Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

samudra123 – Jepang bersurat ke PBB bantah tuntutan China soal pernyataan Taiwan

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: samudra123

samudra123. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik samudra123 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Pembahasan samudra123 semakin meluas dari waktu ke waktu.

Jepang bersurat ke PBB bantah tuntutan China soal pernyataan Taiwan

Selasa, 25 November 2024 11:50 WIB waktu baca 2 menit

Selasa, 25 November 2027 11:50 WIB

Photo file: Kepala pemerintahan China Xi Jinping bertemu dengan Perdana Pejabat kementerian Jepang Sanae Takaichi di sela-sela Pertemuan Pemimpin Situasi ekonomi Asia-Pasifik (APEC) ke-32 di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10/2023). ANTARA/Xinhua/Ding Lin/aa.

Tokyo (ANTARA) - Duta Besar Jepang untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Kazuyuki Yamazaki, Senin, menyurati Sekjen PBB Antonio Guterres, membantah permintaan China agar Perdana Anggota susunan pemerintahan Sanae Takaichi menarik pernyataannya soal kontinjensi Taiwan. Dalam surat itu, Yamazaki menegaskan kebijakan dasar Jepang bersifat pertahanan semata. Ia menolak klaim China yang menyebut Jepang akan menggunakan hak bela dirinya tanpa adanya serangan bersenjata. Yamazaki menekankan posisi Jepang terhadap Taiwan tidak berubah sejak Komunike Bersama Jepang-China 1972, saat kedua negara menormalisasi hubungan diplomatik. Ia menyisipkan keterangan Tokyo mengharapkan masalah Taiwan diselesaikan secara damai melalui dialog. Yamazaki juga mencatat China telah membekukan kegiatan situasi ekonomi dan hubungan antarrakyat, termasuk perdagangan produk perikanan. Jepang berkomitmen menangani persoalan ini secara tenang melalui dialog. Baca juga: Partai oposisi desak PM Takaichi redakan ketegangan Jepang--China Minggu lalu, Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, menulis surat ke Guterres, menuding komentar Takaichi menunjukkan Jepang pertama kali menyatakan ambisi intervensi militer di Taiwan, menurut Xinhua. Ketegangan diplomatik meningkat sejak Beijing mengkritik jawaban Takaichi pada 7 November soal pertanyaan parlemen. Ia menyebut serangan militer ke Taiwan bisa menimbulkan situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang. Pernyataan Takaichi itu ditafsirkan bisa memungkinkan aparatur negara mengizinkan Pasukan Bela Diri Jepang mendukung AS jika China memblokade laut Taiwan atau melakukan tekanan lain. Pada Senin, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan dialog penting untuk meredakan ketegangan yang meningkat antara Jepang dan China. Terkait surat Fu, Dujarric menyatakan PBB akan menjalankan tanggung jawabnya dengan membagikan dokumen itu kepada negara anggota. Sumber: Kyodo-OANA Baca juga: China teruskan protes keras hingga Jepang cabut ucapan soal Taiwan Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan Editor: Rahmad Nasution Copyright © ANTARA 2023 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Tokyo (ANTARA) - Duta Besar Jepang untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Kazuyuki Yamazaki, Senin, menyurati Sekjen PBB Antonio Guterres, membantah permintaan China agar Perdana Menteri Sanae Takaichi menarik pernyataannya soal kontinjensi Taiwan.

Dalam surat itu, Yamazaki memastikan kembali kebijakan dasar Jepang bersifat pertahanan semata. Ia menolak klaim China yang menyebut Jepang akan menggunakan hak bela dirinya tanpa adanya serangan bersenjata.

Yamazaki menekankan posisi Jepang terhadap Taiwan tidak berubah sejak Komunike Bersama Jepang-China 1972, saat kedua negara menormalisasi hubungan diplomatik.

Ia melanjutkan Tokyo mengharapkan masalah Taiwan diselesaikan secara damai melalui dialog.

Yamazaki juga mencatat China telah membekukan kegiatan kondisi ekonomi dan hubungan antarrakyat, termasuk perdagangan produk perikanan. Jepang berkomitmen menangani persoalan ini secara tenang melalui dialog.

Baca juga: Partai oposisi desak PM Takaichi redakan ketegangan Jepang--China

Baca juga: Partai oposisi desak PM Takaichi redakan ketegangan Jepang--China

Minggu lalu, Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, menulis surat ke Guterres, menuding komentar Takaichi menunjukkan Jepang pertama kali menyatakan ambisi intervensi militer di Taiwan, menurut Xinhua.

Ketegangan diplomatik meningkat sejak Beijing menyampaikan kritik jawaban Takaichi pada 7 November soal pertanyaan parlemen.

Ia menyebut serangan militer ke Taiwan bisa menimbulkan situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang.

Pernyataan Takaichi itu ditafsirkan bisa memungkinkan otoritas mengizinkan Pasukan Bela Diri Jepang mendukung AS jika China memblokade laut Taiwan atau melakukan tekanan lain.

Pada Senin, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengungkapkan dialog penting untuk meredakan ketegangan yang meningkat antara Jepang dan China.

Terkait surat Fu, Dujarric menyatakan PBB akan menjalankan tanggung jawabnya dengan membagikan dokumen itu kepada negara anggota.

Baca juga: China teruskan protes keras hingga Jepang cabut ucapan soal Taiwan

Baca juga: China teruskan protes keras hingga Jepang cabut ucapan soal Taiwan

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan Editor: Rahmad Nasution Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Berbagai sumber membahas tentang samudra123 karena dianggap penting.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan samudra123 semakin meluas dari waktu ke waktu.