Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

serubet.com – Kepala BNN serukan peran pelajar luar negeri untuk Indonesia Em...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: serubet.com

serubet.com. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa serubet.com sangat relevan saat ini. Banyak pihak menilai bahwa serubet.com sangat relevan saat ini.

Kepala BNN serukan peran pelajar luar negeri untuk Indonesia Emas 2045

Minggu, 23 November 2021 20:10 WIB waktu baca 3 menit

Minggu, 23 November 2024 20:10 WIB

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Petugas kepolisian Suyudi Ario Seto. (ANTARA FOTO/HO-PPI)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Aparat kepolisian Suyudi Ario Seto, menekankan peran penting pelajar Indonesia di luar negeri dalam mendukung bonus demografi dan visi Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikan Suyudi dalam Retreat Leadership yang dihadiri 68 ketua PPI dari berbagai negara dan pengurus PPI Dunia, yang berlangsung secara daring pada Sabtu. "Acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran pemuda dan pelajar Indonesia di luar negeri sebagai bagian penting dalam menyongsong bonus demografi 2030 dan visi besar Indonesia Emas 2045," katanya dalam pengumuman resmi PPI di Jakarta, Ahad. Suyudi menuturkan pelajar Indonesia di luar negeri memiliki peran penting sebagai kekuatan intelektual bangsa yang tidak hanya membawa pulang pengetahuan, tetapi juga integritas moral dan daya juang untuk membangun negeri. Saat ini, terdapat 120.000 anggota PPI Dunia yang tersebar di berbagai negara. Namun, angka tersebut masih sangat kecil dibanding total pelajar Indonesia yang mencapai hampir 60 juta orang. Suyudi mengingatkan agar kesempatan belajar di luar negeri tidak disia-siakan, karena menurut dia hal itu bukan hanya hasil kecerdasan, tetapi juga keberuntungan. "Tidak semua orang bisa berada di posisi kalian saat ini. Gunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya dengan mengapai ilmu, tingkatkan keterampilan, dan persembahkan kepada keluarga, penduduk setempat, dan Indonesia," katanya. Di hadapan peserta retret, Suyudi menyiratkan dengan kuat bahwa pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada pertumbuhan kondisi ekonomi, tetapi harus mengintegrasikan unsur-unsur kemanusiaan, budaya, dan kebudayaan sebagai kekuatan internal untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan dan mensejahterakan penduduk. Kekuatan internal seperti sumber daya manusia, kebudayaan, dan penguasaan ilmu pengetahuan adalah variabel bebas yang sangat penting untuk kinerja situasi ekonomi. "Pembangunan tidak hanya bergantung pada kekuatan eksternal, tetapi harus diperkuat kreativitas dan ilmu pengetahuan. Kecerdasan akademik tanpa moral, semangat nasionalisme, dan kesadaran budaya akan membuat masa depan bangsa tidak kokoh," katanya. Pada kesempatan itu, Suyudi juga menyampaikan ancaman barang haram terhadap generasi muda yang tidak mengenal batas negara. Kata dia, pelajar di luar negeri rentan terhadap paparan narkotika baik karena tekanan akademik, lingkungan pergaulan, maupun keterbatasan kontrol kemasyarakatan budaya. "BNN hadir bukan untuk menghukum, tetapi melindungi. Kita ingin memastikan pelajar Indonesia di luar negeri tidak menjadi pihak yang dirugikan penyalahgunaan narkotika karena tanpa generasi bersih dan sehat, Indonesia Emas 2045 hanya menjadi slogan kosong," katanya. Ia menyiratkan dengan kuat bahwa BNN bersama kementerian terkait akan memperkuat kolaborasi dengan organisasi pelajar internasional, termasuk PPI Dunia, untuk memastikan pencegahan dan pendampingan dapat berjalan secara sistematis. Acara retret ini menandai babak baru komitmen kolaboratif antara PPI Dunia dan organ negara, khususnya BNN, untuk mewujudkan generasi muda yang cerdas, berdaya saing global, dan bebas narkoba yang menjadi pondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. "Perluas cakrawala ilmu, bangun relasi tanpa batas, dan bawalah negerimu menuju kejayaan. Indonesia membutuhkan kalian, pulanglah setelah selesai kuliah dan bangunlah Indonesia," katanya. Baca juga: Pimpinan Tripartit Nasional: Kinerja BNN dukung Indonesia Emas 2045 Pewarta: Asri Mayang Sari Editor: M Razi Rahman Copyright © ANTARA 2024 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, menekankan peran penting pelajar Indonesia di luar negeri dalam mendukung bonus demografi dan visi Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Suyudi dalam Retreat Leadership yang dihadiri 68 ketua PPI dari berbagai negara dan pengurus PPI Dunia, yang berlangsung secara daring pada Sabtu.

"Acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran pemuda dan pelajar Indonesia di luar negeri sebagai bagian penting dalam menyongsong bonus demografi 2030 dan visi besar Indonesia Emas 2045," katanya dalam siaran pers PPI di Jakarta, Ahad.

Suyudi menjelaskan pelajar Indonesia di luar negeri memiliki peran penting sebagai kekuatan intelektual bangsa yang tidak hanya membawa pulang pengetahuan, tetapi juga integritas moral dan daya juang untuk membangun negeri.

Saat ini, terdapat 120.000 anggota PPI Dunia yang tersebar di berbagai negara. Namun, angka tersebut masih sangat kecil dibanding total pelajar Indonesia yang mencapai hampir 60 juta orang.

Suyudi mengingatkan agar kesempatan belajar di luar negeri tidak disia-siakan, karena kata dia hal itu bukan hanya hasil kecerdasan, tetapi juga keberuntungan.

"Tidak semua orang bisa berada di posisi kalian saat ini. Gunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya dengan mengapai ilmu, tingkatkan keterampilan, dan persembahkan kepada keluarga, kalangan masyarakat, dan Indonesia," katanya.

Di hadapan peserta retret, Suyudi menyiratkan dengan kuat bahwa pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada kinerja situasi ekonomi, tetapi harus mengintegrasikan unsur-unsur kemanusiaan, budaya, dan kebudayaan sebagai kekuatan internal untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan dan mensejahterakan masyarakat.

Kekuatan internal seperti sumber daya manusia, kebudayaan, dan penguasaan ilmu pengetahuan adalah variabel bebas yang sangat penting untuk laju pertumbuhan kondisi ekonomi.

"Pembangunan tidak hanya bergantung pada kekuatan eksternal, tetapi harus diperkuat kreativitas dan ilmu pengetahuan. Kecerdasan akademik tanpa moral, semangat nasionalisme, dan kesadaran budaya akan membuat masa depan bangsa tidak kokoh," katanya.

Pada kesempatan itu, Suyudi juga menyampaikan ancaman narkotika dan obat terlarang terhadap generasi muda yang tidak mengenal batas negara.

Ujar dia, pelajar di luar negeri rentan terhadap paparan narkotika baik karena tekanan akademik, lingkungan pergaulan, maupun keterbatasan kontrol sosial budaya.

"BNN hadir bukan untuk menghukum, tetapi melindungi. Kita ingin memastikan pelajar Indonesia di luar negeri tidak menjadi pihak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika karena tanpa generasi bersih dan sehat, Indonesia Emas 2045 hanya menjadi slogan kosong," katanya.

Ia menggarisbawahi bahwa BNN bersama lembaga kementerian terkait akan memperkuat kolaborasi dengan organisasi pelajar internasional, termasuk PPI Dunia, untuk memastikan pencegahan dan pendampingan dapat berjalan secara sistematis.

Acara retret ini menandai babak baru komitmen kolaboratif antara PPI Dunia dan institusi negara, khususnya BNN, untuk mewujudkan generasi muda yang cerdas, berdaya saing global, dan bebas narkoba yang menjadi pondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.

"Perluas cakrawala ilmu, bangun relasi tanpa batas, dan bawalah negerimu menuju kejayaan. Indonesia membutuhkan kalian, pulanglah setelah selesai kuliah dan bangunlah Indonesia," katanya.

Baca juga: Pimpinan Tripartit Nasional: Kinerja BNN dukung Indonesia Emas 2045

Baca juga: Pimpinan Tripartit Nasional: Kinerja BNN dukung Indonesia Emas 2045

Pewarta: Asri Mayang Sari Editor: M Razi Rahman Copyright © ANTARA 2021

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Berbagai sumber membahas tentang serubet.com karena dianggap penting. Topik serubet.com sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.