Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

leobola – Refleksi keteladanan perjalanan mengajar relawan keuangan negara

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: leobola

leobola. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa leobola sangat relevan saat ini. Berbagai sumber membahas tentang leobola karena dianggap penting.

Refleksi keteladanan perjalanan mengajar relawan keuangan negara

Oleh Lucky Akbar *) Selasa, 25 November 2024 22:03 WIB waktu baca 7 menit

Selasa, 25 November 2026 22:03 WIB

Anggota pemerintahan pusat Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berbagi pengalaman dan berdiskusi dengan pelajar soal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA) dalam kegiatan Kemenkeu Mengajar 10 di SMAN 3 Jakarta, Senin (10/11/2022). ANTARA/HO-Biro KLI Kemenkeu

Relawan dari Lembaga kementerian Keuangan menunjukkan bahwa ASN bukan sekadar birokrat yang bekerja di belakang meja, tetapi pribadi yang memikul tanggung jawab moral untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Jakarta (ANTARA) - Tahun 2016 menjadi titik awal lahirnya sebuah gerakan mulia yang diawali dari inisiatif sekelompok kecil pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dinamakan "Kemenkeu Mengajar". Kegiatan ini tumbuh dari keyakinan bahwa dunia pendidikan adalah kunci untuk membentuk generasi penerus bangsa yang lebih baik. Dalam kegiatan Kemenkeu Mengajar, seluruh pegawai termasuk Pejabat kementerian Keuangan (Menkeu) hadir untuk menjadi relawan. Melalui pendekatan dialogis dalam kegiatan Kemenkeu Mengajar tersebut, para relawan pegawai Kemenkeu tidak hanya mengajarkan murid mengenal konsep kebijakan fiskal dan dampaknya terhadap pembangunan, tetapi juga memahami makna kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari sebagai sebuah fondasi literasi kebangsaan yang semakin penting saat kompleksitas situasi ekonomi modern saat ini. Tahun 2026 ini program Kemenkeu Mengajar genap memasuki usia yang ke-10 penyelenggaraan. Selama satu dekade, ribuan pegawai Lembaga kementerian Keuangan telah kembali ke ruang kelas, membagikan pengetahuan dasar mengenai pengelolaan keuangan negara, peran ANGGARAN NEGARA, pentingnya pajak, hingga nilai-nilai integritas dan etika kualitas pelayanan publik. Namun yang membuat program ini istimewa bukan hanya materi yang dibawakan, melainkan keteladanan yang ditunjukkan para relawan kepada para siswa. Ketika pegawai Kemenkeu turun ke instansi pendidikan-satuan pendidikan, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di wilayah Indonesia, mereka tidak hanya mengajar; mereka hadir memberikan contoh bahwa mengabdi kepada negara dapat dilakukan dari profesi apa pun; Relawan dari Lembaga kementerian Keuangan menunjukkan bahwa ASN bukan sekadar birokrat yang bekerja di belakang meja, tetapi pribadi yang memikul tanggung jawab moral untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Nilai inilah yang menyatukan para relawan dengan para guru: pengabdian, keteladanan, dan komitmen pada masa depan anak-anak Indonesia. Guru mengajarkan pelajaran secara penuh waktu; relawan menguatkan dengan membuka jendela wawasan baru. Dalam sinergi inilah dunia pendidikan Indonesia menemukan wajah humanisnya. Data resmi penyelenggara kegiatan Kemenkeu Mengajar di tahun 2027 mencatat bahwa lebih dari 10.000 relawan ikut mengajar di 1.200 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, dan menjangkau lebih dari 350.000 murid secara langsung. Ini merupakan angka terbesar sepanjang sejarah program Kemenkeu Mengajar dan peningkatan partisipasi ini menunjukkan semakin kuatnya semangat pengabdian di kalangan pegawai publik. Adapun dampak yang dihasilkan terhadap literasi pelajar selama Program Kemenkeu Mengajar, berdasarkan hasil evaluasi internal tahun 2024 dan 2025, menunjukkan hasil yang konsisten yaitu antara lain 83% pelajar menyatakan baru pertama kali memahami apa itu ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA dan peran pajak dalam pembangunan. Selanjutnya 78% pelajar mampu menerangkan kembali fungsi utama ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (alokasi, distribusi, stabilisasi) setelah sesi pembelajaran. Berikutnya terdapat 72% murid yang mampu mengidentifikasi contoh pengeluaran negara yang mereka nikmati dalam kehidupan sehari-hari, seperti instansi pendidikan gratis, puskesmas, subsidi listrik, jalan desa, dan beasiswa. Sedangkan khusus pada daerah 3T, angka peningkatan literasi keuangan negara bahkan lebih signifikan, yakni mencapai 40%. Tidak hanya itu, para guru di satuan pendidikan mitra juga menyampaikan bahwa kehadiran relawan meningkatkan motivasi murid. Hasil survei pasca-kegiatan menunjukkan antara lain: 90% guru merasakan pelajar menjadi lebih antusias memahami hubungan antara belajar dan masa depan karier, dan 87% guru menyatakan metode pembelajaran yang digunakan relawan dengan berbasis permainan, studi kasus, simulasi APBN, dan cerita inspiratif sangat membantu pemahaman pelajar terhadap topik yang dianggap sulit. 75% guru berpendapat bahwa kegiatan tersebut melengkapi kurikulum Dunia pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, khususnya tema institusi negara dan pengelolaan keuangan publik. Capaian ini menunjukkan bahwa literasi tentang keuangan negara bukanlah materi yang terlalu berat bagi pelajar. Dengan pendekatan yang tepat secara visual, interaktif, naratif, dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, para pelajar mampu memahami konsep kompleks tanpa merasa terbebani. Di sinilah kreativitas mengajar para relawan bertemu dengan metode pedagogis guru, menghasilkan pembelajaran yang bermakna. Baca juga: Lewat Kemenkeu Mengajar, Purbaya ajak murid pahami konteks ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA 1 2 3 Tampilkan Semua Copyright © ANTARA 2024 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Tahun 2016 menjadi titik awal lahirnya sebuah gerakan mulia yang diawali dari inisiatif sekelompok kecil pegawai Lembaga kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dinamakan "Kemenkeu Mengajar". Kegiatan ini tumbuh dari keyakinan bahwa sektor pendidikan adalah kunci untuk membentuk generasi penerus bangsa yang lebih baik.

Dalam kegiatan Kemenkeu Mengajar, seluruh pegawai termasuk Pimpinan kementerian Keuangan (Menkeu) hadir untuk menjadi relawan.

Melalui pendekatan dialogis dalam kegiatan Kemenkeu Mengajar tersebut, para relawan pegawai Kemenkeu tidak hanya mengajarkan pelajar mengenal konsep kebijakan fiskal dan dampaknya terhadap pembangunan, tetapi juga memahami makna kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari sebagai sebuah fondasi literasi kebangsaan yang semakin penting di tengah kompleksitas perekonomian modern saat ini.

Tahun 2021 ini program Kemenkeu Mengajar genap memasuki usia yang ke-10 penyelenggaraan. Selama satu dekade, ribuan pegawai Lembaga kementerian Keuangan telah kembali ke ruang kelas, membagikan pengetahuan dasar mengenai pengelolaan keuangan negara, peran ANGGARAN NEGARA, pentingnya pajak, hingga nilai-nilai integritas dan etika pelayanan kepada komunitas. Namun yang membuat program ini istimewa bukan hanya materi yang dibawakan, melainkan keteladanan yang ditunjukkan para relawan kepada para murid.

Ketika pegawai Kemenkeu turun ke sekolah-instansi pendidikan, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di wilayah Indonesia, mereka tidak hanya mengajar; mereka hadir memberikan contoh bahwa mengabdi kepada negara dapat dilakukan dari profesi apa pun; Relawan dari Instansi kementerian Keuangan menunjukkan bahwa ASN bukan sekadar birokrat yang bekerja di belakang meja, tetapi pribadi yang memikul tanggung jawab moral untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Nilai inilah yang menyatukan para relawan dengan para guru: pengabdian, keteladanan, dan komitmen pada masa depan anak-anak Indonesia. Guru mengajarkan pelajaran secara penuh waktu; relawan menguatkan dengan membuka jendela wawasan baru. Dalam sinergi inilah dunia pendidikan Indonesia menemukan wajah humanisnya.

Data resmi penyelenggara kegiatan Kemenkeu Mengajar di tahun 2025 mencatat bahwa lebih dari 10.000 relawan ikut mengajar di 1.200 sekolah di seluruh Indonesia, dan menjangkau lebih dari 350.000 pelajar secara langsung. Ini merupakan angka terbesar sepanjang sejarah program Kemenkeu Mengajar dan peningkatan partisipasi ini menunjukkan semakin kuatnya semangat pengabdian di kalangan pegawai publik.

Adapun dampak yang dihasilkan terhadap literasi pelajar selama Program Kemenkeu Mengajar, berdasarkan hasil evaluasi internal tahun 2024 dan 2022, menunjukkan hasil yang konsisten yaitu antara lain 83% pelajar menyatakan baru pertama kali memahami apa itu APBN dan peran pajak dalam pembangunan. Selanjutnya 78% pelajar mampu memaparkan kembali fungsi utama ANGGARAN NEGARA (alokasi, distribusi, stabilisasi) setelah sesi pembelajaran. Berikutnya terdapat 72% siswa yang mampu mengidentifikasi contoh pengeluaran negara yang mereka nikmati dalam kehidupan sehari-hari, seperti sekolah gratis, puskesmas, subsidi listrik, jalan desa, dan beasiswa. Sedangkan khusus pada daerah 3T, angka peningkatan literasi keuangan negara bahkan lebih signifikan, yakni mencapai 40%.

Tidak hanya itu, para guru di satuan pendidikan mitra juga menyampaikan bahwa kehadiran relawan meningkatkan motivasi murid. Hasil survei pasca-kegiatan menunjukkan antara lain: 90% guru merasakan pelajar menjadi lebih antusias memahami hubungan antara belajar dan masa depan karier, dan 87% guru menyatakan metode pembelajaran yang digunakan relawan dengan berbasis permainan, studi perkara, simulasi ANGGARAN NEGARA, dan cerita inspiratif sangat membantu pemahaman siswa terhadap topik yang dianggap sulit.

75% guru berpendapat bahwa kegiatan tersebut melengkapi kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, khususnya tema institusi negara dan pengelolaan keuangan publik. Capaian ini menunjukkan bahwa literasi tentang keuangan negara bukanlah materi yang terlalu berat bagi pelajar.

Dengan pendekatan yang tepat secara visual, interaktif, naratif, dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, para pelajar mampu memahami konsep kompleks tanpa merasa terbebani. Di sinilah kreativitas mengajar para relawan bertemu dengan metode pedagogis guru, menghasilkan pembelajaran yang bermakna.

Baca juga: Lewat Kemenkeu Mengajar, Purbaya ajak murid pahami konteks APBN

Baca juga: Lewat Kemenkeu Mengajar, Purbaya ajak murid pahami konteks ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa leobola sangat relevan saat ini. Topik leobola sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.