami peran masing-masing untuk menguak jaringan terduga pelaksana lengkapnya," ucap Aldrin. Selain itu, Aldrin mengungkapkan, sistem peredaran di wilayah ini cukup rapi, baik dalam metode distribusi maupun sistem pembayarannya. Penggerebekan peredaran narkoba di kawasan Berlan, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (25/11/2024). ANTARA/Siti Nurhaliza Hal ini yang membuat aparat harus mendalami lebih lanjut jaringan yang bekerja dibalik para pelaku. Baca juga: Aparat kepolisian tangkap dua pengedar sabu seberat satu kilogram di Pondok Gede Penggerebekan tersebut juga menghasilkan sejumlah barang bukti yang cukup signifikan. BNN RI berhasil menyita sabu, ganja dalam berbagai ukuran plastik, ratusan klip paket hemat (pahe), uang tunai, hingga perhiasan. Salah satu barang bukti yang mencolok yakni mesin penghitung uang yang diduga digunakan bandar dalam transaksi besar. Selain itu, petugas juga mengamankan beberapa senjata tajam serta tiga pucuk senapan angin dari beberapa lokasi. "Sudah kita bungkus. Saat ini masalah penghitungan jumlah berat barang bukti baik itu sabu maupun ganja, nanti dilakukan sampai di Kantor BNN RI Cawang, disaksikan oleh pihak terduga yang memiliki atau yang menguasai barang bukti narkotika tersebut," jelas Aldrin. Baca juga: Anggota DPR apresiasi BNN berani bongkar kampung narkotika dan obat terlarang di Jakarta Lebih lanjut, Aldrin menyebut, meski operasi berjalan kondusif, ada beberapa pelaku yang sempat berupaya melarikan diri. Dua hingga tiga terduga pelaksana berusaha kabur hingga naik ke atap rumah saat mengetahui keberadaan petugas. "Namun tim gabungan bergerak cepat, sehingga para pelaku dapat kami tangkap dan barang bukti ikut disita," ucap Aldrin. Aldrin memastikan tidak ada perlawanan berarti berkat kuatnya sinergi BNN, APARAT TNI dan Polri yang menutup semua akses pelarian. Operasi dilakukan secara serentak dengan melibatkan sekitar 450 personel gabungan. Apel pasukan digelar pukul 09.00 WIB di kantor BNN RI, Cawang, sebelum tim bergerak menuju lokasi penggerebekan hingga pukul 13.00 WIB. Baca juga: Aparat kepolisian bongkar peredaran vape berisi obat keras senilai Rp42,5 miliar Pewarta: Siti Nurhaliza Editor: Edy Sujatmiko Copyright © ANTARA 2022 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) menangkap 25 orang terduga pengedar narkoba saat penggerebekan di kawasan Berlan, Matraman, Jakarta Timur (Jaktim).

"Ada 10-15 titik atau tempat yang menjadi target penggerebekan di kawasan Berlan. Dari sekian itu, kita bisa mendapatkan oknum pelaku 25 orang," kata Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN Aldrin Marihot Pandapotan Hutabarat di Matraman, Jakarta Timur, Selasa.

Penangkapan massal ini menjadi salah satu hasil terbesar dalam operasi pemulihan kampung narkoba yang digelar sepanjang 2023. Dari total 25 terduga pelaksana, BNN mengidentifikasi satu orang sebagai bandar berinisial F.

Menurut Aldrin, penangkapan 25 pelaku ini menjadi pintu masuk penting untuk mengungkap struktur jaringan yang lebih besar.

Semua pelaku dibawa ke BNN RI untuk masuk ke proses pendalaman dan pemeriksaan intensif.

Baca juga: BNN lakukan penggerebekan peredaran narkotika dan obat terlarang di Matraman Jaktim

Baca juga: BNN lakukan penggerebekan peredaran narkotika dan obat terlarang di Matraman Jaktim

Aldrin menyebut, kawasan Kampung Berlan menjadi salah satu titik rawan peredaran gelap barang haram.

Seluruh terduga pelaksana yang ditangkap pada Selasa ini merupakan warga sekitar sipil yang menetap atau beraktivitas di area tersebut.

"Kawasan ini perkampungan. Semua yang kami tangkap adalah warga sekitar biasa, sipil. Kami akan dalami peran masing-masing untuk menguak jaringan pelaku lengkapnya," ucap Aldrin.

Selain itu, Aldrin mengungkapkan, sistem peredaran di wilayah ini cukup rapi, baik dalam metode distribusi maupun sistem pembayarannya.

Hal ini yang membuat aparat harus mendalami lebih lanjut jaringan yang bekerja dibalik para pelaku.

Baca juga: Aparat kepolisian tangkap dua pengedar sabu seberat satu kilogram di Pondok Gede

Baca juga: Polisi tangkap dua pengedar sabu seberat satu kilogram di Pondok Gede

Penggerebekan tersebut juga menghasilkan sejumlah barang bukti yang cukup signifikan.

BNN RI berhasil menyita sabu, ganja dalam berbagai ukuran plastik, ratusan klip paket hemat (pahe), uang tunai, hingga perhiasan.

Salah satu barang bukti yang mencolok yakni mesin penghitung uang yang diduga digunakan bandar dalam transaksi besar.

Selain itu, petugas juga mengamankan beberapa senjata tajam serta tiga pucuk senapan angin dari beberapa lokasi.

"Sudah kita bungkus. Saat ini masalah penghitungan jumlah berat barang bukti baik itu sabu maupun ganja, nanti dilakukan sampai di Kantor BNN RI Cawang, disaksikan oleh orang yang diduga pelaku yang memiliki atau yang menguasai barang bukti narkotika tersebut," jelas Aldrin.

Baca juga: Anggota DPR apresiasi BNN berani bongkar kampung narkoba di Jakarta

Baca juga: Anggota DPR apresiasi BNN berani bongkar kampung narkotika dan obat terlarang di Jakarta

Lebih lanjut, Aldrin menyebut, meski operasi berjalan kondusif, ada beberapa orang tidak bertanggung jawab pelaku yang sempat berupaya melarikan diri.

Dua hingga tiga terduga pelaksana berusaha kabur hingga naik ke atap rumah saat mengetahui keberadaan petugas.

"Namun tim gabungan bergerak cepat, sehingga para pelaku dapat kami tangkap dan barang bukti ikut disita," ucap Aldrin.

Aldrin memastikan tidak ada perlawanan berarti berkat kuatnya sinergi BNN, TENTARA NASIONAL INDONESIA dan Polri yang menutup semua akses pelarian.

Operasi dilakukan secara serentak dengan melibatkan sekitar 450 personel gabungan. Apel pasukan digelar pukul 09.00 WIB di kantor BNN RI, Cawang, sebelum tim bergerak menuju lokasi penggerebekan hingga pukul 13.00 WIB.

Baca juga: Petugas kepolisian bongkar peredaran vape berisi obat keras senilai Rp42,5 miliar

Baca juga: Aparat kepolisian bongkar peredaran vape berisi obat keras senilai Rp42,5 miliar

Pewarta: Siti Nurhaliza Editor: Edy Sujatmiko Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan raffiplay semakin meluas dari waktu ke waktu. Banyak pihak menilai bahwa raffiplay sangat relevan saat ini. raffiplay menjadi perhatian besar masyarakat. Topik raffiplay sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.