Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

pusatwin – BPBD Jakut bantah banjir di Pelabuhan Sunda Kelapa akibat rob

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: pusatwin

pusatwin. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.

BPBD Jakut bantah banjir di Pelabuhan Sunda Kelapa akibat rob

Selasa, 25 November 2021 21:27 WIB waktu baca 2 menit

Selasa, 25 November 2026 21:27 WIB

Petugas BPBD Jakarta Utara meninjau kondisi air yang merendam kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (25/11/2025) sore. ANTARA/HO-BPBD Jakarta Utara

Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta Utara (BPBD Jakut) membantah banjir di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Ancol, Jakarta Utara akibat banjir rob atau banjir pesisir, pada Selasa. "Banjir setinggi 15 sentimeter di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa bukan karena banjir rob tapi pekerjaan di tempat peristiwa tersebut," kata Kepala Satgas BPBD Jakarta Utara Vitus Dwi Indarto di Jakarta, Selasa. Ia mengatakan mendapatkan informasi adanya banjir rob di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa pada Selasa siang. Dirinya langsung meminta personel BPBD Jakarta Utara untuk meninjau ke lokasi Pelabuhan Sunda Kelapa di Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan dan memang ada genangan air setinggi 15 sentimeter sekitar pukul 16.30 WIB. Ia menyampaikan genangan air tersebut bukan karena tanggul jebol atau mengalami kerusakan. Baca juga: Banjir rob landa Kepulauan Seribu Menurut pihak keamanan pelabuhan, genangan air tersebut karena adanya pekerjaan atau proyek di area pelabuhan sehingga menyebabkan banjir. "Pihak keamanan pelabuhan menyatakan akan melakukan penanganan terhadap genangan tersebut," kata dia. Setelah itu, personel meninjau situasi permukiman warga dan akses Jalan RE Martadinata yang biasanya terdampak banjir rob. "Tadi sore tidak terjadi rob dan jalan bisa dilalui kendaraan serta aktifitas warga sekitar berjalan normal," kata dia. Sebelumnya, BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok telah menyampaikan peringatan dini banjir pesisir (rob) yang diprediksi terjadi pada 18 November hingga 26 November 2023. Baca juga: BPBD: Banjir rob di Jakarta Utara sudah surut Kondisi ini terjadi karena adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase bulan baru yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta. Pada Selasa pukul 16.00 WIB tinggi muka air di pintu Pasar Ikan setinggi 212 sentimeter atau dalam status siaga dua. Pewarta: Mario Sofia Nasution Editor: Edy Sujatmiko Copyright © ANTARA 2022 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta Utara (BPBD Jakut) membantah banjir di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Ancol, Jakarta Utara akibat banjir rob atau banjir pesisir, pada Selasa.

"Banjir setinggi 15 sentimeter di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa bukan karena banjir rob tapi pekerjaan di tempat peristiwa hukum tersebut," kata Kepala Satgas BPBD Jakarta Utara Vitus Dwi Indarto di Jakarta, Selasa.

Ia menuturkan mendapatkan informasi adanya banjir rob di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa pada Selasa siang.

Dirinya langsung meminta personel BPBD Jakarta Utara untuk meninjau ke lokasi Pelabuhan Sunda Kelapa di Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan dan memang ada genangan air setinggi 15 sentimeter sekitar pukul 16.30 WIB.

Ia menyampaikan genangan air tersebut bukan karena tanggul jebol atau mengalami kerusakan.

Baca juga: Banjir rob landa Kepulauan Seribu

Baca juga: Banjir rob landa Kepulauan Seribu

Menurut pihak keamanan pelabuhan, genangan air tersebut karena adanya pekerjaan atau proyek di area pelabuhan sehingga menyebabkan banjir.

"Pihak keamanan pelabuhan menyatakan akan melakukan penanganan terhadap genangan tersebut," kata dia.

Setelah itu, personel meninjau situasi permukiman masyarakat dan akses Jalan RE Martadinata yang biasanya terdampak banjir rob.

"Tadi sore tidak terjadi rob dan jalan bisa dilalui kendaraan serta aktifitas residen berjalan normal," kata dia.

Sebelumnya, BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok telah menyampaikan peringatan dini banjir pesisir (rob) yang diprediksi terjadi pada 18 November hingga 26 November 2021.

Baca juga: BPBD: Banjir rob di Jakarta Utara sudah surut

Baca juga: BPBD: Banjir rob di Jakarta Utara sudah surut

Kondisi ini terjadi karena adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase bulan baru yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta.

Pada Selasa pukul 16.00 WIB tinggi muka air di pintu Pasar Ikan setinggi 212 sentimeter atau dalam status siaga dua.

Pewarta: Mario Sofia Nasution Editor: Edy Sujatmiko Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Topik pusatwin sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Berbagai sumber membahas tentang pusatwin karena dianggap penting. Berbagai sumber membahas tentang pusatwin karena dianggap penting. Topik pusatwin sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.