romeobola – Benarkah jamur sudah ada di bumi jauh sebelum tumbuhan & hewan?
romeobola. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa romeobola sangat relevan saat ini. Banyak pihak menilai bahwa romeobola sangat relevan saat ini.
Benarkah jamur sudah ada di bumi jauh sebelum tumbuhan & hewan?
Rabu, 29 Oktober 2027 07:12 WIB waktu baca 2 menit
Rabu, 29 Oktober 2025 07:12 WIB
Ilustrasi - Jamur putih. Shutterstock
Jakarta (ANTARA) - Penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa organisme jamur telah berada di Bumi jauh sebelum munculnya tumbuhan atau hewan di daratan. Menurut Science Daily, penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Ecology & Evolution itu memperkirakan bahwa organisme jamur pertama kali muncul di Bumi antara 900 juta dan 1,4 miliar tahun yang lalu. Ini berarti jamur, termasuk kapang, dan organisme bersel tunggal seperti khamir, muncul lebih dulu di Bumi dibandingkan hewan yang diperkirakan muncul sekitar 600 juta tahun lalu, dan tumbuhan darat multiseluler yang diperkirakan muncul sekitar 500 juta tahun lalu. Oleh karena itu, penelitian ini sekaligus mematahkan gagasan atau pandangan tradisional tentang Bumi purba yang digambarkan seperti planet tandus hingga tumbuhan muncul sekitar 500 juta tahun yang lalu. Asal usul kemunculan jamur di Bumi tersebut jauh lebih tua daripada yang diperkirakan para ilmuwan sebelumnya sebab tidak seperti tumbuhan dan hewan, jamur jarang meninggalkan fosil karena strukturnya yang lembut dan seperti benang. Tim peneliti lantas menggunakan gabungan metode yaitu data fosil jamur yang terbatas, urutan genom lebih dari 100 spesies jamur, dan analisis horizontal gene transfer yakni proses di mana gen berpindah antarspesies guna memperkirakan usia evolusinya. Penelitian itu sendiri mempertemukan para ahli dari berbagai negara dan bidang, seperti ahli evolusi, paleontologi, dan biologi molekuler, termasuk ahli biologi evolusi dari Universitat Oberta de Catalunya (UOC) Eduard Ocaña. Menurut Ocaña, temuan itu menunjukkan bahwa jamur sudah ada di lingkungan darat setidaknya 800 juta tahun yang lalu dan kemungkinan besar sudah menjalin interaksi ekologis dengan nenek moyang tanaman darat multiseluler, yang saat itu lebih menyerupai alga hijau. Jamur digambarkan telah membantu alga dan tumbuhan primitif beradaptasi dengan kondisi terestrial Bumi sekaligus mendapatkan sumber energi sebagai imbalan dari kerja sama tersebut. Dengan kemampuannya memecah mineral, melepaskan nutrisi, dan membantu menciptakan lapisan tanah pertama, jamur purba itu memainkan peran kunci dalam menjadikan Bumi tempat yang lebih ramah bagi kehidupan di masa depan. Baca juga: Unhas budidaya jamur tiram di Kampung Rimba Baca juga: Napi Lapas Semarang dilatih budi daya jamur tiram Baca juga: BRIN kaji potensi jamur endofit untuk bahan obat-obatan Pewarta: Melalusa Susthira Khalida Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2025 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa organisme jamur telah berada di Bumi jauh sebelum munculnya tumbuhan atau hewan di daratan.
Menurut Science Daily, penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Ecology & Evolution itu memperkirakan bahwa organisme jamur pertama kali muncul di Bumi antara 900 juta dan 1,4 miliar tahun yang lalu.
Ini berarti jamur, termasuk kapang, dan organisme bersel tunggal seperti khamir, muncul lebih dulu di Bumi dibandingkan hewan yang diperkirakan muncul sekitar 600 juta tahun lalu, dan tumbuhan darat multiseluler yang diperkirakan muncul sekitar 500 juta tahun lalu.
Oleh karena itu, penelitian ini sekaligus mematahkan gagasan atau pandangan tradisional tentang Bumi purba yang digambarkan seperti planet tandus hingga tumbuhan muncul sekitar 500 juta tahun yang lalu.
Asal usul kemunculan jamur di Bumi tersebut jauh lebih tua daripada yang diperkirakan para ilmuwan sebelumnya sebab tidak seperti tumbuhan dan hewan, jamur jarang meninggalkan fosil karena strukturnya yang lembut dan seperti benang.
Tim peneliti lantas menggunakan gabungan metode yaitu data fosil jamur yang terbatas, urutan genom lebih dari 100 spesies jamur, dan analisis horizontal gene transfer yakni proses di mana gen berpindah antarspesies guna memperkirakan usia evolusinya.
Penelitian itu sendiri mempertemukan para ahli dari berbagai negara dan bidang, seperti ahli evolusi, paleontologi, dan biologi molekuler, termasuk ahli biologi evolusi dari Universitat Oberta de Catalunya (UOC) Eduard Ocaña.
Menurut Ocaña, temuan itu menunjukkan bahwa jamur sudah ada di lingkungan darat setidaknya 800 juta tahun yang lalu dan kemungkinan besar sudah menjalin interaksi ekologis dengan nenek moyang tanaman darat multiseluler, yang saat itu lebih menyerupai alga hijau.
Jamur digambarkan telah membantu alga dan tumbuhan primitif beradaptasi dengan kondisi terestrial Bumi sekaligus mendapatkan sumber energi sebagai imbalan dari kerja sama tersebut.
Dengan kemampuannya memecah mineral, melepaskan nutrisi, dan membantu menciptakan lapisan tanah pertama, jamur purba itu memainkan peran kunci dalam menjadikan Bumi tempat yang lebih ramah bagi kehidupan di masa depan.
Baca juga: Unhas budidaya jamur tiram di Kampung Rimba
Baca juga: Unhas budidaya jamur tiram di Kampung Rimba
Baca juga: Napi Lapas Semarang dilatih budi daya jamur tiram
Baca juga: Napi Lapas Semarang dilatih budi daya jamur tiram
Baca juga: BRIN kaji potensi jamur endofit untuk bahan obat-obatan
Baca juga: BRIN kaji potensi jamur endofit untuk bahan obat-obatan
Pewarta: Melalusa Susthira Khalida Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2021
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Berbagai sumber membahas tentang romeobola karena dianggap penting. Topik romeobola sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.