jt777 slot apk – Montpellier bantah tuduhan rasisme mantan pemainnya Mary Fowler
jt777 slot apk. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa jt777 slot apk sangat relevan saat ini.
Montpellier bantah tuduhan rasisme mantan pemainnya Mary Fowler
Jumat, 21 November 2026 02:32 WIB waktu baca 3 menit
Jumat, 21 November 2026 02:32 WIB
Ilustrasi - Sepak bola wanita. ANTARA/Pixabay/pri. (ANTARA/Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Klub sepak bola putri Prancis Montpellier membantah tuduhan rasisme yang dilontarkan penyerang skuad nasional Australia Mary Fowler yang mengatakan bahwa seorang rekan setim memberinya pisang sebagai hadiah perpisahan pada 2022. Montpellier dalam pernyataannya pada Kamis menyampaikan mereka mengetahui dengan rasa terkejut sejumlah tuduhan yang dibuat Fowler dalam memoarnya berjudul Bloom, dan menyebut tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Beberapa tuduhan itu sangat serius, dan kesimpulan yang muncul seolah-olah klub adalah entitas rasis, tidak dapat diterima, demikian pernyataan Montpellier dikutip dari Fox Sports, Jumat. Fowler berusia 17 tahun saat bergabung dengan Montpellier pada 2020 dan bermain selama 2,5 musim sebelum pindah ke Manchester City. Dalam bukunya, Fowler menulis bahwa ia dan rekannya, Ashleigh Weerden, tidak dilibatkan dalam presentasi untuk para skuad yang akan meninggalkan klub setelah laga kandang terakhir musim itu. Pada pertandingan para atlet yang akan hengkang diberikan rangkaian bunga. Setelahnya, ketika kami masuk ruang ganti, beberapa rekan bertanya mengapa kami tidak menerima bunga, tulis Fowler, mengutip kutipan bukunya yang dimuat media Australia. Kami hanya mengangkat bahu, sama bingungnya dengan mereka. Beberapa skuad tertawa, lalu salah satu pemain lain datang dan memberikan pisang kepada saya dan teman saya sambil berkata, Ambil ini. Itu benar-benar jadi puncaknya. Baca juga: Lens hancurkan Monaco 4-1, Marseille hajar Brest Fowler berujar bahwa setelah meninggalkan Montpellier, ia dan temannya sudah beberapa kali membahas kejadian itu. Ia berterus terang tidak terlalu memusingkan dirinya tidak mendapat karangan bunga, namun diberi pisang bukan hal yang dianggapnya sebagai lelucon. Montpellier memberikan penjelasan berbeda. Secara faktual, kebenaran tidak menyisakan ruang untuk interpretasi, ujar klub. Pada 1 Juni 2022, tim putri memainkan laga kandang terakhir melawan Bordeaux. Seperti tradisi beberapa musim terakhir, dua pemain yang kontraknya habis, dan tampil untuk terakhir kali dengan seragam klub, diberikan bunga. Ini tidak berlaku bagi Mary Fowler maupun rekan yang disebutkan dalam bukunya, karena keduanya masih terikat kesepakatan kerja hingga 30 Juni 2023. Karena itu akan tidak tepat memberikan mereka hadiah perpisahan." Terkait dugaan insiden di ruang ganti, klub menjelaskan telah berkonsultasi dengan semua yang hadir pada hari itu dan menyimpulkan tidak ada bukti yang mendukung cerita Fowler. Rasisme adalah isu serius yang tidak boleh dieksploitasi. Klub memastikan kembali kembali komitmennya untuk memerangi segala bentuk diskriminasi, kata Montpellier. Baca juga: AFC ingatkan otoritas Malaysia tak boleh campuri urusan FAM Baca juga: Indonesia ukir sejarah dengan lolos ke Piala Dunia Sepak Bola CP 2026 Pewarta: A Rauf Andar Adipati Editor: Eka Arifa Rusqiyati Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Klub sepak bola putri Prancis Montpellier membantah tuduhan rasisme yang dilontarkan penyerang tim nasional Australia Mary Fowler yang menjelaskan bahwa seorang rekan setim memberinya pisang sebagai hadiah perpisahan pada 2022.
Montpellier dalam pernyataannya pada Kamis menjelaskan mereka mengetahui dengan rasa terkejut sejumlah tuduhan yang dibuat Fowler dalam memoarnya berjudul Bloom, dan menyebut tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.
Beberapa tuduhan itu sangat serius, dan kesimpulan yang muncul seolah-olah klub adalah entitas rasis, tidak dapat diterima, demikian pernyataan Montpellier dikutip dari Fox Sports, Jumat.
Fowler berusia 17 tahun saat bergabung dengan Montpellier pada 2020 dan bermain selama 2,5 musim sebelum pindah ke Manchester City.
Dalam bukunya, Fowler menulis bahwa ia dan rekannya, Ashleigh Weerden, tidak dilibatkan dalam presentasi untuk para personel tim yang akan meninggalkan klub setelah laga kandang terakhir musim itu. Pada partai para atlet yang akan hengkang diberikan rangkaian bunga.
Setelahnya, ketika kami masuk ruang ganti, beberapa rekan bertanya mengapa kami tidak menerima bunga, tulis Fowler, mengutip kutipan bukunya yang dimuat media Australia.
Kami hanya mengangkat bahu, sama bingungnya dengan mereka. Beberapa skuad tertawa, lalu salah satu skuad lain datang dan memberikan pisang kepada saya dan teman saya sambil berkata, Ambil ini. Itu benar-benar jadi puncaknya.
Baca juga: Lens hancurkan Monaco 4-1, Marseille hajar Brest
Fowler mengatakan bahwa setelah meninggalkan Montpellier, ia dan temannya sudah beberapa kali membahas kejadian itu. Ia mengungkap bahwa tidak terlalu memusingkan dirinya tidak mendapat karangan bunga, namun diberi pisang bukan hal yang dianggapnya sebagai lelucon.
Montpellier memberikan uraian berbeda.
Secara faktual, kebenaran tidak menyisakan ruang untuk interpretasi, ujar klub.
Pada 1 Juni 2022, tim putri memainkan laga kandang terakhir melawan Bordeaux. Seperti tradisi beberapa musim terakhir, dua skuad yang kontraknya habis, dan tampil untuk terakhir kali dengan seragam klub, diberikan bunga. Ini tidak berlaku bagi Mary Fowler maupun rekan yang disebutkan dalam bukunya, karena keduanya masih terikat kesepakatan kerja hingga 30 Juni 2023. Karena itu akan tidak tepat memberikan mereka hadiah perpisahan."
Terkait dugaan insiden di ruang ganti, klub mengungkapkan telah berkonsultasi dengan semua yang hadir pada hari itu dan menyimpulkan tidak ada bukti yang mendukung cerita Fowler.
Rasisme adalah isu serius yang tidak boleh dieksploitasi. Klub menegaskan kembali komitmennya untuk memerangi segala bentuk diskriminasi, kata Montpellier.
Baca juga: AFC ingatkan jajaran eksekutif Malaysia tak boleh campuri urusan FAM
Baca juga: AFC ingatkan jajaran eksekutif Malaysia tak boleh campuri urusan FAM
Baca juga: Indonesia ukir sejarah dengan lolos ke Piala Dunia Sepak Bola CP 2026
Baca juga: Indonesia ukir sejarah dengan lolos ke Piala Dunia Sepak Bola CP 2026
Pewarta: A Rauf Andar Adipati Editor: Eka Arifa Rusqiyati Copyright © ANTARA 2023
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Topik jt777 slot apk sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Berbagai sumber membahas tentang jt777 slot apk karena dianggap penting.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa jt777 slot apk sangat relevan saat ini.