qqlucky8 – Ini sosok Rama Duwaji, "First Lady" New York Gen Z & Muslim pertama
qqlucky8. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik qqlucky8 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Berbagai sumber membahas tentang qqlucky8 karena dianggap penting.
Ini sosok Rama Duwaji, "First Lady" New York Gen Z & Muslim pertama
Sabtu, 8 November 2023 00:06 WIB waktu baca 4 menit
Sabtu, 8 November 2022 00:06 WIB
Sosok Istri Walikota New York, Rama Duwaji (Instagram/@ramaduwaji)
Jakarta (ANTARA) - New York City baru saja mengukir sejarah baru dalam kancah politiknya. Di usianya yang baru 34 tahun, Zohran Mamdani berhasil menjadi Walikota baru termuda dan Muslim pertama. Tak hanya itu, Zohran juga tercatat sebagai keturunan Asia Selatan pertama yang berhasil memimpin kota metropolitan terbesar di Amerika Serikat tersebut. Namun di balik pencapaian ini, ada sosok perempuan muda Gen Z yang berperan di belakang layar atas kesuksesan Walikota New York terpilih itu. Sosok wanita itu ialah Rama Duwaji, istri Zohran Mamdani, yang akan segera menyandang gelar sebagai "First Lady" atau Ibu Negara New York termuda dan beragama Islam pertama pada Januari 2026. Lantas, siapakah sosok Rama Duwaji ini? Rama Sawaf Duwaji merupakan seorang seniman berbakat keturunan Damaskus, Muslim Suriah yang baru berusia 28 tahun. Sosok yang bernama lengkap Rama Sawaf Duwaji ini lahir di Houston, Texas, AS, pada 30 Juni 1997. Dilaporkan ayahnya berprofesi sebagai pengembang perangkat lunak, sementara ibunya merupakan seorang dokter. Meski saat ini menetap di Brooklyn, New York, sosok yang akan menjadi Ibu Walikota New York ini diketahui menghabiskan masa kecilnya bersama keluarga muslimnya di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Ia pindah ke tempat tersebut saat dirinya berusia sembilan tahun. Dunia pendidikan Rama Duwaji Rama menempuh dunia pendidikan tingginya di Virginia Commonwealth University School of Arts dan lulus pada 2019 dengan predikat cumlaude. Kelulusannya itu pun membuatnya memperoleh gelar sebagai Bachelor of Fine Arts (BFA) in Communication Arts pada 2019. Sebelumnya, saat menempuh pendidikannya itu, dirinya sempat belajar di kampus cabangnya yang berada di Doha, Qatar. Namun, ia pun melanjutkan pendidikannya ke kampus utama yang berada di Richmond, Virginia. Tak berhenti, dia pun melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya di School of Visual Arts (SVA), New York City. Selang sekitar 5 tahun kemudian, Rama pun berhasil meraih gelar Master of Fine Arts (MFA) in Illustration as Visual Essay pada 2024. Jejak karir Rama Duwaji Dengan gelar pendidikannya itu, Rama memilih berkarir sebagai ilustrator digital, animator pendek, hingga terjun sebagai pengrajin keramik. Sebagai seorang perajin keramik, dirinya tak bekerja secara asal. Ia sering menggabungkan antara kecintaannya terhadap ilustrasi serta pottery untuk menciptakan piring dengan gambar tangan yang unik. Selain itu, melalui pekerjaan sebagai seorang seniman, dirinya juga kerap mengangkat berbagai isu, mulai dari representasi perempuan, hubungan sesama manusia, urusan kesehatan mental, hingga isu dunia politik yang mendalam, termasuk kritik atas genosida yang terjadi di Gaza, Palestina. Di samping itu, ada salah satu karyanya yang terkenal, yakni ilutrasi untuk majalah Vogue yang menyoroti para pekerja garmen di kota New York. Dimana karyanya itu berjudul The Cutter, the Sewer, and the Grommet Queen . Ia pun terbilang sukses dengan karirnya tersebut. Banyak karyanya yang berhasil eksis di sejumlah publikasi bergengsi, layaknya The New Yorker, BBC, The Washington Post, VICE, Vogue, Apple, Spotify, hingga Tate Modern. Bahkan selain menjadi seniman, Duwaji juga dilaporkan aktif menjadi mengajar di lokakarya ilustrasi, animasi, hingga keramik, termasuk tahun 2021 pernah bekerja sama dengan platform kreatif bernama It s Nice That. Awal mula bertemu sang suami, Zohran Mamdami Siapa sangka Rama Duwaji bertemu pertama kali dengan suaminya, Zohran Mamdani pada 2021 melalui app kencan bernama Hinge. Berawal dari Hinge, keduanya pun akhirnya memutuskan untuk hidup bersama melalui pertunangan terlebih dahulu yang digelar pada Oktober 2024 lalu. Hingga pada Februari 2021, keduanya pun melangsungkan pernikahan di City Clerks s Office, Manhattan, dan berlanjut menggelar perayaan pernikahan secara mewah pada Juli 2025 di Uganda. Di samping itu, ada sebuah ungkapan yang muncul dari suaminya itu. Di mana dirinya menjelaskan bahwa Rama bukanlah sekedar istrinya saja, melainkan sosok seniman luar biasa yang layak dikenal dengan caranya sendiri. Rama bukan sekedar istriku, dia seniman luar biasa yang pantas dikenal dengan caranya sendiri. Kalian boleh mengkritik pandanganku, tapi jangan keluargaku, tulis Zohran saat istrinya menjadi sasaran karena foto pernikahan dan informasinya menyebar. Baca juga: Zohran Mamdani, kepala kota termuda dan Muslim pertama di New York Baca juga: Serba serbi komitmen dunia politik Pimpinan kota Muslim pertama NY, Zohran Mamdani Baca juga: Demokrat menang di ajang pemilihan AS, Trump: 'Karena saya tidak ikut' Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2023 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - New York City baru saja mengukir sejarah baru dalam kancah politiknya. Di usianya yang baru 34 tahun, Zohran Mamdani berhasil menjadi Wali kota baru termuda dan Muslim pertama.
Tak hanya itu, Zohran juga tercatat sebagai keturunan Asia Selatan pertama yang berhasil memimpin kota metropolitan terbesar di Amerika Serikat tersebut.
Namun di balik pencapaian ini, ada sosok perempuan muda Gen Z yang berperan di belakang layar atas kesuksesan Walikota New York terpilih itu.
Sosok wanita itu ialah Rama Duwaji, istri Zohran Mamdani, yang akan segera menyandang gelar sebagai "First Lady" atau Ibu Negara New York termuda dan beragama Islam pertama pada Januari 2026.
Lantas, siapakah sosok Rama Duwaji ini?
Rama Sawaf Duwaji merupakan seorang seniman berbakat keturunan Damaskus, Muslim Suriah yang baru berusia 28 tahun. Sosok yang bernama lengkap Rama Sawaf Duwaji ini lahir di Houston, Texas, AS, pada 30 Juni 1997.
Diberitakan ayahnya berprofesi sebagai pengembang perangkat lunak, sementara ibunya merupakan seorang dokter.
Meski saat ini menetap di Brooklyn, New York, sosok yang akan menjadi Ibu Walikota New York ini diketahui menghabiskan masa kecilnya bersama keluarga muslimnya di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Ia pindah ke tempat tersebut saat dirinya berusia sembilan tahun.
Rama menempuh dunia pendidikan tingginya di Virginia Commonwealth University School of Arts dan lulus pada 2019 dengan predikat cumlaude. Kelulusannya itu pun membuatnya memperoleh gelar sebagai Bachelor of Fine Arts (BFA) in Communication Arts pada 2019.
Sebelumnya, saat menempuh pendidikannya itu, dirinya sempat belajar di kampus cabangnya yang berada di Doha, Qatar. Namun, ia pun melanjutkan pendidikannya ke kampus utama yang berada di Richmond, Virginia.
Tak berhenti, dia pun melanjutkan dunia pendidikan ke jenjang selanjutnya di School of Visual Arts (SVA), New York City. Selang sekitar 5 tahun kemudian, Rama pun berhasil meraih gelar Master of Fine Arts (MFA) in Illustration as Visual Essay pada 2024.
Dengan gelar pendidikannya itu, Rama memilih berkarir sebagai ilustrator digital, animator pendek, hingga terjun sebagai pengrajin keramik.
Sebagai seorang perajin keramik, dirinya tak bekerja secara asal. Ia sering menggabungkan antara kecintaannya terhadap ilustrasi serta pottery untuk menciptakan piring dengan gambar tangan yang unik.
Selain itu, melalui pekerjaan sebagai seorang seniman, dirinya juga kerap mengangkat berbagai isu, mulai dari representasi perempuan, hubungan sesama manusia, urusan kesehatan mental, hingga isu politik yang mendalam, termasuk kritik atas genosida yang terjadi di Gaza, Palestina.
Di samping itu, ada salah satu karyanya yang terkenal, yakni ilutrasi untuk majalah Vogue yang menyoroti para pekerja garmen di kota New York. Dimana karyanya itu berjudul The Cutter, the Sewer, and the Grommet Queen .
Ia pun terbilang sukses dengan karirnya tersebut. Banyak karyanya yang berhasil eksis di sejumlah publikasi bergengsi, layaknya The New Yorker, BBC, The Washington Post, VICE, Vogue, Apple, Spotify, hingga Tate Modern.
Bahkan selain menjadi seniman, Duwaji juga diberitakan aktif menjadi mengajar di lokakarya ilustrasi, animasi, hingga keramik, termasuk tahun 2021 pernah bekerja sama dengan platform kreatif bernama It s Nice That.
Awal mula bertemu sang suami, Zohran Mamdami
Siapa sangka Rama Duwaji bertemu pertama kali dengan suaminya, Zohran Mamdani pada 2021 melalui perangkat lunak aplikasi kencan bernama Hinge.
Berawal dari Hinge, keduanya pun akhirnya memutuskan untuk hidup bersama melalui pertunangan terlebih dahulu yang digelar pada Oktober 2024 lalu.
Hingga pada Februari 2025, keduanya pun melangsungkan pernikahan di City Clerks s Office, Manhattan, dan berlanjut menggelar perayaan pernikahan secara mewah pada Juli 2022 di Uganda.
Di samping itu, ada sebuah ungkapan yang muncul dari suaminya itu. Di mana dirinya mengatakan bahwa Rama bukanlah sekedar istrinya saja, melainkan sosok seniman luar biasa yang layak dikenal dengan caranya sendiri.
Rama bukan sekedar istriku, dia seniman luar biasa yang pantas dikenal dengan caranya sendiri. Kalian boleh menyampaikan kritik pandanganku, tapi jangan keluargaku, tulis Zohran saat istrinya menjadi sasaran karena foto pernikahan dan informasinya menyebar.
Baca juga: Zohran Mamdani, wali kota termuda dan Muslim pertama di New York
Baca juga: Zohran Mamdani, walikota termuda dan Muslim pertama di New York
Baca juga: Serba serbi program yang dijanjikan Wali kota Muslim pertama NY, Zohran Mamdani
Baca juga: Serba serbi janji kampanye Pimpinan kota Muslim pertama NY, Zohran Mamdani
Baca juga: Demokrat menang di ajang pemilihan AS, Trump: 'Karena saya tidak ikut'
Baca juga: Demokrat menang di ajang pemilihan AS, Trump: 'Karena saya tidak ikut'
Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. qqlucky8 menjadi perhatian besar masyarakat.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa qqlucky8 sangat relevan saat ini.