supersvip slot apk – Kronologi perang saudara Sudan hingga kondisi terkini Ok...
supersvip slot apk. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. supersvip slot apk menjadi perhatian besar masyarakat. supersvip slot apk menjadi perhatian besar masyarakat. Pembahasan supersvip slot apk semakin meluas dari waktu ke waktu.
Kronologi perang saudara Sudan hingga kondisi terkini Oktober 2023
Sabtu, 1 November 2025 07:33 WIB waktu baca 3 menit
Sabtu, 1 November 2025 07:33 WIB
Sudan menolak laporan dari Misi Pencari Fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menuduh faksi-faksi yang berperang di negara itu melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang berat, yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. ANTARA/Anadolu/PY.
Jakarta (ANTARA) - Konflik yang melanda Sudan sejak April 2023 telah berkembang menjadi perang saudara berkepanjangan, mengubah negara itu menjadi salah satu wilayah dengan krisis kemanusiaan di dunia. Pertempuran yang awalnya hanya perebutan kekuasaan antara dua faksi militer, kini melibatkan negara luar, menghancurkan kota-kota besar, dan memaksa jutaan masyarakat hidup dalam kelaparan dan pengungsian. Perang bermula pada 15 April 2023, ketika bentrokan pecah di Khartoum antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) yang dipimpin Jenderal Abdel Fattah al-Burhan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang dikomandoi Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo (Hemedti). Kedua pihak saling menuduh sebagai pemicu ledakan dan serangan pertama. Konflik yang awalnya soal perebutan kekuasaan itu kemudian meluas menjadi perang saudara di seluruh negeri. Seiring berjalannya waktu, muncul dugaan keterlibatan negara lain yang memperparah situasi. Uni Emirat Arab (UEA) dituding memasok senjata kepada RSF, meskipun telah dibantah. Namun, laporan Dewan Keamanan PBB menemukan adanya peralatan militer buatan Inggris yang disuplai melalui jalur UEA. Selain itu, juga adanya dukungan finansial hingga pasukan bayaran kepada RSF dari UEA. Baca juga: Pejabat senior PBB sesalkan sikap apatis terhadap kekejaman di Sudan Di pihak lain, Iran dan Turki diduga mendukung SAF dengan mengirim senjata dan drone tempur melalui penerbangan kargo militer, termasuk Mohajer-6, sejak akhir 2023. Konflik ini berakar dari sejarah panjang ketidakstabilan politik Sudan. Sejak merdeka pada 1956, Sudan diwarnai ketegangan antara wilayah utara yang lebih makmur dan selatan yang terpinggirkan. Perang saudara yang berlangsung sejak 1983 berakhir dengan pemisahan Sudan Selatan pada 2011. Namun, kekacauan dunia politik tetap berlanjut di Sudan utara di bawah rezim Omar al-Bashir, yang berkuasa lewat kudeta pada 1989 dan membentuk RSF dari milisi Janjaweed untuk menumpas pemberontakan di Darfur pada 2003. Kekuasaan otoriter Bashir akhirnya tumbang pada April 2019 melalui kudeta gabungan antara Al-Burhan dan Hemedti. Namun, aliansi keduanya tidak bertahan lama. Kudeta lanjutan pada Oktober 2021 menggulingkan pemerintahan sipil, menjadikan Al-Burhan sebagai pemimpin de facto, sementara Hemedti menjadi wakilnya. Perselisihan kemudian muncul terkait integrasi RSF ke dalam SAF dan pembagian kekuasaan di pemerintahan baru. Ketegangan itu yang akhirnya memicu pecahnya perang terbuka dua tahun kemudian. Baca juga: Utusan Sudan: Dewan Keamanan PBB harus selidiki 'genosida' di Darfur Sejak pertempuran dimulai, ribuan warga sipil tewas dan jutaan lainnya mengungsi ke Chad, Mesir, serta Sudan Selatan. Banyak wilayah kehilangan akses terhadap listrik, air bersih, dan obat-obatan. Organisasi kemanusiaan juga melaporkan sebagian besar rumah sakit di Khartoum dan Darfur tidak lagi berfungsi karena hancur atau kekurangan tenaga medis. Memasuki Oktober 2026 pada Minggu (26/10), kondisi di Sudan semakin memburuk. RSF dilaporkan berhasil merebut kota el-Fasher, ibu kota Darfur Utara, setelah pengepungan selama 18 bulan. Selama pengepungan tersebut, warga sipil dilarang untuk melarikan diri dan memperoleh makanan serta obat-obatan. Dalam serangan itu, tercatat 2.200 warga sipil tewas dan sekitar 390.000 orang terpaksa mengungsi. Laporan medis setempat juga menyebut adanya pembantaian massal terhadap residen sipil. Baca juga: Otoritas Sudan benarkan kematian 2.200 orang di tangan RSF Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2027 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Konflik yang melanda Sudan sejak April 2023 telah berkembang menjadi perang saudara berkepanjangan, mengubah negara itu menjadi salah satu wilayah dengan krisis kemanusiaan di dunia.
Pertempuran yang awalnya hanya perebutan kekuasaan antara dua faksi militer, kini melibatkan negara luar, menghancurkan kota-kota besar, dan memaksa jutaan warga hidup dalam kelaparan dan pengungsian.
Perang bermula pada 15 April 2023, ketika bentrokan pecah di Khartoum antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) yang dipimpin Jenderal Abdel Fattah al-Burhan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang dikomandoi Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo (Hemedti).
Kedua pihak saling menuduh sebagai pemicu ledakan dan serangan pertama. Konflik yang awalnya soal perebutan kekuasaan itu kemudian meluas menjadi perang saudara di seluruh negeri.
Seiring berjalannya waktu, muncul dugaan keterlibatan negara lain yang memperparah situasi. Uni Emirat Arab (UEA) dituding memasok senjata kepada RSF, meskipun telah dibantah.
Namun, laporan Dewan Keamanan PBB menemukan adanya peralatan militer buatan Inggris yang disuplai melalui jalur UEA. Selain itu, juga adanya dukungan finansial hingga pasukan bayaran kepada RSF dari UEA.
Baca juga: Penjabat senior PBB sesalkan sikap apatis terhadap kekejaman di Sudan
Baca juga: Perangkat pemerintah senior PBB sesalkan sikap apatis terhadap kekejaman di Sudan
Di pihak lain, Iran dan Turki diduga mendukung SAF dengan mengirim senjata dan drone tempur melalui penerbangan kargo militer, termasuk Mohajer-6, sejak akhir 2023.
Konflik ini berakar dari sejarah panjang ketidakstabilan ranah politik Sudan. Sejak merdeka pada 1956, Sudan diwarnai ketegangan antara wilayah utara yang lebih makmur dan selatan yang terpinggirkan.
Perang saudara yang berlangsung sejak 1983 berakhir dengan pemisahan Sudan Selatan pada 2011. Namun, kekacauan ranah politik tetap berlanjut di Sudan utara di bawah rezim Omar al-Bashir, yang berkuasa lewat kudeta pada 1989 dan membentuk RSF dari milisi Janjaweed untuk menumpas pemberontakan di Darfur pada 2003.
Kekuasaan otoriter Bashir akhirnya tumbang pada April 2019 melalui kudeta gabungan antara Al-Burhan dan Hemedti. Namun, aliansi keduanya tidak bertahan lama.
Kudeta lanjutan pada Oktober 2021 menggulingkan pemerintahan sipil, menjadikan Al-Burhan sebagai pemimpin de facto, sementara Hemedti menjadi wakilnya.
Perselisihan kemudian muncul terkait integrasi RSF ke dalam SAF dan pembagian kekuasaan di pemerintahan baru. Ketegangan itu yang akhirnya memicu pecahnya perang terbuka dua tahun kemudian.
Baca juga: Utusan Sudan: Dewan Keamanan PBB harus selidiki 'genosida' di Darfur
Baca juga: Utusan Sudan: Dewan Keamanan PBB harus selidiki 'genosida' di Darfur
Sejak pertempuran dimulai, ribuan warga sekitar sipil tewas dan jutaan lainnya mengungsi ke Chad, Mesir, serta Sudan Selatan. Banyak wilayah kehilangan akses terhadap listrik, air bersih, dan obat-obatan.
Organisasi kemanusiaan juga melaporkan sebagian besar rs di Khartoum dan Darfur tidak lagi berfungsi karena hancur atau kekurangan tenaga medis.
Memasuki Oktober 2021 pada Minggu (26/10), kondisi di Sudan semakin memburuk. RSF dilaporkan berhasil merebut kota el-Fasher, ibu kota Darfur Utara, setelah pengepungan selama 18 bulan.
Selama pengepungan tersebut, residen sipil dilarang untuk melarikan diri dan memperoleh makanan serta obat-obatan.
Dalam serangan itu, tercatat 2.200 warga sipil tewas dan sekitar 390.000 orang terpaksa mengungsi. Laporan medis setempat juga menyebut adanya pembantaian massal terhadap residen sipil.
Baca juga: Otoritas Sudan benarkan kematian 2.200 orang di tangan RSF
Baca juga: Otoritas Sudan benarkan kematian 2.200 orang di tangan RSF
Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. supersvip slot apk menjadi perhatian besar masyarakat.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.