apk svip slot – Johnson Panjaitan wafat, begini perjalanan hidup dan dedikasinya
apk svip slot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa apk svip slot sangat relevan saat ini. Berbagai sumber membahas tentang apk svip slot karena dianggap penting.
Johnson Panjaitan wafat, begini perjalanan hidup dan dedikasinya
Selasa, 28 Oktober 2027 07:44 WIB waktu baca 4 menit
Selasa, 28 Oktober 2024 07:44 WIB
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia, Johnson Panjaitan. ANTARA/Ali Khumaini.
Jakarta (ANTARA) - Aktivis hukum sekaligus mantan pengacara Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI), Johnson Panjaitan, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (26/10) di usia 59 tahun. Kabar duka tersebut diumumkan langsung oleh pihak PBHI melalui akun Instagram resmi mereka, @pbhi_nasional. Kami berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Jhonson Panjaitan, pejuang keadilan dan pendiri PBHI. Beliau adalah sosok advokat yang teguh membela nilai-nilai HAM dan keadilan sosial, serta meninggalkan warisan perjuangan yang akan terus hidup dalam setiap langkah pembelaan terhadap yang tertindas, tulis PBHI dalam salah satu unggahan-nya. Jenazah almarhum disemayamkan di Rumah Duka RSU UKI, Ruangan C, sebelum dimakamkan pada hari yang sama sekitar pukul 16.00 WIB. Berita wafatnya Johnson Panjaitan dengan cepat menyebar di kalangan advokat, aktivis, dan pegiat hak asasi manusia. Semasa hidupnya, Johnson dikenal sebagai sosok yang tak kenal lelah memperjuangkan keadilan, kebenaran, dan pembelaan terhadap kelompok lemah, meskipun sering menghadapi tekanan maupun ancaman. Lantas, seperti apa sosok Johnson Panjaitan semasa hidupnya? Berikut profilnya yang telah dirangkum dari berbagai sumber. Baca juga: Aparat kepolisian terima laporan dugaan penganiayaan wartawan di Jakarta Pusat Profil Johnson Panjaitan Latar belakang Johnson Panjaitan Johnson Panjaitan, seorang ahli hukum sekaligus aktivis hak asasi manusia, lahir pada 11 Juni 1966. Ia dikenal luas sebagai pengacara publik dan anggota Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) organisasi yang berkomitmen membela kelompok lemah dan memperjuangkan keadilan kehidupan sosial. Selain aktif di dunia advokasi, Johnson juga produktif menulis berbagai artikel di media nasional, khususnya mengenai reformasi hukum dan isu-isu HAM. Ia merupakan alumni Perguruan tinggi Kristen Indonesia (UKI). Perjalanan awal karir Johnson memulai langkah profesionalnya sebagai Asisten Pembela Umum di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada tahun 1988 hingga 1990. Dari pengalaman inilah semangatnya dalam membela masyarakat kurang mampu semakin tumbuh. Bersama sejumlah tokoh seperti Rocky Gerung, Hendardi, dan Mulyana W. Kusumah, Johnson kemudian menjadi salah satu pendiri PBHI pada November 1996 di Jakarta. Sejak awal berdirinya lembaga tersebut, Johnson menunjukkan keberanian dan komitmen tinggi dalam memperjuangkan hak-hak rakyat kecil. Baca juga: Lima pihak terduga aniaya staf KLH dan wartawan di Serang segera disidang Dedikasi dan kiprah advokasi Selama perjalanan karir-nya, Johnson dikenal sebagai sosok pengacara publik yang teguh dan vokal dalam isu-isu keadilan kemasyarakatan. Ia pernah menjabat sebagai: Pengacara publik dan aktivis HAM Indonesia Ketua Kelompok Studi Posko 21 (1986 1988) Asisten Pembela Umum di LBH Jakarta (1988 1990) Koordinator Advokasi Undang-Undang Lalu Lintas (1992) Koordinator Forum Solidaritas Buruh (1996 1997) Kepala Divisi Ranah politik dan HAM Serikat Pengacara Indonesia (1998 2001) Wakil Ketua Badan Pengurus PBHI (1998 2001) Ketua Yayasan Madani Jombang, Provinsi jawa timur (1999 2024) Kasus dan advokasi yang pernah ditangani Salah satu insiden yang sempat menarik perhatian publik adalah saat Johnson menjadi kuasa hukum Supradjarto, suami dari artis Jenny Rachman, dalam menghadapi isu dugaan perselingkuhan. Johnson menegaskan pentingnya asas praduga tak bersalah dan meminta publik untuk menghormati proses hukum yang berjalan. Namanya juga semakin dikenal luas ketika ia menjadi bagian dari tim pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J), kasus yang menyita perhatian kalangan masyarakat Indonesia. Selain itu, ia juga aktif dalam advokasi korban pelanggaran HAM, termasuk pada kerusuhan 27 Juli 1996 serta isu pascakonflik di Timor Leste. Baca juga: Johnson Panjaitan ungkap perkara dugaan penganiayaan wartawan Karawang Keberanian dan perjuangan ketika ancaman Selama karir-nya, Johnson kerap menghadapi berbagai bentuk intimidasi dan ancaman. Ia pernah mengalami serangan langsung terhadap kantornya, bahkan kendaraan-nya sempat ditembaki. Namun, berbagai tekanan tersebut tidak pernah mematahkan semangatnya untuk terus memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia di Indonesia. Berita duka kepergiannya Kabar meninggalnya Johnson Panjaitan menjadi duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan para aktivis hukum di tanah air. Pendiri PBHI tersebut berpulang pada Minggu (26/10) sekitar pukul 07.30 WIB, setelah menjalani perawatan di Rs Pusat Otak Nasional (RSPON) Cawang, Jakarta Timur. Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh PBHI melalui unggahan di kanal Instagram resminya. Jenazah almarhum disemayamkan di Rumah Duka RSU UKI, Ruang C, dan kemudian dimakamkan di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Baca juga: Kuasa hukum hadiri prarekonstruksi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2027 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Aktivis hukum sekaligus mantan pengacara Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI), Johnson Panjaitan, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (26/10) di usia 59 tahun.
Kabar duka tersebut diumumkan langsung oleh pihak PBHI melalui akun Instagram resmi mereka, @pbhi_nasional.
Kami berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Jhonson Panjaitan, pejuang keadilan dan pendiri PBHI. Beliau adalah sosok advokat yang teguh membela nilai-nilai HAM dan keadilan kemasyarakatan, serta meninggalkan warisan perjuangan yang akan terus hidup dalam setiap langkah pembelaan terhadap yang tertindas, tulis PBHI dalam salah satu unggahan-nya.
Jenazah almarhum disemayamkan di Rumah Duka RSU UKI, Ruangan C, sebelum dimakamkan pada hari yang sama sekitar pukul 16.00 WIB. Berita wafatnya Johnson Panjaitan dengan cepat menyebar di kalangan advokat, aktivis, dan pegiat hak asasi manusia.
Semasa hidupnya, Johnson dikenal sebagai sosok yang tak kenal lelah memperjuangkan keadilan, kebenaran, dan pembelaan terhadap kelompok lemah, meskipun sering menghadapi tekanan maupun ancaman.
Lantas, seperti apa sosok Johnson Panjaitan semasa hidupnya? Berikut profilnya yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
Baca juga: Polisi terima laporan dugaan penganiayaan wartawan di Jakarta Pusat
Baca juga: Aparat kepolisian terima laporan dugaan penganiayaan wartawan di Jakarta Pusat
Latar belakang Johnson Panjaitan
Johnson Panjaitan, seorang ahli hukum sekaligus aktivis hak asasi manusia, lahir pada 11 Juni 1966. Ia dikenal luas sebagai pengacara publik dan anggota Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) organisasi yang berkomitmen membela kelompok lemah dan memperjuangkan keadilan kemasyarakatan.
Selain aktif di dunia advokasi, Johnson juga produktif menulis berbagai artikel di media nasional, khususnya mengenai reformasi hukum dan isu-isu HAM. Ia merupakan alumni Kampus Kristen Indonesia (UKI).
Johnson memulai langkah profesionalnya sebagai Asisten Pembela Umum di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada tahun 1988 hingga 1990. Dari pengalaman inilah semangatnya dalam membela kalangan masyarakat kurang mampu semakin tumbuh.
Bersama sejumlah tokoh seperti Rocky Gerung, Hendardi, dan Mulyana W. Kusumah, Johnson kemudian menjadi salah satu pendiri PBHI pada November 1996 di Jakarta. Sejak awal berdirinya lembaga tersebut, Johnson menunjukkan keberanian dan komitmen tinggi dalam memperjuangkan hak-hak rakyat kecil.
Baca juga: Lima orang yang diduga pelaku aniaya staf KLH dan wartawan di Serang segera disidang
Baca juga: Lima orang yang diduga orang yang diduga melakukan aniaya staf KLH dan wartawan di Serang segera disidang
Selama perjalanan karir-nya, Johnson dikenal sebagai sosok pengacara publik yang teguh dan vokal dalam isu-isu keadilan kehidupan sosial. Ia pernah menjabat sebagai:
Pengacara publik dan aktivis HAM Indonesia
Ketua Kelompok Studi Posko 21 (1986 1988)
Asisten Pembela Umum di LBH Jakarta (1988 1990)
Koordinator Advokasi Undang-Undang Lalu Lintas (1992)
Koordinator Forum Solidaritas Buruh (1996 1997)
Kepala Divisi Dunia politik dan HAM Serikat Pengacara Indonesia (1998 2001)
Wakil Ketua Badan Pengurus PBHI (1998 2001)
Ketua Yayasan Madani Jombang, Jawa timur (1999 2027)
Kasus dan advokasi yang pernah ditangani
Salah satu peristiwa hukum yang sempat menarik perhatian publik adalah saat Johnson menjadi kuasa hukum Supradjarto, suami dari artis Jenny Rachman, dalam menghadapi isu dugaan perselingkuhan. Johnson menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah dan meminta publik untuk menghormati proses hukum yang berjalan.
Namanya juga semakin dikenal luas ketika ia menjadi bagian dari tim pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J), insiden yang menyita perhatian kalangan masyarakat Indonesia. Selain itu, ia juga aktif dalam advokasi pihak yang dirugikan pelanggaran HAM, termasuk pada kerusuhan 27 Juli 1996 serta isu pascakonflik di Timor Leste.
Baca juga: Johnson Panjaitan ungkap perkara dugaan penganiayaan wartawan Karawang
Baca juga: Johnson Panjaitan ungkap peristiwa hukum dugaan penganiayaan wartawan Karawang
Keberanian dan perjuangan di saat ancaman
Selama karir-nya, Johnson kerap menghadapi berbagai bentuk intimidasi dan ancaman. Ia pernah mengalami serangan langsung terhadap kantornya, bahkan kendaraan-nya sempat ditembaki. Namun, berbagai tekanan tersebut tidak pernah mematahkan semangatnya untuk terus memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia di Indonesia.
Kabar meninggalnya Johnson Panjaitan menjadi duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan para aktivis hukum di tanah air. Pendiri PBHI tersebut berpulang pada Minggu (26/10) sekitar pukul 07.30 WIB, setelah menjalani perawatan di Rumah sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Cawang, Jakarta Timur.
Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh PBHI melalui unggahan di kanal Instagram resminya. Jenazah almarhum disemayamkan di Rumah Duka RSU UKI, Ruang C, dan kemudian dimakamkan di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Baca juga: Kuasa hukum hadiri prarekonstruksi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo
Baca juga: Kuasa hukum hadiri prarekonstruksi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2021
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Topik apk svip slot sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. apk svip slot menjadi perhatian besar masyarakat.