alfa77 – Dispusip DKI jadikan perpustakaan sebagai ruang kreatif bagi semua
alfa77. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. alfa77 menjadi perhatian besar masyarakat.
Dispusip DKI jadikan perpustakaan sebagai ruang kreatif bagi semua
Selasa, 25 November 2021 18:58 WIB waktu baca 2 menit
Selasa, 25 November 2024 18:58 WIB
Kepala Dispusip Provinsi Wilayah jakarta Nasruddin Djoko Surjono (kanan) saat meninjau Pameran Motinggo Busye di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin di Jakarta, Selasa (25/11/2022). ANTARA/HO-Dispusip Ibu kota jakarta
Jakarta (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi Ibu kota jakarta, menjadikan perpustakaan sebagai ruang kreatif bagi para sastrawan, seniman dan kalangan masyarakat. "Saya berharap perpustakaan ini menjadi rumah kita. Ruang untuk berkreasi, berinovasi dan membuka kembali catatan-catatan lama guna merefleksikan kondisi pada hari ini," kata Kepala Dispusip Provinsi Wilayah jakarta Nasruddin Djoko Surjono saat membuka pameran arsip dan manuskrip perjalanan kreatif sastrawan Motinggo Busye di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Jakarta, Selasa. Ia menekankan komitmen jajaran eksekutif setempat untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang kreatif yang hidup bagi para sastrawan, seniman dan komunitas. Ia juga mengucapkan terima kasih kehadiran para pegiat sastra dan menyebut momen ini sebagai ruang pertemuan yang hangat antara karya, refleksi dan kebudayaan. Lebih jauh, ia menilai karya-karya Motinggo Busye memiliki nilai estetik dan rekam jejak kebudayaan yang penting untuk dirawat. Menurut dia, Motinggo Busye tokoh sastra yang multitalenta, menghasilkan ratusan karya, mulai dari puisi, prosa, hingga skenario film, yang mencerminkan dinamika sosial publik Indonesia. "Karya seperti ini tidak boleh hilang. Minimal, di sini harus ada. Dan siapa lagi kalau bukan kita yang merawatnya," ujarnya. Pameran arsip dan manuskrip Motinggo Busye memamerkan korespondensi, catatan profesional, dokumentasi visual, hingga publikasi historis yang merekam perkembangan estetik dan perjalanan kreatif sang penulis. Ia menyebut, langkah ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga warisan sastra Indonesia agar tetap relevan dan dapat diakses generasi berikutnya. "Pameran ini menghadirkan sosok penting dalam sastra Indonesia, yang terus mencari bentuk ekspresi baru dan memberi pandangan segar tentang kehidupan publik," ujarnya. Pameran Motinggo Busye berlangsung pada 25 November hingga 14 Desember di PDS HB Jassin, Lantai 4 Gedung Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Pameran ini tidak dipungut biaya. Baca juga: Peran orang tua dinilai penting untuk tumbuhkan minat baca anak Baca juga: Perpustakaan diharapkan jadi ruang promosi karya Baca juga: Pramono tekankan pentingnya literasi bagi anak usia dini Pewarta: Khaerul Izan Editor: Edy Sujatmiko Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi Jakarta, menjadikan perpustakaan sebagai ruang kreatif bagi para sastrawan, seniman dan kalangan masyarakat.
"Saya berharap perpustakaan ini menjadi rumah kita. Ruang untuk berkreasi, berinovasi dan membuka kembali catatan-catatan lama guna merefleksikan kondisi pada hari ini," kata Kepala Dispusip Provinsi Wilayah jakarta Nasruddin Djoko Surjono saat membuka pameran arsip dan manuskrip perjalanan kreatif sastrawan Motinggo Busye di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Jakarta, Selasa.
Ia memastikan kembali komitmen pemerintah setempat untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang kreatif yang hidup bagi para sastrawan, seniman dan komunitas.
Ia juga mengapresiasi kehadiran para pegiat sastra dan menyebut momen ini sebagai ruang pertemuan yang hangat antara karya, refleksi dan kebudayaan. Lebih jauh, ia menilai karya-karya Motinggo Busye memiliki nilai estetik dan rekam jejak kebudayaan yang penting untuk dirawat. Kata dia, Motinggo Busye tokoh sastra yang multitalenta, menghasilkan ratusan karya, mulai dari puisi, prosa, hingga skenario film, yang mencerminkan dinamika kehidupan sosial masyarakat setempat Indonesia. "Karya seperti ini tidak boleh hilang. Minimal, di sini harus ada. Dan siapa lagi kalau bukan kita yang merawatnya," ujarnya.
Pameran arsip dan manuskrip Motinggo Busye memamerkan korespondensi, catatan profesional, dokumentasi visual, hingga publikasi historis yang merekam perkembangan estetik dan perjalanan kreatif sang penulis. Ia menyebut, langkah ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga warisan sastra Indonesia agar tetap relevan dan dapat diakses generasi berikutnya. "Pameran ini menghadirkan sosok penting dalam sastra Indonesia, yang terus mencari bentuk ekspresi baru dan memberi pandangan segar tentang kehidupan komunitas," ujarnya. Pameran Motinggo Busye berlangsung pada 25 November hingga 14 Desember di PDS HB Jassin, Lantai 4 Gedung Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
Pameran ini tidak dipungut biaya.
Baca juga: Peran orang tua dinilai penting untuk tumbuhkan minat baca anak
Baca juga: Peran orang tua dinilai penting untuk tumbuhkan minat baca anak
Baca juga: Perpustakaan diharapkan jadi ruang promosi karya
Baca juga: Perpustakaan diharapkan jadi ruang promosi karya
Baca juga: Pramono tekankan pentingnya literasi bagi anak usia dini
Baca juga: Pramono tekankan pentingnya literasi bagi anak usia dini
Pewarta: Khaerul Izan Editor: Edy Sujatmiko Copyright © ANTARA 2021
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. alfa77 menjadi perhatian besar masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa alfa77 sangat relevan saat ini. Pembahasan alfa77 semakin meluas dari waktu ke waktu.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.