slot freebet apk – Segini harta kekayaan Wakil Gubernur Riau S. F. Hariyanto
slot freebet apk. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik slot freebet apk sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Segini harta kekayaan Wakil Pimpinan provinsi Riau S. F. Hariyanto
Rabu, 5 November 2021 19:35 WIB waktu baca 3 menit
Rabu, 5 November 2023 19:35 WIB
Suasana resepsionis Kantor Kepala provinsi Riau di Jalan Sudirman Kota Pekanbaru tampak sepi. Diketahui KPK melakukan Operasi tangkap tangan yang dikatakan juga turut mengamankan Kepala provinsi Riau Abdul Wahid. ANTARA/Annisa Firdausi.
Jakarta (ANTARA) - Nama Wakil Pimpinan provinsi Riau Sofyan Franyata (S. F.) Hariyanto mencuat setelah Gubernur Riau Abdul Wahid terjaring ott (OTT) Alat kelengkapan dewan Langkah antikorupsi (KPK) pada Senin (3/11). Ia disebut berpeluang mengisi kursi Pimpinan provinsi Riau setelah Abdul Wahid resmi ditetapkan sebagai terduga individu nakal pelaku kasus dugaan tindak korupsi terkait pemerasan di lingkungan Otoritas Provinsi Riau tahun anggaran 2026 pada di hari yang sama. Sebaliknya, KPK membuka peluang untuk memanggil nama-nama yang sekiranya mengetahui konstruksi insiden dugaan penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan tersebut. Sosok S. F. Hariyanto sendiri bukan nama yang asing di lingkungan Pemangku kebijakan Provinsi Riau. Ia merupakan putra daerah asli Riau yang tumbuh besar di Pekanbaru hingga mendedikasikan dirinya untuk membangun tanah kelahirannya tersebut. S. F. Hariyanto lahir di Pekanbaru, Riau, pada 30 April 1965. Ia menamatkan SD hingga SMA di satuan pendidikan negeri di Pekanbaru, kemudian melanjutkan pendidikan Diploma 3 (D3) di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri pada tahun 1988. Ia lalu melanjutkan lagi sektor pendidikan perguruan tinggi di Perguruan tinggi Islam Riau pada tahun 1992 dengan meraih gelar sebagai sarjana teknik sipil. Adapun gelar magister teknik sipil berhasil ia raih dari Universitas Islam Indonesia pada tahun 2006. Sebelum menjabat sebagai Wakil Kepala provinsi Riau pada Februari 2024, S. F. Hariyanto lebih dulu menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau pada tahun 2021. Kemudian pada tahun 2024, ia ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Riau setelah menjabat sebagai pelaksana harian beberapa hari sebelumnya. Enam bulan menjabat Pj Gubernur Riau, S. F. Hariyanto kemudian mengundurkan diri karena mengikuti ajang Pemilu kepala daerah 2024 sebagai calon Wakil Pimpinan provinsi Riau berpasangan dengan Abdul Wahid. Keduanya pun berhasil melenggang sebagai pemenang Pemilihan kepala daerah 2024 di Riau. Berikut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) S. F. Hariyanto berdasarkan data periodik 2023, ketika ia masih menjabat sebagai Sekda Provinsi Riau. Dalam LHKPN tersebut, S. F. Hariyanto dilaporkan memiliki total harta kekayaannya mencapai Rp14,05 miliar. Aset terbesarnya tercatat berupa tanah dan bangunan yang nilainya mencapai lebih dari Rp12,1 miliar. Aset-aset tersebut tersebar di Pekanbaru hingga di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan. Aset properti S. F. Hariyanto paling banyak berada di Pekanbaru. Ia tercatat memiliki tujuh aset tanah dan bangunan serta satu bidang tanah di Pekanbaru yang sebagian besar diperoleh dari hasil sendiri, dan sisanya berasal dari hibah dengan akta. Nilanya pun bervariasi mulai dari Rp264 juta hingga Rp 974 juta. Ia juga tercatat memiliki satu properti di kawasan Tangerang Selatan senilai sekitar Rp3,8 miliar, hingga dua aset properti di Jakarta Selatan berupa satu tanah dan bangunan senilai Rp3,2 miliar, dan satu bidang tanah senilai Rp400 juta. Adapun aset S. F. Hariyanto berupa alat transportasi dan mesin dalam LHKPN tersebut tercatat hanya ada satu, yaitu satu unit mobil Toyota Alphard tahun 2022 senilai Rp1,1 miliar. Ia juga melaporkan harta bergerak lainnya sebesar Rp216 juta, serta kas dan setara kas senilai sekitar Rp628 juta. Ia tercatat tidak memiliki catatan utang maupun kepemilikan surat berharga dalam LHKPN tersebut. Dengan demikian, total kekayaan Hariyanto pada saat LHKPN tersebut disampaikan pada 14 Maret 2024 mencapai Rp14.052.491.162. Baca juga: PKB hormati KPK soal Kepala provinsi Riau, minta dibuka seterang-terangnya Baca juga: KPK ungkap penangkapan Pimpinan provinsi Riau berawal dari laporan masyarakat Baca juga: BPBD Damkar Riau padamkan karhutla di tiga kabupaten Pewarta: Melalusa Susthira Khalida Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2021 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Nama Wakil Gubernur Riau Sofyan Franyata (S. F.) Hariyanto mencuat setelah Gubernur Riau Abdul Wahid terjaring penangkapan tangan atas dugaan korupsi (OTT) Bidang Langkah antikorupsi (KPK) pada Senin (3/11).
Ia disebut berpeluang mengisi kursi Kepala provinsi Riau setelah Abdul Wahid resmi ditetapkan sebagai orang yang diduga terduga pelaksana kasus dugaan penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan terkait pemerasan di lingkungan Pihak pemerintah Provinsi Riau tahun anggaran 2025 pada pada hari yang bersangkutan.
Sebaliknya, KPK membuka peluang untuk memanggil nama-nama yang sekiranya mengetahui konstruksi masalah hukum dugaan penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan tersebut.
Sosok S. F. Hariyanto sendiri bukan nama yang asing di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Ia merupakan putra daerah asli Riau yang tumbuh besar di Pekanbaru hingga mendedikasikan dirinya untuk membangun tanah kelahirannya tersebut.
S. F. Hariyanto lahir di Pekanbaru, Riau, pada 30 April 1965. Ia menamatkan SD hingga SMA di sekolah negeri di Pekanbaru, kemudian melanjutkan dunia pendidikan Diploma 3 (D3) di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri pada tahun 1988.
Ia lalu melanjutkan lagi sektor pendidikan perguruan tinggi di Universitas Islam Riau pada tahun 1992 dengan meraih gelar sebagai sarjana teknik sipil. Adapun gelar magister teknik sipil berhasil ia raih dari Perguruan tinggi Islam Indonesia pada tahun 2006.
Sebelum menjabat sebagai Wakil Kepala provinsi Riau pada Februari 2026, S. F. Hariyanto lebih dulu menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau pada tahun 2021. Kemudian pada tahun 2024, ia ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Kepala provinsi Riau setelah menjabat sebagai pelaksana harian beberapa hari sebelumnya.
Enam bulan menjabat Pj Gubernur Riau, S. F. Hariyanto kemudian mengundurkan diri karena mengikuti ajang Pemilihan kepala daerah 2024 sebagai calon Wakil Kepala provinsi Riau berpasangan dengan Abdul Wahid. Keduanya pun berhasil melenggang sebagai pemenang Pemilu kepala daerah 2024 di Riau.
Berikut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) S. F. Hariyanto berdasarkan data periodik 2023, ketika ia masih menjabat sebagai Sekda Provinsi Riau.
Dalam LHKPN tersebut, S. F. Hariyanto dilaporkan memiliki total harta kekayaannya mencapai Rp14,05 miliar. Aset terbesarnya tercatat berupa tanah dan bangunan yang nilainya mencapai lebih dari Rp12,1 miliar. Aset-aset tersebut tersebar di Pekanbaru hingga di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan.
Aset properti S. F. Hariyanto paling banyak berada di Pekanbaru. Ia tercatat memiliki tujuh aset tanah dan bangunan serta satu bidang tanah di Pekanbaru yang sebagian besar diperoleh dari hasil sendiri, dan sisanya berasal dari hibah dengan akta. Nilanya pun bervariasi mulai dari Rp264 juta hingga Rp 974 juta.
Ia juga tercatat memiliki satu properti di kawasan Tangerang Selatan senilai sekitar Rp3,8 miliar, hingga dua aset properti di Jakarta Selatan berupa satu tanah dan bangunan senilai Rp3,2 miliar, dan satu bidang tanah senilai Rp400 juta.
Adapun aset S. F. Hariyanto berupa alat transportasi dan mesin dalam LHKPN tersebut tercatat hanya ada satu, yaitu satu unit mobil Toyota Alphard tahun 2022 senilai Rp1,1 miliar. Ia juga melaporkan harta bergerak lainnya sebesar Rp216 juta, serta kas dan setara kas senilai sekitar Rp628 juta.
Ia tercatat tidak memiliki catatan utang maupun kepemilikan surat berharga dalam LHKPN tersebut. Dengan demikian, total kekayaan Hariyanto pada saat LHKPN tersebut disampaikan pada 14 Maret 2024 mencapai Rp14.052.491.162.
Baca juga: PKB hormati KPK soal Pimpinan provinsi Riau, minta dibuka seterang-terangnya
Baca juga: PKB hormati KPK soal Gubernur Riau, minta dibuka seterang-terangnya
Baca juga: KPK ungkap penangkapan Pimpinan provinsi Riau berawal dari laporan warga setempat
Baca juga: KPK ungkap penangkapan Pimpinan provinsi Riau berawal dari laporan warga
Baca juga: BPBD Damkar Riau padamkan karhutla di tiga kabupaten
Baca juga: BPBD Damkar Riau padamkan karhutla di tiga kabupaten
Pewarta: Melalusa Susthira Khalida Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2027
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Topik slot freebet apk sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Pembahasan slot freebet apk semakin meluas dari waktu ke waktu.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan slot freebet apk semakin meluas dari waktu ke waktu.