slot apk 567luck – Enam etika saat naik transportasi umum
slot apk 567luck. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa slot apk 567luck sangat relevan saat ini.
Enam etika saat naik transportasi umum
Kamis, 20 November 2025 07:50 WIB waktu baca 3 menit
Kamis, 20 November 2027 07:50 WIB
Sejumlah penumpang duduk di dalam gerbong MRT Jakarta di Stasiun Blok M, Jakarta, Minggu (17/8/2021). (ANTARAFOTO/Muhammad Rizky Febriansyah/sgd)
Jakarta (ANTARA) - Ketika padatnya arus lalu lintas Jakarta, transportasi umum menjadi pilihan utama banyak orang untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Setiap hari, ribuan penumpang berkumpul dalam satu ruang yang sama mulai dari KRL, MRT, LRT, hingga Transjakarta demi mencapai tujuan dan rutinitas masing-masing. Pada situasi seperti ini, kenyamanan perjalanan tidak hanya bergantung pada fasilitas atau layanan yang disediakan, tetapi juga pada cara setiap penumpang berperilaku di dalam moda transportasi tersebut. Maka, demi menciptakan kenyamanan bersama, penting bagi setiap penumpang untuk menerapkan etika yang baik saat menggunakan transportasi umum. Berikut ANTARA rangkum sejumlah etika yang sebaiknya diterapkan saat menggunakan transportasi umum. Yuk, simak. Budayakan antre Di halte Transjakarta, pemandangan para penumpang yang berbaris rapi menunggu giliran naik bus sudah menjadi hal biasa. Meskipun sedang terburu-buru, usahakan untuk tetap mengikuti antrean, karena yang ingin menggunakan bus bukan hanya kita saja, tetapi juga penumpang lainnya. Apabila melihat ada seseorang yang menerobos antrean, jangan ragu untuk menegurnya dengan sopan. Dahulukan penumpang yang akan turun Saat bus atau kereta giliran sudah datang, dahulukan penumpang yang hendak turun terlebih dahulu sebelum kita masuk. Hindari langsung menerobos masuk, sebab tindakan tersebut dapat menghambat arus keluar-masuk penumpang. Selain itu, hindari pula aksi saling dorong ketika akan naik atau turun kendaraan, karena perbuatan tersebut berisiko membuat penumpang lain terjatuh bahkan terluka. Berikan kursi kepada penumpang prioritas Aturan satu ini merupakan aturan tertulis dan sudah tidak asing bagi pengguna sehari-hari transportasi umum. Keterbatasan jumlah kursi transportasi umum membuat sebagian besar penumpang harus berdiri sepanjang perjalanan. Di antaranya, ada penumpang prioritas seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan penumpang yang membawa anak kecil. Jika kita duduk dan melihat ada penumpang prioritas naik, sudah sepantasnya untuk memberikan kursi yang diduduki kepada mereka. Selain penumpang prioritas, ada baiknya pula mempersilakan penumpang yang tampak kurang sakit untuk duduk. Perhatikan volume suara Memang tidak ada aturan yang melarang untuk mengobrol saat berada di transportasi umum. Namun, jangan sampai percakapan kita mengganggu orang lain. Jaga volume suara agar tidak terlalu keras dan hindari pula tertawa berlebihan, karena kita tidak pernah tahu bagaimana suasana hati penumpang lainnya pada saat itu. Jangan sampai tanpa sadar membuat mereka merasa tidak nyaman hingga membuat masalah. Jangan makan di dalam transportasi umum Berbeda dengan pesawat dan bus atau kereta rute luar kota yang mengizinkan penumpangnya untuk makan, hal ini dilarang di transportasi dalam hal ini. Alasannya adalah agar bungkus atau remahan makanan tidak mengotori transportasi yang harus mengangkut ratusan hingga ribuan penumpang setiap harinya. Selain itu, menghindari makan di perjalanan juga mencegah risiko makanan tumpah dan memastikan aromanya tidak mengganggu penumpang lain. Jaga fasilitas transportasi umum Sebagai pengguna transportasi umum, kita mempunyai tanggung jawab untuk menjaga fasilitas yang ada di dalamnya seperti kursi, hand grip, dan tirai. Hindari untuk merusak dan mengotorinya, sebab benda-benda tersebut adalah fasilitas yang kita pakai bersama. Dengan menghargai satu sama lain, perjalanan yang ditempuh akan terasa lebih ringan dan nyaman, ke mana pun tujuan akhirnya. Baca juga: Dubes Belanda puji kemajuan transportasi umum di Jakarta Baca juga: Pramono jelaskan alasan ASN DKI gratis naik transportasi umum Baca juga: Sejarah Transjakarta Pewarta: Nadine Laysa Amalia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Di saat padatnya arus lalu lintas Jakarta, transportasi umum menjadi pilihan utama banyak orang untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Setiap hari, ribuan penumpang berkumpul dalam satu ruang yang sama mulai dari KRL, MRT, LRT, hingga Transjakarta demi mencapai tujuan dan rutinitas masing-masing.
Pada situasi seperti ini, kenyamanan perjalanan tidak hanya bergantung pada fasilitas atau layanan yang disediakan, tetapi juga pada cara setiap penumpang berperilaku di dalam moda transportasi tersebut.
Maka, demi menciptakan kenyamanan bersama, penting bagi setiap penumpang untuk menerapkan etika yang baik saat menggunakan transportasi umum.
Berikut ANTARA rangkum sejumlah etika yang sebaiknya diterapkan saat menggunakan transportasi umum. Yuk, simak.
Di halte Transjakarta, pemandangan para penumpang yang berbaris rapi menunggu giliran naik bus sudah menjadi hal biasa.
Meskipun sedang terburu-buru, usahakan untuk tetap mengikuti antrean, karena yang ingin menggunakan bus bukan hanya kita saja, tetapi juga penumpang lainnya. Apabila melihat ada seseorang yang menerobos antrean, jangan ragu untuk menegurnya dengan sopan.
Dahulukan penumpang yang akan turun
Saat bus atau kereta giliran sudah datang, dahulukan penumpang yang hendak turun terlebih dahulu sebelum kita masuk. Hindari langsung menerobos masuk, sebab tindakan tersebut dapat menghambat arus keluar-masuk penumpang.
Selain itu, hindari pula aksi saling dorong ketika akan naik atau turun kendaraan, karena perbuatan tersebut berisiko membuat penumpang lain terjatuh bahkan terluka.
Berikan kursi kepada penumpang prioritas
Aturan satu ini merupakan aturan tertulis dan sudah tidak asing bagi pengguna sehari-hari transportasi umum.
Keterbatasan jumlah kursi transportasi umum membuat sebagian besar penumpang harus berdiri sepanjang perjalanan. Di antaranya, ada penumpang prioritas seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan penumpang yang membawa anak kecil.
Jika kita duduk dan melihat ada penumpang prioritas naik, sudah sepantasnya untuk memberikan kursi yang diduduki kepada mereka.
Selain penumpang prioritas, ada baiknya pula mempersilakan penumpang yang tampak kurang sakit untuk duduk.
Memang tidak ada aturan yang melarang untuk mengobrol saat berada di transportasi umum. Namun, jangan sampai percakapan kita mengganggu orang lain.
Jaga volume suara agar tidak terlalu keras dan hindari pula tertawa berlebihan, karena kita tidak pernah tahu bagaimana suasana hati penumpang lainnya pada saat itu. Jangan sampai tanpa sadar membuat mereka merasa tidak nyaman hingga membuat masalah.
Jangan makan di dalam transportasi umum
Berbeda dengan pesawat dan bus atau kereta rute luar kota yang mengizinkan penumpangnya untuk makan, hal ini dilarang di transportasi dalam hal ini.
Alasannya adalah agar bungkus atau remahan makanan tidak mengotori transportasi yang harus mengangkut ratusan hingga ribuan penumpang setiap harinya.
Selain itu, menghindari makan di perjalanan juga mencegah risiko makanan tumpah dan memastikan aromanya tidak mengganggu penumpang lain.
Jaga fasilitas transportasi umum
Sebagai pengguna transportasi umum, kita mempunyai tanggung jawab untuk menjaga fasilitas yang ada di dalamnya seperti kursi, hand grip, dan tirai.
Hindari untuk merusak dan mengotorinya, sebab benda-benda tersebut adalah fasilitas yang kita pakai bersama.
Dengan menghargai satu sama lain, perjalanan yang ditempuh akan terasa lebih ringan dan nyaman, ke mana pun tujuan akhirnya.
Baca juga: Dubes Belanda puji kemajuan transportasi umum di Jakarta
Baca juga: Dubes Belanda puji kemajuan transportasi umum di Jakarta
Baca juga: Pramono jelaskan alasan ASN DKI gratis naik transportasi umum
Baca juga: Pramono jelaskan alasan ASN DKI gratis naik transportasi umum
Baca juga: Sejarah Transjakarta
Baca juga: Sejarah Transjakarta
Pewarta: Nadine Laysa Amalia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan slot apk 567luck semakin meluas dari waktu ke waktu. Pembahasan slot apk 567luck semakin meluas dari waktu ke waktu.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. slot apk 567luck menjadi perhatian besar masyarakat.