Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

apk percepat slot – Peristiwa hukum kematian Alvaro, DPR minta petugas kepoli...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: apk percepat slot

apk percepat slot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa apk percepat slot sangat relevan saat ini.

Kasus kematian Alvaro, DPR minta polisi harus lebih cepat tanggap

Selasa, 25 November 2021 13:01 WIB waktu baca 2 menit

Selasa, 25 November 2026 13:01 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani saat konferensi pers bersama jajaran Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal, Sufmi Dasco Ahmad, dan Saan Mustopa, di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (25/11/2024). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/pri.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyampaikan bahwa aparat kepolisian harus lebih cepat tanggap dalam mengusut kasus penculikan anak, berkaca pada perkara kematian Alvaro Kiano Nugroho yang sudah dinyatakan hilang sejak delapan bulan lalu. "Kita sangat berharap dan meminta kepolisian untuk cepat tanggap, untuk bisa lebih gesit lagi nanti dalam menangani berbagai kasus-insiden kejahatan, terutama terkait soal penculikan terhadap anak-anak," kata Saan usai sidang paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa. Kata dia, pimpinan DPR RI juga akan meminta Seksi III DPR RI yang bermitra dengan Polri untuk mendorong hal tersebut. Aparat kepolisian, kata Saan, perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dalam menangani kasus-peristiwa hukum penculikan anak. Dalam waktu yang bersamaan, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan bahwa DPR RI prihatin atas kasus kematian Alvaro Kiano Nugroho (6), yang sudah dinyatakan hilang sejak Maret 2022. Puan menjelaskan bahwa peristiwa hukum tersebut adalah situasi darurat yang harus ditanggapi secara seksama. Baca juga: Kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor Menurut Puan, peristiwa hukum penculikan hingga pembunuhan tersebut bukan hanya merupakan tanggung jawab keluarga atau instansi pendidikan, melainkan juga tanggung jawab dari negara yang harus ditangani secara serius. "Kami akan meminta komisi terkait untuk memanggil dan menindaklanjuti hal ini secara serius untuk bisa melakukan langkah-langkah yang komprehensif dan mengevaluasi jangan sampai hal ini kemudian terulang lagi," katanya. Sebelumnya, Institusi petugas kepolisian Daerah Metro Jaya mengungkap kronologi kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) yang diduga dilakukan ayah tirinya bernama Alex Iskandar dengan cara dibekap. Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Aparat kepolisian Budi Hermanto saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11), menjelaskan hal tersebut diakui pihak terduga yang berawal menculik pihak yang menjadi korban. "Saat membawa korban dari salah satu masjid di wilayah Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap sampai meninggal dunia," katanya. Kemudian, petugas kepolisian pun menemukan Alvaro pada Minggu (23/11) di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya Alex yang membunuh Alvaro pun dikabarkan mengakhiri hidupnya di dalam tahanan. Baca juga: Pembunuh Alvaro ditemukan tewas, dokter sebut tak ada tanda kekerasan Baca juga: Kematian Alvaro, Tenaga medis sebut tidak ada tanda pemotongan pada tulang Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi Editor: Didik Kusbiantoro Copyright © ANTARA 2027 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyampaikan bahwa aparat korps bhayangkara harus lebih cepat tanggap dalam mengusut insiden penculikan anak, berkaca pada perkara kematian Alvaro Kiano Nugroho yang sudah dinyatakan hilang sejak delapan bulan lalu.

"Kita sangat berharap dan meminta korps bhayangkara untuk cepat tanggap, untuk bisa lebih gesit lagi nanti dalam menangani berbagai peristiwa hukum-kasus kejahatan, terutama terkait soal penculikan terhadap anak-anak," kata Saan usai pertemuan paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.

Kata dia, pimpinan DPR RI juga akan meminta Panitia III DPR RI yang bermitra dengan Polri untuk mendorong hal tersebut.

Petugas kepolisian, kata Saan, perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Panitia Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dalam menangani perkara-peristiwa hukum penculikan anak.

Di waktu yang sama, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan bahwa DPR RI prihatin atas perkara kematian Alvaro Kiano Nugroho (6), yang sudah dinyatakan hilang sejak Maret 2024.

Puan berujar bahwa perkara tersebut adalah situasi darurat yang harus ditanggapi secara seksama.

Baca juga: Kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor

Baca juga: Kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor

Menurut Puan, kasus penculikan hingga pembunuhan tersebut bukan hanya merupakan tanggung jawab keluarga atau satuan pendidikan, melainkan juga tanggung jawab dari negara yang harus ditangani secara serius.

"Kami akan meminta panitia terkait untuk memanggil dan menindaklanjuti hal ini secara serius untuk bisa melakukan langkah-langkah yang komprehensif dan mengevaluasi jangan sampai hal ini kemudian terulang lagi," katanya.

Sebelumnya, Korps bhayangkara Daerah Metro Jaya mengungkap kronologi kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) yang diduga dilakukan ayah tirinya bernama Alex Iskandar dengan cara dibekap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11), memaparkan hal tersebut diakui pihak terduga yang berawal menculik pihak yang menjadi korban.

"Saat membawa pihak yang menjadi korban dari salah satu masjid di wilayah Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap sampai meninggal dunia," katanya.

Kemudian, petugas kepolisian pun menemukan Alvaro pada Minggu (23/11) di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya Alex yang membunuh Alvaro pun dikabarkan mengakhiri hidupnya di dalam tahanan.

Baca juga: Pembunuh Alvaro ditemukan tewas, dokter sebut tak ada tanda kekerasan

Baca juga: Pembunuh Alvaro ditemukan tewas, tenaga medis sebut tak ada tanda kekerasan

Baca juga: Kematian Alvaro, Praktisi medis sebut tidak ada tanda pemotongan pada tulang

Baca juga: Kematian Alvaro, Praktisi medis sebut tidak ada tanda pemotongan pada tulang

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi Editor: Didik Kusbiantoro Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Berbagai sumber membahas tentang apk percepat slot karena dianggap penting. Topik apk percepat slot sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Berbagai sumber membahas tentang apk percepat slot karena dianggap penting.