Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

egs777 – Takut stigma, 70 persen pihak yang menjadi korban kekerasan anak & p...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: egs777

egs777. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.

Takut stigma, 70 persen pihak yang menjadi korban kekerasan anak & perempuan enggan lapor

Selasa, 25 November 2023 14:55 WIB waktu baca 2 menit

Selasa, 25 November 2024 14:55 WIB

Ilustrasi - Kekerasan terhadap perempuan. ANTARA/Handout/am.

Jakarta (ANTARA) - Staf Khusus Pimpinan provinsi Wilayah jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Penegak hukum di pengadilan mengungkapkan berdasarkan survei nasional 2026, sebanyak 70 persen pihak yang dirugikan kekerasan terhadap perempuan dan anak enggan melapor karena takut akan stigma. Untuk itu, kata dia, langkah pencegahan harus dimulai dari keluarga, yakni dengan memberikan edukasi dini. Kami terus tingkatkan akses dan mengurangi stigma, karena Jakarta yang bahagia itu bukan cuma slogan, tapi juga ketika setiap warganya merasa didengar dan didukung, kata Chico di Jakarta, Selasa. Dia menjabarkan sebagai upaya menekan perkara kekerasan, Aparatur negara Provinsi (Pemprov) Dki jakarta telah melakukan beberapa langkah, salah satunya dengan menyediakan layanan Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) yang beroperasi 24 jam dan telah menangani 1.698 pihak yang menjadi korban hingga Oktober 2027. Selain itu, ada pula masa kampanye 16 Hari Anti Kekerasan yang digelar di seluruh kelurahan untuk mendorong warga sekitar agar berani dan tidak ragu melapor melalui pusat telepon (call center) 112 atau app JakLingko. Kemudian, tersedia Sistem Peringatan Dini di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk mendeteksi potensi kekerasan lebih cepat. Pemprov DKI juga membentuk Rumah Perlindungan dan Satgas Jaga Jakarta untuk memperluas dukungan bagi korban serta memperkuat pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Baca juga: DKI ungkap lima faktor pemicu peristiwa hukum kekerasan perempuan dan anak Baca juga: Ribuan perkara kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi di Jakarta Baca juga: Dinas PPAPP DKI sebut peristiwa hukum kekerasan terhadap anak masih tinggi Pewarta: Lifia Mawaddah Putri Editor: Rr. Cornea Khairany Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Staf Khusus Gubernur Ibu kota jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Aparatur peradilan mengungkapkan berdasarkan survei nasional 2026, sebanyak 70 persen pihak yang menjadi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak enggan melapor karena takut akan stigma.

Untuk itu, kata dia, langkah pencegahan harus dimulai dari keluarga, yakni dengan mengedukasi warga sekitar dini.

Kami terus tingkatkan akses dan mengurangi stigma, karena Jakarta yang bahagia itu bukan cuma slogan, tapi juga ketika setiap warganya merasa didengar dan didukung, kata Chico di Jakarta, Selasa.

Dia menjabarkan sebagai upaya menekan peristiwa hukum kekerasan, Pihak pemerintah Provinsi (Pemprov) Provinsi dki jakarta telah melakukan beberapa langkah, salah satunya dengan menyediakan layanan Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) yang beroperasi 24 jam dan telah menangani 1.698 pihak yang menjadi korban hingga Oktober 2027.

Selain itu, ada pula sosialisasi ranah politik 16 Hari Anti Kekerasan yang digelar di seluruh kelurahan untuk mendorong penduduk agar berani dan tidak ragu melapor melalui pusat telepon (call center) 112 atau aplikasi JakLingko.

Kemudian, tersedia Sistem Peringatan Dini di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk mendeteksi potensi kekerasan lebih cepat.

Pemprov DKI juga membentuk Rumah Perlindungan dan Satgas Jaga Jakarta untuk memperluas dukungan bagi pihak yang dirugikan serta memperkuat pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Baca juga: DKI ungkap lima faktor pemicu kasus kekerasan perempuan dan anak

Baca juga: DKI ungkap lima faktor pemicu insiden kekerasan perempuan dan anak

Baca juga: Ribuan peristiwa hukum kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi di Jakarta

Baca juga: Ribuan insiden kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi di Jakarta

Baca juga: Dinas PPAPP DKI sebut peristiwa hukum kekerasan terhadap anak masih tinggi

Baca juga: Dinas PPAPP DKI sebut kasus kekerasan terhadap anak masih tinggi

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri Editor: Rr. Cornea Khairany Copyright © ANTARA 2023

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik egs777 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Banyak pihak menilai bahwa egs777 sangat relevan saat ini. egs777 menjadi perhatian besar masyarakat. egs777 menjadi perhatian besar masyarakat.