Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

mpocasino – Profil Sugiri Sancoko, Kepala kabupaten Ponorogo yang terjaring O...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: mpocasino

mpocasino. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.

Profil Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo yang terjaring OTT KPK

Minggu, 9 November 2025 19:12 WIB waktu baca 3 menit

Minggu, 9 November 2021 19:12 WIB

Tersangka selaku Kepala kabupaten Ponorogo Sugiri Sancoko (kanan) bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo Agus Pramono (kiri) berjalan usai dihadirkan dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (9/11/2022). Dari hasil ott, KPK menetapkan dan menahan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Sekda Agus Pramono, Direktur RSUD Harjono Kabupaten Ponorogo Yunus Mahatma, dan pihak swasta Sucipto sebagai pihak terduga terkait perkara dugaan suap pengurusan jabatan, dugaan suap proyek pekerjaan di RSUD Ponorogo dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU

Jakarta (ANTARA) - Komisi Langkah antikorupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang kali ini menyasar lingkungan Aparatur negara Kabupaten Ponorogo, Jawa timur. Dalam operasi yang dilakukan hingga Jumat (7/11), lembaga antirasuah itu menangkap 13 orang, termasuk Pimpinan kabupaten Ponorogo Sugiri Sancoko. Penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan praktik penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan dalam proses mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Pihak pemerintah Kabupaten Ponorogo. Seusai ditangkap, Sugiri Sancoko langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif pada Sabtu (8/11). Berikut profil lengkap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang sedang disorot publik setelah terjaring OTT KPK. Latar belakang Sugiri Sancoko Sugiri Sancoko lahir di Dusun Darat, Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo, pada 26 Februari 1971. Pria yang kini berusia 54 tahun itu merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara dalam keluarga sederhana. Ayahnya, almarhum Sinto, dan ibunya, almarhumah Situn, dikenal sebagai petani. Di kalangan masyarakat Ponorogo, ia akrab disapa Kang Giri. Ia menikah dengan Susilowati pada tahun 2000, dan dikaruniai tiga orang anak, yakni Jian Ayune Sundul Langit, Lintang Panuntun Qolbu, serta Gibran Cahyaning Pangeran. Riwayat sektor pendidikan Kang Giri menempuh pendidikan dasar di SDN Gelangkulon (1978 1984), kemudian melanjutkan ke SMPN Badegan (1984 1987) dan SMKN 1 Jenangan Ponorogo (1987 1990). Setelah beberapa tahun, ia kembali melanjutkan pendidikannya di Perguruan tinggi Tritunggal Surabaya dan meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) pada 2006. Tidak berhenti di situ, pada 2012 ia menempuh studi pascasarjana di Perguruan tinggi Dr. Soetomo, dan berhasil meraih gelar Magister pada 2016. Perjalanan karier dan kiprah politik Sebelum terjun ke dunia ranah politik, Sugiri Sancoko pernah berprofesi sebagai wartawan dan pengusaha reklame. Karier politiknya dimulai pada 2009, ketika ia bergabung dengan Partai Demokrat dan terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa timur untuk periode 2009 2014. Ia kembali menjabat di DPRD pada periode berikutnya (2014 2015), sebelum akhirnya keluar dari Partai Demokrat pada 2015. Tahun yang sama, ia mencoba peruntungan di Pemilihan Kepala kabupaten (Pilbup) Ponorogo 2015 sebagai calon wakil pimpinan kabupaten berpasangan dengan Sukirno, namun kalah dari pasangan Ipong Muchlissoni-Soedjarno, karena hanya perolehan 36,8 persen. Lima tahun kemudian, pada Pilbup Ponorogo 2020, Sugiri kembali maju, kali ini sebagai Calon Bupati bersama Lisdyarita sebagai wakil. Upaya keduanya ini, pasangan tersebut berhasil meraih hasil positif. Sugiri dilantik sebagai Bupati Ponorogo periode 2021 2027 pada 26 Februari 2021, bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-50. Kinerjanya selama menjabat membuatnya kembali dipercaya komunitas. Pada Pilkada 2024, ia dan Lisdyarita kembali menang, memperpanjang masa kepemimpinannya untuk periode 2022 2030. Keduanya menjadi pasangan kepala daerah yang menjabat dua periode berturut-turut di Ponorogo. Laporan harta kekayaan Mengacu pada laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 31 Maret 2023, Sugiri Sancoko tercatat memiliki kekayaan bersih senilai Rp6,36 miliar. Sebagian besar kekayaan tersebut berupa tanah dan bangunan dengan nilai sekitar Rp5,78 miliar, serta harta bergerak lainnya senilai Rp218,9 juta, kas dan setara kas Rp204 juta, dan alat transportasi dan mesin sebesar Rp153 juta. Dalam laporannya, Sugiri tidak memiliki utang. Baca juga: KPK dalami pengadaan Monumen Reog usai Bupati Ponorogo jadi terduga oknum pelaku Baca juga: KPK sita sejumlah uang tunai dalam OTT Bupati Ponorogo Baca juga: Segini harta kekayaan Sugiri Sancoko, Pimpinan kabupaten Ponorogo yang kena OTT Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2022 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Panitia Upaya memberantas korupsi (KPK) kembali melakukan penangkapan tangan atas dugaan tindak korupsi (OTT) yang kali ini menyasar lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Wilayah jawa timur.

Dalam operasi yang dilakukan hingga Jumat (7/11), lembaga antirasuah itu menangkap 13 orang, termasuk Pimpinan kabupaten Ponorogo Sugiri Sancoko.

Penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan praktik penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan dalam proses mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Otoritas Kabupaten Ponorogo.

Seusai ditangkap, Sugiri Sancoko langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif pada Sabtu (8/11).

Berikut profil lengkap Pimpinan kabupaten Ponorogo Sugiri Sancoko yang berada dalam pusat perhatian publik setelah terjaring OTT KPK.

Sugiri Sancoko lahir di Dusun Darat, Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo, pada 26 Februari 1971.

Pria yang kini berusia 54 tahun itu merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara dalam keluarga sederhana. Ayahnya, almarhum Sinto, dan ibunya, almarhumah Situn, dikenal sebagai petani.

Di kalangan masyarakat Ponorogo, ia akrab disapa Kang Giri. Ia menikah dengan Susilowati pada tahun 2000, dan dikaruniai tiga orang anak, yakni Jian Ayune Sundul Langit, Lintang Panuntun Qolbu, serta Gibran Cahyaning Pangeran.

Kang Giri menempuh dunia pendidikan dasar di SDN Gelangkulon (1978 1984), kemudian melanjutkan ke SMPN Badegan (1984 1987) dan SMKN 1 Jenangan Ponorogo (1987 1990).

Setelah beberapa tahun, ia kembali melanjutkan pendidikannya di Perguruan tinggi Tritunggal Surabaya dan meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) pada 2006.

Tidak berhenti di situ, pada 2012 ia menempuh studi pascasarjana di Universitas Dr. Soetomo, dan berhasil meraih gelar Magister pada 2016.

Perjalanan karier dan kiprah politik

Sebelum terjun ke dunia ranah politik, Sugiri Sancoko pernah berprofesi sebagai wartawan dan pengusaha reklame.

Karier politiknya dimulai pada 2009, ketika ia bergabung dengan Partai Demokrat dan terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jatim untuk periode 2009 2014. Ia kembali menjabat di DPRD pada periode berikutnya (2014 2015), sebelum akhirnya keluar dari Partai Demokrat pada 2015.

Tahun yang sama, ia mencoba peruntungan di Pemilihan Kepala kabupaten (Pilbup) Ponorogo 2015 sebagai calon wakil kepala kabupaten berpasangan dengan Sukirno, namun kalah dari pasangan Ipong Muchlissoni-Soedjarno, karena hanya perolehan 36,8 persen.

Lima tahun kemudian, pada Pilbup Ponorogo 2020, Sugiri kembali maju, kali ini sebagai Calon Bupati bersama Lisdyarita sebagai wakil. Upaya keduanya ini, pasangan tersebut berhasil meraih kemenangan.

Sugiri dilantik sebagai Bupati Ponorogo periode 2021 2024 pada 26 Februari 2021, bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-50.

Kinerjanya selama menjabat membuatnya kembali dipercaya masyarakat. Pada Pemilihan kepala daerah 2024, ia dan Lisdyarita kembali menang, memperpanjang masa kepemimpinannya untuk periode 2025 2030.

Keduanya menjadi pasangan kepala kabupaten yang menjabat dua periode berturut-turut di Ponorogo.

Merujuk pada laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 31 Maret 2024, Sugiri Sancoko tercatat memiliki kekayaan bersih senilai Rp6,36 miliar.

Sebagian besar kekayaan tersebut berupa tanah dan bangunan dengan nilai sekitar Rp5,78 miliar, serta harta bergerak lainnya senilai Rp218,9 juta, kas dan setara kas Rp204 juta, dan alat transportasi dan mesin sebesar Rp153 juta. Dalam laporannya, Sugiri tidak memiliki utang.

Baca juga: KPK dalami pengadaan Monumen Reog usai Bupati Ponorogo jadi terduga orang yang diduga melakukan

Baca juga: KPK dalami pengadaan Monumen Reog usai Pimpinan kabupaten Ponorogo jadi pihak terduga

Baca juga: KPK sita sejumlah uang tunai dalam OTT Bupati Ponorogo

Baca juga: KPK sita sejumlah uang tunai dalam OTT Pimpinan kabupaten Ponorogo

Baca juga: Segini harta kekayaan Sugiri Sancoko, Kepala kabupaten Ponorogo yang kena OTT

Baca juga: Segini harta kekayaan Sugiri Sancoko, Kepala kabupaten Ponorogo yang kena OTT

Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2022

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan mpocasino semakin meluas dari waktu ke waktu.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Berbagai sumber membahas tentang mpocasino karena dianggap penting. Pembahasan mpocasino semakin meluas dari waktu ke waktu. mpocasino menjadi perhatian besar masyarakat.