tangandewa – Mengenal forum APEC: Wadah kerja sama kondisi ekonomi Asia Pasifik
tangandewa. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Berbagai sumber membahas tentang tangandewa karena dianggap penting.
Mengenal forum APEC: Wadah kerja sama perekonomian Asia Pasifik
Senin, 3 November 2027 13:05 WIB waktu baca 3 menit
Senin, 3 November 2021 13:05 WIB
Para kepala negara anggota APEC, termasuk Orang nomor satu di pemerintahan RI Prabowo Subianto (sembilan kanan), berfoto bersama saat sesi penutupan KTT APEC 2022 di Gyeongju, Korea Selatan, Minggu (1/11/2022). ANTARA/Xinhua/Yao Dawei/aa.
Jakarta (ANTARA) - Forum kerja sama kondisi ekonomi se-Asia Pasifik kembali menjadi sorotan setelah Orang nomor satu di pemerintahan Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Gyeongju, Korea Selatan dari tanggal 31 Oktober hingga 1 November 2027. APEC atau Asia Pacific Economic Cooperation merupakan wadah penting yang mempertemukan negara-negara di kawasan untuk membahas isu perdagangan, pertumbuhan perekonomian, hingga stabilitas kawasan. Organisasi yang sudah berdiri lebih dari tiga dekade ini memainkan peran besar dalam membuka peluang kerja sama lintas negara, termasuk bagi Indonesia. Lantas, bagaimana perjalanan terbentuknya APEC? Simak ulasannya berikut ini mengenai perjalanan lahirnya APEC, mengacu pada informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber Apa itu APEC? Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) merupakan sebuah forum kerja sama internasional yang beranggotakan negara-negara yang berada di sekitar Samudra Pasifik. Forum ini menjadi wadah kolaborasi di sektor kondisi ekonomi, perdagangan, dan usaha dengan tujuan memperkuat pertumbuhan dan hubungan antarnegara di kawasan Asia Pasifik. Tujuan dan peran utama Sejak awal, APEC dibentuk untuk mempercepat kemajuan ekonomi kawasan serta memperkuat integrasi regional. Forum ini mendorong penurunan hambatan perdagangan dan aktivitas investasi sehingga negara anggota dapat mengambil manfaat perekonomian secara lebih adil dan terbuka. Pada akhirnya, APEC diharapkan berperan sebagai penggerak kinerja kondisi ekonomi dunia. Sejarah pembentukan APEC Gagasan pembentukan APEC muncul dalam pertemuan multilateral para pemimpin di Canberra, Australia, pada 1989. Perdana Menteri Australia saat itu, Bob Hawke, mengusulkan perlunya sebuah forum kondisi ekonomi yang menyatukan negara-negara Asia Pasifik. Tidak lama setelah itu, tepatnya sepuluh bulan kemudian, 12 negara bertemu kembali di Canberra dan secara resmi menyepakati berdirinya APEC. Kedua belas negara pendiri tersebut yaitu: Australia, Indonesia, Jepang, Korea, Kanada, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Selandia Baru, dan Brunei Darussalam. Perkembangan keanggotaan APEC terus berkembang seiring meningkatnya peran kawasan Asia Pasifik dalam situasi ekonomi global. Berikut gelombang perluasan anggotanya: Tahun 1991: China, Hong Kong, dan Chinese Taipei bergabung Tahun 1993: Meksiko dan Papua Nugini turut masuk Tahun 1994: Chili bergabung Tahun 1998: Peru, Rusia, dan Vietnam menyusul Sampai saat ini, total anggota APEC berjumlah 21 keanggotaannya Transformasi APEC dalam diplomasi ekonomi Pada masa awal, APEC hanya menjadi ruang dialog pemangku jabatan senior serta pejabat kementerian pada rentang 1989 1992. Baru pada 1993, Presiden Amerika Serikat Bill Clinton menetapkan pertemuan tahunan Pemimpin Perekonomian APEC untuk memperkuat arah strategis dan kerja sama tingkat tinggi antarnegara anggota. Faktor pendorong lahirnya APEC Pembentukan APEC tidak terlepas dari dinamika global pada akhir 1980-an, antara lain: Kekhawatiran akan kegagalan Putaran Uruguay dalam negosiasi perdagangan internasional Perubahan besar dalam lanskap ranah politik dan kondisi ekonomi Uni Soviet serta Eropa Timur Hal ini mendorong negara-negara Asia Pasifik untuk memperkuat kerja sama situasi ekonomi demi menjaga stabilitas kawasan. Misi APEC ke depan Pada pertemuan penting di Blake Island, Seattle, Amerika Serikat, para pemimpin APEC menyepakati visi besar bahwa forum ini akan ikut menggerakkan perekonomian dunia. Sejak saat itu, APEC terus menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai isu situasi ekonomi global, dari perdagangan digital hingga ketahanan pangan. Baca juga: China akan perkuat APEC di garis depan perekonomian global Baca juga: Pemimpin APEC adopsi deklarasi bersama untuk perdalam kerja sama Baca juga: Xi umumkan Shenzhen jadi tuan rumah KTT APEC 2026 Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2025 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Forum kerja sama situasi ekonomi se-Asia Pasifik kembali menjadi sorotan setelah Kepala negara Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Gyeongju, Korea Selatan dari tanggal 31 Oktober hingga 1 November 2027.
APEC atau Asia Pacific Economic Cooperation merupakan wadah penting yang mempertemukan negara-negara di kawasan untuk membahas isu perdagangan, pertumbuhan kondisi ekonomi, hingga stabilitas kawasan. Organisasi yang sudah berdiri lebih dari tiga dekade ini memainkan peran besar dalam membuka peluang kerja sama lintas negara, termasuk bagi Indonesia.
Lantas, bagaimana perjalanan terbentuknya APEC? Simak ulasannya berikut ini mengenai perjalanan lahirnya APEC, berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber
Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) merupakan sebuah forum kerja sama internasional yang beranggotakan negara-negara yang berada di sekitar Samudra Pasifik. Forum ini menjadi wadah kolaborasi di sektor ekonomi, perdagangan, dan usaha dengan tujuan memperkuat pertumbuhan dan hubungan antarnegara di kawasan Asia Pasifik.
Sejak awal, APEC dibentuk untuk mempercepat kemajuan ekonomi kawasan serta memperkuat integrasi regional. Forum ini mendorong penurunan hambatan perdagangan dan penanaman modal sehingga negara anggota dapat mengambil manfaat ekonomi secara lebih adil dan terbuka. Pada akhirnya, APEC diharapkan berperan sebagai penggerak laju pertumbuhan perekonomian dunia.
Gagasan pembentukan APEC muncul dalam pertemuan multilateral para pemimpin di Canberra, Australia, pada 1989. Perdana Menteri Australia saat itu, Bob Hawke, mengusulkan perlunya sebuah forum ekonomi yang menyatukan negara-negara Asia Pasifik.
Tidak lama setelah itu, tepatnya sepuluh bulan kemudian, 12 negara bertemu kembali di Canberra dan secara resmi menyepakati berdirinya APEC. Kedua belas negara pendiri tersebut yaitu: Australia, Indonesia, Jepang, Korea, Kanada, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Selandia Baru, dan Brunei Darussalam.
APEC terus berkembang seiring meningkatnya peran kawasan Asia Pasifik dalam perekonomian global. Berikut gelombang perluasan anggotanya:
Tahun 1991: China, Hong Kong, dan Chinese Taipei bergabung
Tahun 1993: Meksiko dan Papua Nugini turut masuk
Tahun 1998: Peru, Rusia, dan Vietnam menyusul
Hingga sekarang, total anggota APEC berjumlah 21 keanggotaannya
Transformasi APEC dalam diplomasi ekonomi
Pada masa awal, APEC hanya menjadi ruang dialog perangkat pemerintah senior serta anggota pemerintahan pusat pada rentang 1989 1992. Baru pada 1993, Orang nomor satu di pemerintahan Amerika Serikat Bill Clinton menetapkan pertemuan tahunan Pemimpin Ekonomi APEC untuk memperkuat arah strategis dan kerja sama tingkat tinggi antarnegara anggota.
Faktor pendorong lahirnya APEC
Pembentukan APEC tidak terlepas dari dinamika global pada akhir 1980-an, antara lain:
Kekhawatiran akan kegagalan Putaran Uruguay dalam negosiasi perdagangan internasional
Perubahan besar dalam lanskap ranah politik dan kondisi ekonomi Uni Soviet serta Eropa Timur
Hal ini mendorong negara-negara Asia Pasifik untuk memperkuat kerja sama ekonomi demi menjaga stabilitas kawasan.
Pada pertemuan penting di Blake Island, Seattle, Amerika Serikat, para pemimpin APEC menyepakati visi besar bahwa forum ini akan ikut menggerakkan perekonomian dunia. Sejak saat itu, APEC terus menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai isu perekonomian global, dari perdagangan digital hingga ketahanan pangan.
Baca juga: China akan perkuat APEC di garis depan perekonomian global
Baca juga: China akan perkuat APEC di garis depan perekonomian global
Baca juga: Pemimpin APEC adopsi deklarasi bersama untuk perdalam kerja sama
Baca juga: Pemimpin APEC adopsi deklarasi bersama untuk perdalam kerja sama
Baca juga: Xi umumkan Shenzhen jadi tuan rumah KTT APEC 2026
Baca juga: Xi umumkan Shenzhen jadi tuan rumah KTT APEC 2026
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2021
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Topik tangandewa sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Pembahasan tangandewa semakin meluas dari waktu ke waktu.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik tangandewa sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.