Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

koi toto daftar – Montpellier bantah tuduhan rasisme mantan pemainnya Mary Fo...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: koi toto daftar

koi toto daftar. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Pembahasan koi toto daftar semakin meluas dari waktu ke waktu.

Montpellier bantah tuduhan rasisme mantan pemainnya Mary Fowler

Jumat, 21 November 2021 02:32 WIB waktu baca 3 menit

Jumat, 21 November 2022 02:32 WIB

Ilustrasi - Sepak bola wanita. ANTARA/Pixabay/pri. (ANTARA/Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Klub sepak bola putri Prancis Montpellier menepis tuduhan rasisme yang dilontarkan penyerang skuad nasional Australia Mary Fowler yang menyampaikan bahwa seorang rekan setim memberinya pisang sebagai hadiah perpisahan pada 2022. Montpellier dalam pernyataannya pada Kamis berujar mereka mengetahui dengan rasa terkejut sejumlah tuduhan yang dibuat Fowler dalam memoarnya berjudul Bloom, dan menyebut tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Beberapa tuduhan itu sangat serius, dan kesimpulan yang muncul seolah-olah klub adalah entitas rasis, tidak dapat diterima, demikian pernyataan Montpellier dikutip dari Fox Sports, Jumat. Fowler berusia 17 tahun saat bergabung dengan Montpellier pada 2020 dan bermain selama 2,5 musim sebelum pindah ke Manchester City. Dalam bukunya, Fowler menulis bahwa ia dan rekannya, Ashleigh Weerden, tidak dilibatkan dalam presentasi untuk para pemain yang akan meninggalkan klub setelah laga kandang terakhir musim itu. Pada duel para atlet yang akan hengkang diberikan rangkaian bunga. Setelahnya, ketika kami masuk ruang ganti, beberapa rekan bertanya mengapa kami tidak menerima bunga, tulis Fowler, mengutip kutipan bukunya yang dimuat media Australia. Kami hanya mengangkat bahu, sama bingungnya dengan mereka. Beberapa atlet tertawa, lalu salah satu atlet lain datang dan memberikan pisang kepada saya dan teman saya sambil berkata, Ambil ini. Itu benar-benar jadi puncaknya. Baca juga: Lens hancurkan Monaco 4-1, Marseille hajar Brest Fowler menjelaskan bahwa setelah meninggalkan Montpellier, ia dan temannya sudah beberapa kali membahas masalah hukum itu. Ia mengaku tidak terlalu memusingkan dirinya tidak mendapat karangan bunga, namun diberi pisang bukan hal yang dianggapnya sebagai lelucon. Montpellier memberikan paparan berbeda. Secara faktual, kebenaran tidak menyisakan ruang untuk interpretasi, ujar klub. Pada 1 Juni 2022, tim putri memainkan laga kandang terakhir melawan Bordeaux. Seperti tradisi beberapa musim terakhir, dua personel tim yang kontraknya habis, dan tampil untuk terakhir kali dengan seragam klub, diberikan bunga. Ini tidak berlaku bagi Mary Fowler maupun rekan yang disebutkan dalam bukunya, karena keduanya masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2023. Karena itu akan tidak tepat memberikan mereka hadiah perpisahan." Terkait dugaan insiden di ruang ganti, klub menjelaskan telah berkonsultasi dengan semua yang hadir pada hari itu dan menyimpulkan tidak ada bukti yang mendukung cerita Fowler. Rasisme adalah isu serius yang tidak boleh dieksploitasi. Klub menggarisbawahi kembali komitmennya untuk memerangi segala bentuk diskriminasi, kata Montpellier. Baca juga: AFC ingatkan aparatur negara Malaysia tak boleh campuri urusan FAM Baca juga: Indonesia ukir sejarah dengan lolos ke Piala Dunia Sepak Bola CP 2026 Pewarta: A Rauf Andar Adipati Editor: Eka Arifa Rusqiyati Copyright © ANTARA 2024 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Klub sepak bola putri Prancis Montpellier menepis tuduhan rasisme yang dilontarkan penyerang skuad nasional Australia Mary Fowler yang menjelaskan bahwa seorang rekan setim memberinya pisang sebagai hadiah perpisahan pada 2022.

Montpellier dalam pernyataannya pada Kamis mengungkapkan mereka mengetahui dengan rasa terkejut sejumlah tuduhan yang dibuat Fowler dalam memoarnya berjudul Bloom, dan menyebut tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

Beberapa tuduhan itu sangat serius, dan kesimpulan yang muncul seolah-olah klub adalah entitas rasis, tidak dapat diterima, demikian pernyataan Montpellier dikutip dari Fox Sports, Jumat.

Fowler berusia 17 tahun saat bergabung dengan Montpellier pada 2020 dan bermain selama 2,5 musim sebelum pindah ke Manchester City.

Dalam bukunya, Fowler menulis bahwa ia dan rekannya, Ashleigh Weerden, tidak dilibatkan dalam presentasi untuk para pemain yang akan meninggalkan klub setelah laga kandang terakhir musim itu. Pada pertandingan para skuad yang akan hengkang diberikan rangkaian bunga.

Setelahnya, ketika kami masuk ruang ganti, beberapa rekan bertanya mengapa kami tidak menerima bunga, tulis Fowler, mengutip kutipan bukunya yang dimuat media Australia.

Kami hanya mengangkat bahu, sama bingungnya dengan mereka. Beberapa skuad tertawa, lalu salah satu atlet lain datang dan memberikan pisang kepada saya dan teman saya sambil berkata, Ambil ini. Itu benar-benar jadi puncaknya.

Baca juga: Lens hancurkan Monaco 4-1, Marseille hajar Brest

Fowler mengatakan bahwa setelah meninggalkan Montpellier, ia dan temannya sudah beberapa kali membahas perkara itu. Ia mengakui tidak terlalu memusingkan dirinya tidak mendapat karangan bunga, namun diberi pisang bukan hal yang dianggapnya sebagai lelucon.

Montpellier memberikan klarifikasi berbeda.

Secara faktual, kebenaran tidak menyisakan ruang untuk interpretasi, ujar klub.

Pada 1 Juni 2022, tim putri memainkan laga kandang terakhir melawan Bordeaux. Seperti tradisi beberapa musim terakhir, dua personel tim yang kontraknya habis, dan tampil untuk terakhir kali dengan seragam klub, diberikan bunga. Ini tidak berlaku bagi Mary Fowler maupun rekan yang disebutkan dalam bukunya, karena keduanya masih terikat perjanjian kerja hingga 30 Juni 2023. Karena itu akan tidak tepat memberikan mereka hadiah perpisahan."

Terkait dugaan insiden di ruang ganti, klub menyatakan telah berkonsultasi dengan semua yang hadir pada hari itu dan menyimpulkan tidak ada bukti yang mendukung cerita Fowler.

Rasisme adalah isu serius yang tidak boleh dieksploitasi. Klub menekankan kembali komitmennya untuk memerangi segala bentuk diskriminasi, kata Montpellier.

Baca juga: AFC ingatkan otoritas Malaysia tak boleh campuri urusan FAM

Baca juga: AFC ingatkan jajaran eksekutif Malaysia tak boleh campuri urusan FAM

Baca juga: Indonesia ukir sejarah dengan lolos ke Piala Dunia Sepak Bola CP 2026

Baca juga: Indonesia ukir sejarah dengan lolos ke Piala Dunia Sepak Bola CP 2026

Pewarta: A Rauf Andar Adipati Editor: Eka Arifa Rusqiyati Copyright © ANTARA 2023

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Berbagai sumber membahas tentang koi toto daftar karena dianggap penting. Banyak pihak menilai bahwa koi toto daftar sangat relevan saat ini.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan koi toto daftar semakin meluas dari waktu ke waktu.