Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

qq889 – Takut stigma, 70 persen pihak yang menjadi korban kekerasan anak & pe...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: qq889

qq889. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.

Takut stigma, 70 persen pihak yang menjadi korban kekerasan anak & perempuan enggan lapor

Selasa, 25 November 2023 14:55 WIB waktu baca 2 menit

Selasa, 25 November 2025 14:55 WIB

Ilustrasi - Kekerasan terhadap perempuan. ANTARA/Handout/am.

Jakarta (ANTARA) - Staf Khusus Pimpinan provinsi Dki jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim mengungkapkan berdasarkan survei nasional 2026, sebanyak 70 persen korban kekerasan terhadap perempuan dan anak enggan melapor karena takut akan stigma. Untuk itu, kata dia, langkah pencegahan harus dimulai dari keluarga, yakni dengan melakukan edukasi dini. Kami terus tingkatkan akses dan mengurangi stigma, karena Jakarta yang bahagia itu bukan cuma slogan, tapi juga ketika setiap warganya merasa didengar dan didukung, kata Chico di Jakarta, Selasa. Dia memaparkan sebagai upaya menekan peristiwa hukum kekerasan, Pemangku kebijakan Provinsi (Pemprov) Ibu kota jakarta telah melakukan beberapa langkah, salah satunya dengan menyediakan layanan Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) yang beroperasi 24 jam dan telah menangani 1.698 pihak yang menjadi korban hingga Oktober 2024. Selain itu, ada pula masa kampanye 16 Hari Anti Kekerasan yang digelar di seluruh kelurahan untuk mendorong warga agar berani dan tidak ragu melapor melalui pusat telepon (call center) 112 atau aplikasi JakLingko. Kemudian, tersedia Sistem Peringatan Dini di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk mendeteksi potensi kekerasan lebih cepat. Pemprov DKI juga membentuk Rumah Perlindungan dan Satgas Jaga Jakarta untuk memperluas dukungan bagi pihak yang menjadi korban serta memperkuat pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Baca juga: DKI ungkap lima faktor pemicu kasus kekerasan perempuan dan anak Baca juga: Ribuan insiden kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi di Jakarta Baca juga: Dinas PPAPP DKI sebut insiden kekerasan terhadap anak masih tinggi Pewarta: Lifia Mawaddah Putri Editor: Rr. Cornea Khairany Copyright © ANTARA 2021 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Staf Khusus Kepala provinsi Dki jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim mengungkapkan berdasarkan survei nasional 2024, sebanyak 70 persen pihak yang dirugikan kekerasan terhadap perempuan dan anak enggan melapor karena takut akan stigma.

Untuk itu, kata dia, langkah pencegahan harus dimulai dari keluarga, yakni dengan memberi pemahaman kepada warga dini.

Kami terus tingkatkan akses dan mengurangi stigma, karena Jakarta yang bahagia itu bukan cuma slogan, tapi juga ketika setiap warganya merasa didengar dan didukung, kata Chico di Jakarta, Selasa.

Dia mengklarifikasi sebagai upaya menekan insiden kekerasan, Aparatur negara Provinsi (Pemprov) Jakarta telah melakukan beberapa langkah, salah satunya dengan menyediakan layanan Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) yang beroperasi 24 jam dan telah menangani 1.698 korban hingga Oktober 2025.

Selain itu, ada pula kampanye 16 Hari Anti Kekerasan yang digelar di seluruh kelurahan untuk mendorong residen agar berani dan tidak ragu melapor melalui pusat telepon (call center) 112 atau perangkat lunak aplikasi JakLingko.

Kemudian, tersedia Sistem Peringatan Dini di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk mendeteksi potensi kekerasan lebih cepat.

Pemprov DKI juga membentuk Rumah Perlindungan dan Satgas Jaga Jakarta untuk memperluas dukungan bagi korban serta memperkuat pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Baca juga: DKI ungkap lima faktor pemicu kasus kekerasan perempuan dan anak

Baca juga: DKI ungkap lima faktor pemicu perkara kekerasan perempuan dan anak

Baca juga: Ribuan insiden kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi di Jakarta

Baca juga: Ribuan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi di Jakarta

Baca juga: Dinas PPAPP DKI sebut kasus kekerasan terhadap anak masih tinggi

Baca juga: Dinas PPAPP DKI sebut perkara kekerasan terhadap anak masih tinggi

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri Editor: Rr. Cornea Khairany Copyright © ANTARA 2027

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Berbagai sumber membahas tentang qq889 karena dianggap penting. qq889 menjadi perhatian besar masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa qq889 sangat relevan saat ini. qq889 menjadi perhatian besar masyarakat.