Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

limi slot apk – KBRI Yangon sebut 48 WNI diciduk di sentra online scam Myanmar

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: limi slot apk

limi slot apk. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. limi slot apk menjadi perhatian besar masyarakat.

KBRI Yangon sebut 48 WNI diciduk di sentra online scam Myanmar

Jumat, 21 November 2025 17:47 WIB waktu baca 2 menit

Jumat, 21 November 2022 17:47 WIB

Residen Negara Indonesia (WNI) terduga pihak yang dirugikan TPPO sujud syukur saat tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (18/3/2022). /ANTARA FOTO/POOL/Bayu Pratama S/Spt.

Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar, memastikan sedikitnya 48 WNI ditangkap otoritas Myanmar dalam penggerebekan besar-besaran terhadap jaringan tindak penipuan daring (online scam) di negara tersebut pekan ini. Menurut pernyataan tertulis KBRI Yangon sebagaimana dipantau di Jakarta, Jumat, penggerebekan tersebut terjadi di sebuah sentra tindak penipuan online di wilayah Shwe Koko, negara bagian Kayin, pada Senin (17/11) tengah malam. Mengacu pada informasi awal yang diperoleh dari media nasional Myanmar, terdapat 611 WNA, termasuk 48 WNI yang ditangkap otoritas Myanmar dalam penggerebekan tersebut, demikian pernyataan KBRI Yangon. Namun demikian, menurut informasi yang diperoleh pada Kamis (20/11) dari salah satu WNI yang ditangkap, ada sekitar 200 WNI yang terjaring penggerebekan dan meminta bantuan pemulangan ke Indonesia. KBRI Yangon memastikan penggerebekan terhadap pusat tindak penipuan secara online yang terletak 11 km dari Myawaddy itu merupakan bagian dari masa kampanye nasional pemberantasan jaringan kriminal lintas negara di kawasan perbatasan. Menyusul operasi penggerebekan, KBRI Yangon telah berkoordinasi langsung dengan otoritas Myanmar, untuk meminta akses kekonsuleran dan verifikasi lapangan, serta dengan simpul WNI di Myawaddy untuk pengecekan lebih lanjut. Upaya ini dilakukan untuk memastikan identitas para WNI yang dilaporkan tertangkap serta memastikan kondisi mereka, kata KBRI Yangon. KBRI Yangon memastikan bahwa pihaknya akan menjamin perlindungan penuh terhadap seluruh WNI terdampak, termasuk memfasilitasi kepulangan mereka, serta menjaga koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait baik di Myanmar maupun di Indonesia. Seluruh WNI juga diimbau berhati-hati terhadap tawaran bekerja di luar negeri yang tidak jelas, terutama yang menjanjikan gaji tinggi tanpa proses rekrutmen resmi, serta selalu melakukan konfirmasi kepada instansi resmi sebelum menerima tawaran kerja. Lebih lanjut, KBRI Yangon menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah menangani ratusan WNI yang diduga terlibat dalam sindikat penipuan online, termasuk 48 WNI yang diciduk dalam operasi di Shwe Koko. Selain itu, terdapat 170 WNI yang masih menunggu proses pemindahan ke lokasi aman oleh otoritas setempat serta 54 WNI eks-KK Park yang sudah berada di area setempat aman dan telah diizinkan untuk meninggalkan Myanmar. Baca juga: Junta Myanmar hancurkan seratusan pusat operasi "online scam" Baca juga: Pihak yang menjadi korban TPPO online scam didominasi Gen-Z dan lulusan S2 Pewarta: Nabil Ihsan Editor: Primayanti Copyright © ANTARA 2021 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar, memastikan sedikitnya 48 WNI ditangkap otoritas Myanmar dalam penggerebekan besar-besaran terhadap jaringan tindak penipuan online (online scam) di negara tersebut pekan ini.

Menurut pernyataan tertulis KBRI Yangon sebagaimana dipantau di Jakarta, Jumat, penggerebekan tersebut terjadi di sebuah sentra aksi menipu secara online di wilayah Shwe Koko, negara bagian Kayin, pada Senin (17/11) tengah malam.

Mengacu pada informasi awal yang diperoleh dari media nasional Myanmar, terdapat 611 WNA, termasuk 48 WNI yang ditangkap otoritas Myanmar dalam penggerebekan tersebut, demikian pernyataan KBRI Yangon.

Namun demikian, menurut informasi yang diperoleh pada Kamis (20/11) dari salah satu WNI yang ditangkap, ada sekitar 200 WNI yang terjaring penggerebekan dan meminta bantuan pemulangan ke Indonesia.

KBRI Yangon memastikan penggerebekan terhadap pusat penipuan online yang terletak 11 km dari Myawaddy itu merupakan bagian dari kampanye nasional pemberantasan jaringan kriminal lintas negara di kawasan perbatasan.

Menyusul operasi penggerebekan, KBRI Yangon telah berkoordinasi langsung dengan otoritas Myanmar, untuk meminta akses kekonsuleran dan verifikasi lapangan, serta dengan simpul WNI di Myawaddy untuk pengecekan lebih lanjut.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan identitas para WNI yang dilaporkan tertangkap serta memastikan kondisi mereka, kata KBRI Yangon.

KBRI Yangon memastikan bahwa pihaknya akan menjamin perlindungan penuh terhadap seluruh WNI terdampak, termasuk memfasilitasi kepulangan mereka, serta menjaga koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait baik di Myanmar maupun di Indonesia.

Seluruh WNI juga diimbau berhati-hati terhadap tawaran bekerja di luar negeri yang tidak jelas, terutama yang menjanjikan gaji tinggi tanpa proses rekrutmen resmi, serta selalu melakukan konfirmasi kepada instansi resmi sebelum menerima tawaran kerja.

Lebih lanjut, KBRI Yangon menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah menangani ratusan WNI yang diduga terlibat dalam sindikat tindak penipuan secara online, termasuk 48 WNI yang diciduk dalam operasi di Shwe Koko.

Selain itu, terdapat 170 WNI yang masih menunggu proses pemindahan ke lokasi aman oleh otoritas setempat serta 54 WNI eks-KK Park yang sudah berada di area setempat aman dan telah diizinkan untuk meninggalkan Myanmar.

Baca juga: Junta Myanmar hancurkan seratusan pusat operasi "online scam"

Baca juga: Junta Myanmar hancurkan seratusan pusat operasi "online scam"

Baca juga: Pihak yang menjadi korban TPPO online scam didominasi Gen-Z dan lulusan S2

Baca juga: Pihak yang menjadi korban TPPO online scam didominasi Gen-Z dan lulusan S2

Pewarta: Nabil Ihsan Editor: Primayanti Copyright © ANTARA 2027

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan limi slot apk semakin meluas dari waktu ke waktu.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa limi slot apk sangat relevan saat ini. Pembahasan limi slot apk semakin meluas dari waktu ke waktu.