marvel77 – Pria yang serang Ariana Grande dideportasi Singapura
marvel77. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa marvel77 sangat relevan saat ini.
Pria yang serang Ariana Grande dideportasi Singapura
Selasa, 25 November 2025 08:00 WIB waktu baca 2 menit
Selasa, 25 November 2022 08:00 WIB
Aktris Ariana Grande (kiri) dan Cynthia Erivo (kanan) yang membintangi film Wicked: For Good dalam gala premier film tersebut di Singapura. (ANTARA/Instagram @arianagrande)
Jakarta (ANTARA) - Pria asal Australia yang menyerang Ariana Grande saat pemutaran perdana film Wicked: For Good di Singapura pada Kamis (13/11) dideportasi dan dilarang masuk kembali ke negara tersebut. Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan Singapura (ICA) menuturkan pria bernama Johnson Wen atau dikenal dengan "Pyjama Man" itu telah dipulangkan ke Australia pada Minggu (23/11) dan dilarang masuk kembali ke Singapura, dilansir CNA. Pria berusia 26 tahun itu telah lebih dulu menjalani hukuman penjara selama sembilan hari penjara sejak Jumat (14/11), usai dinyatakan bersalah karena mengganggu ketertiban umum atas aksinya tersebut. Dalam putusannya, Aparatur peradilan Distrik Christopher Goh mengungkapkan kepada Wen bahwa ia "mencari perhatian" dan dirinya salah bila mengira tidak akan menerima konsekuensi atas tindakannya di Singapura tersebut. Wen mengungkap bahwa bersalah atas dakwaan menyebabkan gangguan di tempat umum dan berujar kepada aparatur peradilan bahwa ia akan tidak akan melakukan tindakan serupa di kemudian hari. Baca juga: Pria yang serang Ariana Grande di Singapura dihukum 9 hari penjara Sebelumnya pada Kamis (13/11) malam, Wen disebut melompati barikade saat para pemeran Wicked: For Good berjalan di karpet kuning. Ia kemudian melingkari lengannya di pinggang Ariana sambil melompat-lompat. Wen dihentikan oleh Cynthia Erivo, pemeran Elphaba dalam film "Wicked: For Good", yang segera berusaha menempatkan dirinya di antara Ariana dan pria tersebut hingga akhirnya petugas keamanan menangkapnya. Setelah disingkiri, Wen sempat mencoba melompati barikade kembali untuk kedua kalinya, namun segera dihentikan oleh petugas keamanan. Malam harinya, Wen bahkan mengunggah videonya saat menubruk Ariana Grande di Instagramnya disertai tulisan, "Dear Ariana Grande, Thank You for letting me Jump on the Yellow Carpet with You." Wen kemudian ditangkap di Temple Street, Singapura, pada Jumat (14/11) malam, lalu ditahan dan didakwa dengan tuduhan mengganggu ketertiban umum pada hari yang sama. Adapun sebelum perkara penyerangan kepada Ariana, Wen pernah pula naik ke atas panggung di konser Katy Perry, The Weeknd, The Chainsmokers, dan lainnya. Baca juga: Tur "Eternal Sunshine" mungkin "hore yang terakhir" Ariana Grande Baca juga: Ariana Grande positif COVID usai tur promosi film Wicked: For Good" Penerjemah: Melalusa Susthira Khalida Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Pria asal Australia yang menyerang Ariana Grande saat pemutaran perdana film Wicked: For Good di Singapura pada Kamis (13/11) dideportasi dan dilarang masuk kembali ke negara tersebut.
Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan Singapura (ICA) menjelaskan pria bernama Johnson Wen atau dikenal dengan "Pyjama Man" itu telah dipulangkan ke Australia pada Minggu (23/11) dan dilarang masuk kembali ke Singapura, dilansir CNA.
Pria berusia 26 tahun itu telah lebih dulu menjalani hukuman penjara selama sembilan hari penjara sejak Jumat (14/11), usai dinyatakan bersalah karena mengganggu ketertiban umum atas aksinya tersebut.
Dalam putusannya, Penegak hukum di pengadilan Distrik Christopher Goh mengungkapkan kepada Wen bahwa ia "mencari perhatian" dan dirinya salah bila mengira tidak akan menerima konsekuensi atas tindakannya di Singapura tersebut.
Wen berterus terang bersalah atas dakwaan menyebabkan gangguan di tempat umum dan menjelaskan kepada penegak hukum di pengadilan bahwa ia akan tidak akan melakukan tindakan serupa di kemudian hari.
Baca juga: Pria yang serang Ariana Grande di Singapura dihukum 9 hari penjara
Baca juga: Pria yang serang Ariana Grande di Singapura dihukum 9 hari penjara
Sebelumnya pada Kamis (13/11) malam, Wen disebut melompati barikade saat para pemeran Wicked: For Good berjalan di karpet kuning. Ia kemudian melingkari lengannya di pinggang Ariana sambil melompat-lompat.
Wen dihentikan oleh Cynthia Erivo, pemeran Elphaba dalam film "Wicked: For Good", yang segera berusaha menempatkan dirinya di antara Ariana dan pria tersebut hingga akhirnya petugas keamanan menangkapnya.
Setelah disingkiri, Wen sempat mencoba melompati barikade kembali untuk kedua kalinya, namun segera dihentikan oleh petugas keamanan.
Malam harinya, Wen bahkan mengunggah videonya saat menubruk Ariana Grande di Instagramnya disertai tulisan, "Dear Ariana Grande, Thank You for letting me Jump on the Yellow Carpet with You."
Wen kemudian ditangkap di Temple Street, Singapura, pada Jumat (14/11) malam, lalu ditahan dan didakwa dengan tuduhan mengganggu ketertiban umum pada hari yang sama.
Adapun sebelum kasus penyerangan kepada Ariana, Wen pernah pula naik ke atas panggung di konser Katy Perry, The Weeknd, The Chainsmokers, dan lainnya.
Baca juga: Tur "Eternal Sunshine" mungkin "hore yang terakhir" Ariana Grande
Baca juga: Tur "Eternal Sunshine" mungkin "hore yang terakhir" Ariana Grande
Baca juga: Ariana Grande positif COVID usai tur promosi film Wicked: For Good"
Baca juga: Ariana Grande positif COVID usai tur promosi film Wicked: For Good"
Penerjemah: Melalusa Susthira Khalida Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Banyak pihak menilai bahwa marvel77 sangat relevan saat ini.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik marvel77 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Banyak pihak menilai bahwa marvel77 sangat relevan saat ini.