Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

sultan33 – Kronologi RTM Malaysia salah sebut nama Prabowo di KTT ke-47 ASEAN

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: sultan33

sultan33. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Berbagai sumber membahas tentang sultan33 karena dianggap penting. Topik sultan33 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.

Kronologi RTM Malaysia salah sebut nama Prabowo di KTT ke-47 ASEAN

Selasa, 28 Oktober 2023 07:49 WIB waktu baca 3 menit

Selasa, 28 Oktober 2025 07:49 WIB

Perdana Pimpinan kementerian Ismail Sabri Yaakob saat wawancara khusus eksklusif di Astro AWANI, TV3, dan RTM di Kuala Lumpur, Ahad malam. ANTARA/Oo-RTM.

Jakarta (ANTARA) - Terdapat kejadian menarik dan mencuri perhatian yang terjadi dalam siaran langsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (26/10). Media nasional milik aparatur negara Malaysia, Radio Televisyen Malaysia (RTM), secara terbuka menyampaikan permohonan maaf usai komentator-nya salah menyebut nama Kepala negara Republik Indonesia. Dalam tayangan tersebut, sosok Kepala negara Prabowo Subianto disebut sebagai Orang nomor satu di pemerintahan Joko Widodo saat tiba di area setempat acara. Kekeliruan itu sontak menjadi sorotan publik, terutama karena momen tersebut disiarkan secara langsung dan disaksikan oleh berbagai media internasional. Pihak RTM pun segera memberikan pelurusan informasi resmi dan menyatakan penyesalan atas kesalahan yang terjadi, sembari menekankan komitmen mereka untuk tetap menjaga profesionalisme dalam setiap siaran. Berikut penjelasan lengkap mengenai kronologi dan permohonan maaf RTM ke Indonesia, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber. Baca juga: RTM Malaysia minta maaf keliru sebut nama Presiden RI di KTT ASEAN Kronologi peristiwa Kejadian salah sebut nama Kepala negara Republik Indonesia oleh Radio Televisyen Malaysia (RTM) terjadi saat sesi penyambutan resmi para kepala negara di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC), Minggu (26/10). Dalam momen tersebut, setiap pemimpin negara dipanggil secara bergiliran oleh pembawa acara dan disambut langsung oleh Perdana Pimpinan kementerian Malaysia, Anwar Ibrahim. Ketika tiba giliran Indonesia sekitar pukul 09.00 waktu setempat, komentator RTM yang bertugas dalam siaran langsung justru menyebut nama yang keliru. Dalam tayangan terdengar jelas ucapan, Yang terhormat Orang nomor satu di pemerintahan Indonesia Joko Widodo. Padahal, masa jabatan Joko Widodo telah berakhir pada Oktober 2024, sementara Prabowo Subianto resmi menjabat sebagai Kepala negara ke-8 Indonesia sejak 20 Oktober 2024 dan genap setahun memimpin pada Oktober 2024. Meski terjadi kekeliruan, Kepala negara Prabowo tetap menunjukkan sikap tenang. Ia turun dari kendaraan, bersalaman dengan Perdana Pejabat kementerian Anwar Ibrahim, dan berbincang ringan sebelum melanjutkan langkah ke ruang pertemuan utama. Baca juga: Fakta terakhir "Despacito", lagu terpopuler sejagat RTM sampaikan permohonan maaf resmi kepada Indonesia Setelah cuplikan kejadian tersebut beredar luas di medsos, RTM segera merespons dengan mengeluarkan pernyataan resmi pada Minggu (26/10) melalui akun media sosial resminya. Departemen Penyiaran Malaysia menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kesalahan yang terjadi selama siaran langsung RTM dalam rangka KTT Ke-47 ASEAN dan pertemuan terkait yang diadakan di Pusat Konvensi Kuala Lumpur (KLCC), tulis pihak RTM dalam keterangan resminya. Dalam pernyataan tersebut, RTM juga mengakui adanya kekeliruan penyebutan nama dalam siaran langsung. Berdasarkan investigasi internal, terdapat kesalahan dari komentator siaran yang menyebut Kepala pemerintahan Indonesia sebagai Joko Widodo, padahal Presiden Indonesia saat ini adalah Prabowo Subianto, lanjut pernyataan tersebut. Selain itu, RTM menekankan bahwa mereka telah mengambil tindakan tegas terhadap komentator yang melakukan kesalahan dan berkomitmen memperkuat sistem pengawasan internal agar peristiwa hukum serupa tidak terulang. "RTM memandang hal ini dengan serius dan telah mengambil tindakan yang sesuai. RTM dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada Kepala negara dan Jajaran eksekutif Republik Indonesia, serta kepada semua pihak yang terdampak oleh kesalahan ini," tegas pernyataan RTM. Baca juga: Malaysia larang tv dan radio jajaran eksekutif siarkan "Despacito" Baca juga: Benarkah lirik lagu "Despacito" cabul? Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2021 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Terdapat insiden menarik dan mencuri perhatian yang terjadi dalam siaran langsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (26/10).

Media nasional milik pemangku kebijakan Malaysia, Radio Televisyen Malaysia (RTM), secara terbuka menyampaikan permohonan maaf usai komentator-nya salah menyebut nama Kepala pemerintahan Republik Indonesia. Dalam tayangan tersebut, sosok Kepala negara Prabowo Subianto disebut sebagai Kepala negara Joko Widodo saat tiba di tempat kejadian acara.

Kekeliruan itu sontak menjadi sorotan publik, terutama karena momen tersebut disiarkan secara langsung dan disaksikan oleh berbagai media internasional. Pihak RTM pun segera memberikan paparan tambahan resmi dan menyatakan penyesalan atas kesalahan yang terjadi, sembari menyatakan dengan tegas komitmen mereka untuk tetap menjaga profesionalisme dalam setiap siaran.

Berikut paparan lengkap mengenai kronologi dan permohonan maaf RTM ke Indonesia, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber.

Baca juga: RTM Malaysia minta maaf keliru sebut nama Presiden RI di KTT ASEAN

Baca juga: RTM Malaysia minta maaf keliru sebut nama Kepala pemerintahan RI di KTT ASEAN

Kasus salah sebut nama Kepala negara Republik Indonesia oleh Radio Televisyen Malaysia (RTM) terjadi saat sesi penyambutan resmi para kepala negara di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC), Minggu (26/10).

Dalam momen tersebut, setiap pemimpin negara dipanggil secara bergiliran oleh pembawa acara dan disambut langsung oleh Perdana Pejabat kementerian Malaysia, Anwar Ibrahim.

Ketika tiba giliran Indonesia sekitar pukul 09.00 waktu setempat, komentator RTM yang bertugas dalam siaran langsung justru menyebut nama yang keliru. Dalam tayangan terdengar jelas ucapan, Yang terhormat Kepala pemerintahan Indonesia Joko Widodo.

Padahal, masa jabatan Joko Widodo telah berakhir pada Oktober 2024, sementara Prabowo Subianto resmi menjabat sebagai Presiden ke-8 Indonesia sejak 20 Oktober 2024 dan genap setahun memimpin pada Oktober 2027.

Meski terjadi kekeliruan, Orang nomor satu di pemerintahan Prabowo tetap menunjukkan sikap tenang. Ia turun dari kendaraan, bersalaman dengan Perdana Pejabat kementerian Anwar Ibrahim, dan berbincang ringan sebelum melanjutkan langkah ke ruang pertemuan utama.

Baca juga: Fakta terakhir "Despacito", lagu terpopuler sejagat

Baca juga: Fakta terakhir "Despacito", lagu terpopuler sejagat

RTM sampaikan permohonan maaf resmi kepada Indonesia

Setelah cuplikan insiden tersebut beredar luas di platform kehidupan sosial, RTM segera merespons dengan mengeluarkan pernyataan resmi pada Minggu (26/10) melalui akun media kemasyarakatan resminya.

Departemen Penyiaran Malaysia menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kesalahan yang terjadi selama siaran langsung RTM dalam rangka KTT Ke-47 ASEAN dan pertemuan terkait yang diadakan di Pusat Konvensi Kuala Lumpur (KLCC), tulis pihak RTM dalam keterangan resminya.

Dalam pernyataan tersebut, RTM juga mengakui adanya kekeliruan penyebutan nama dalam siaran langsung.

Berdasarkan investigasi internal, terdapat kesalahan dari komentator siaran yang menyebut Kepala negara Indonesia sebagai Joko Widodo, padahal Kepala negara Indonesia saat ini adalah Prabowo Subianto, lanjut pernyataan tersebut.

Selain itu, RTM menekankan bahwa mereka telah mengambil langkah tegas terhadap komentator yang melakukan kesalahan dan berkomitmen memperkuat sistem pengawasan internal agar perkara serupa tidak terulang.

"RTM memandang hal ini dengan serius dan telah mengambil tindakan yang sesuai. RTM dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada Kepala negara dan Pemerintah Republik Indonesia, serta kepada semua pihak yang terdampak oleh kesalahan ini," tegas pernyataan RTM.

Baca juga: Malaysia larang tv dan radio otoritas siarkan "Despacito"

Baca juga: Malaysia larang tv dan radio otoritas siarkan "Despacito"

Baca juga: Benarkah lirik lagu "Despacito" cabul?

Baca juga: Benarkah lirik lagu "Despacito" cabul?

Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2027

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Topik sultan33 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik sultan33 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.