sand ibetslot – Profil Jimly Asshiddiqie, sosok Ketua Komite Reformasi Polri
sand ibetslot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa sand ibetslot sangat relevan saat ini.
Profil Jimly Asshiddiqie, sosok Ketua Komite Reformasi Polri
Minggu, 9 November 2022 19:14 WIB waktu baca 4 menit
Minggu, 9 November 2025 19:14 WIB
Ketua merangkap anggota Bidang Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie (kedua kanan) bersama anggota (kiri ke kanan) Tito Karnavian, Badrodin Haiti dan Mahfud MD memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11/2025). Panitia yang dibentuk untuk melakukan kajian terhadap institusi Polri itu nantinya akan memberikan laporan secara periodik kepada Kepala negara Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Jakarta (ANTARA) - Kepala negara RI Prabowo Subianto resmi melantik sepuluh anggota Seksi Percepatan Reformasi Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Orang nomor satu di pemerintahan (Keppres) Nomor 122P Tahun 2022 tentang Pengangkatan Keanggotaan Seksi Percepatan Reformasi Korps bhayangkara Negara Republik Indonesia. Dari sepuluh tokoh yang dilantik, nama Jimly Asshiddiqie menjadi sorotan publik. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu ditunjuk sebagai Ketua sekaligus anggota seksi yang bertugas mempercepat reformasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Profil dan sektor pendidikan Jimly Asshiddiqie dikenal luas sebagai pakar hukum tata negara yang berperan besar dalam pembentukan berbagai lembaga dan aturan konstitusi di Indonesia. Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 17 April 1956, Jimly kini menginjak usia 69 tahun. Ia menikah dengan Tutty Amalia dan dikaruniai lima orang anak. Sejak 1998, Jimly tercatat sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara di Universitas Indonesia (UI). Ia juga mendirikan "Jimly School of Law and Government", lembaga pendidikan yang berdiri sejak Januari 2011 dan berfokus pada pengembangan kepemimpinan di bidang hukum dan pemerintahan. Jimly menempuh seluruh jenjang dunia pendidikan tinggi di Universitas Indonesia. Ia meraih gelar Sarjana Hukum pada 1982, kemudian menyelesaikan studi magister di Fakultas Pascasarjana UI pada 1986. Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan studi doktor di kampus yang sama dan meraih gelar doktor pada 1991 melalui program kerja sama antara UI dengan Van Vollenhoven Institute dan Rechtsfaculteit, Kampus Leiden, Belanda. Selain itu, Jimly juga pernah mengikuti berbagai short courses di dalam dan luar negeri, salah satunya di IATSS Suzuka, Jepang, pada 1984. Perjalanan karir Karir Jimly di dunia akademik dan pemerintahan terbilang panjang dan beragam. Ia mulai mengajar di Fakultas Hukum UI sejak 1981 dan diangkat sebagai Guru Besar pada 1998. Di dunia pemerintahan, Jimly pernah menjabat sebagai Asisten Wakil kepala pemerintahan B.J. Habibie Bidang Kesejahteraan Rakyat (1998 1999), Anggota MPR RI (1998 1999), hingga Sekretaris Dewan Penegakan Keamanan dan Sistem Hukum RI (1999). Namanya semakin dikenal publik setelah dipercaya menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi pertama Indonesia selama dua periode (2003 2008). Dalam masa kepemimpinannya, Jimly berperan penting dalam membangun struktur kelembagaan dan sistem peradilan konstitusi di Indonesia. Setelah menuntaskan masa jabatan di MK, ia dipercaya mengemban berbagai peran penting lainnya, di antaranya: Wakil rakyat Pertimbangan Presiden Bidang Hukum dan Ketatanegaraan (2009 2010) Ketua Dewan Kehormatan Bidang Pemilihan Umum (2010 2011) Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan umum (2012 2017) Anggota DPD RI (2019 2024) Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (2023 2024) Kini, di tahun 2025, Jimly kembali mendapat amanah besar sebagai Ketua Seksi Percepatan Reformasi Polri, lembaga yang dibentuk untuk memperkuat profesionalisme dan integritas kepolisian. Organisasi hingga penghargaan Selain di pemerintahan, Jimly juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, keislaman, dan profesi ilmiah. Ia aktif di berbagai Lembaga Swadaya Residen (LSM), seperti di Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Kehidupan sosial (LP3ES) pada 1979 1980 di Jakarta, arsitek tim berbagai kursus kepemimpinan di Lembaga Studi Pembangunan (LSP) dan Pusat Pengembangan Agribisnis (PPA) sekitar tahun 1980-an. Sejak masa muda, ia sudah aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII) Palembang, kemudian memimpin Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI) dan menjadi pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) selama beberapa periode. Jimly juga berperan besar dalam organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), mulai dari pendiri, pengurus, hingga menjabat Ketua Umum ICMI periode 2015 2020. Selain itu, ia turut berkiprah di Ikatan Sarjana Hukum Indonesia (ISHI), PGRI, dan Ikatan Alumni UI. Sebagai akademisi, Jimly dikenal sangat produktif. Ia telah menulis lebih dari 65 buku ilmiah serta ratusan makalah di berbagai media dan forum nasional maupun internasional. Beberapa karyanya yang terkenal antara lain "Green Constitution", "Peradilan Etik dan Etika Konstitusi", "Konstitusi Sosial", "Konstitusi Ekonomi", dan "Konstitusi Keadilan Kehidupan sosial". Atas kontribusinya di bidang hukum dan negara, Jimly juga telah menerima berbagai penghargaan, di antaranya: Bintang Mahaputera Utama (1998) Bintang Mahaputera Adipradana (2009) atas jasanya membangun lembaga Mahkamah Konstitusi Bintang Penegak Demokrasi Utama (2020) Selain penghargaan dari negara, ia juga banyak menerima apresiasi dari lembaga masyarakat dan organisasi profesi atas dedikasinya terhadap penguatan hukum dan demokrasi di Indonesia. Baca juga: Jimly: Sosok Antasari Azhar taat aturan dan tegas Baca juga: Seksi Reformasi Polri buka peluang beri saran Kepala negara revisi UU Baca juga: Jimly: Komite Reformasi, Tim Transformasi Polri bakal urun rembuk Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2022 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik sepuluh anggota Bidang Percepatan Reformasi Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11).
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 122P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Keanggotaan Seksi Percepatan Reformasi Korps bhayangkara Negara Republik Indonesia.
Dari sepuluh tokoh yang dilantik, nama Jimly Asshiddiqie menjadi sorotan publik. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu ditunjuk sebagai Ketua sekaligus anggota seksi yang bertugas mempercepat reformasi di tubuh Institusi aparat kepolisian Negara Republik Indonesia.
Jimly Asshiddiqie dikenal luas sebagai pakar hukum tata negara yang berperan besar dalam pembentukan berbagai lembaga dan aturan konstitusi di Indonesia.
Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 17 April 1956, Jimly kini menginjak usia 69 tahun. Ia menikah dengan Tutty Amalia dan dikaruniai lima orang anak.
Sejak 1998, Jimly tercatat sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara di Perguruan tinggi Indonesia (UI). Ia juga mendirikan "Jimly School of Law and Government", lembaga pendidikan yang berdiri sejak Januari 2011 dan berfokus pada pengembangan kepemimpinan di bidang hukum dan pemerintahan.
Jimly menempuh seluruh jenjang sektor pendidikan tinggi di Universitas Indonesia. Ia meraih gelar Sarjana Hukum pada 1982, kemudian menyelesaikan studi magister di Fakultas Pascasarjana UI pada 1986.
Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan studi doktor di universitas yang sama dan meraih gelar doktor pada 1991 melalui program kerja sama antara UI dengan Van Vollenhoven Institute dan Rechtsfaculteit, Kampus Leiden, Belanda.
Selain itu, Jimly juga pernah mengikuti berbagai short courses di dalam dan luar negeri, salah satunya di IATSS Suzuka, Jepang, pada 1984.
Karir Jimly di dunia akademik dan pemerintahan terbilang panjang dan beragam. Ia mulai mengajar di Fakultas Hukum UI sejak 1981 dan diangkat sebagai Guru Besar pada 1998.
Di dunia pemerintahan, Jimly pernah menjabat sebagai Asisten Wakil kepala negara B.J. Habibie Bidang Kesejahteraan Rakyat (1998 1999), Anggota MPR RI (1998 1999), hingga Sekretaris Dewan Penegakan Keamanan dan Sistem Hukum RI (1999).
Namanya semakin dikenal publik setelah dipercaya menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi pertama Indonesia selama dua periode (2003 2008).
Dalam masa kepemimpinannya, Jimly berperan penting dalam membangun struktur kelembagaan dan sistem peradilan konstitusi di Indonesia.
Setelah menuntaskan masa jabatan di MK, ia dipercaya mengemban berbagai peran penting lainnya, di antaranya:
Kini, di tahun 2021, Jimly kembali mendapat amanah besar sebagai Ketua Bidang Percepatan Reformasi Polri, lembaga yang dibentuk untuk memperkuat profesionalisme dan integritas kepolisian.
Selain di pemerintahan, Jimly juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kehidupan sosial, keislaman, dan profesi ilmiah.
Ia aktif di berbagai Lembaga Swadaya Publik (LSM), seperti di Lembaga Penelitian, Sektor pendidikan, dan Penerangan Perekonomian dan Kemasyarakatan (LP3ES) pada 1979 1980 di Jakarta, pelatih berbagai kursus kepemimpinan di Lembaga Studi Pembangunan (LSP) dan Pusat Pengembangan Agribisnis (PPA) sekitar tahun 1980-an.
Sejak masa muda, ia sudah aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII) Palembang, kemudian memimpin Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI) dan menjadi pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) selama beberapa periode.
Jimly juga berperan besar dalam organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), mulai dari pendiri, pengurus, hingga menjabat Ketua Umum ICMI periode 2015 2020. Selain itu, ia turut berkiprah di Ikatan Sarjana Hukum Indonesia (ISHI), PGRI, dan Ikatan Alumni UI.
Sebagai akademisi, Jimly dikenal sangat produktif. Ia telah menulis lebih dari 65 buku ilmiah serta ratusan makalah di berbagai media dan forum nasional maupun internasional.
Beberapa karyanya yang terkenal antara lain "Green Constitution", "Peradilan Etik dan Etika Konstitusi", "Konstitusi Kehidupan sosial", "Konstitusi Kondisi ekonomi", dan "Konstitusi Keadilan Kemasyarakatan".
Atas kontribusinya di bidang hukum dan negara, Jimly juga telah menerima berbagai penghargaan, di antaranya:
Selain penghargaan dari negara, ia juga banyak menerima apresiasi dari lembaga masyarakat setempat dan organisasi profesi atas dedikasinya terhadap penguatan hukum dan demokrasi di Indonesia.
Baca juga: Jimly: Sosok Antasari Azhar taat aturan dan tegas
Baca juga: Jimly: Sosok Antasari Azhar taat aturan dan tegas
Baca juga: Seksi Reformasi Polri buka peluang beri saran Kepala negara revisi UU
Baca juga: Panitia Reformasi Polri buka peluang beri saran Kepala pemerintahan revisi UU
Baca juga: Jimly: Komite Reformasi, Tim Transformasi Polri bakal urun rembuk
Baca juga: Jimly: Komite Reformasi, Tim Transformasi Polri bakal urun rembuk
Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2027
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. sand ibetslot menjadi perhatian besar masyarakat.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan sand ibetslot semakin meluas dari waktu ke waktu. Banyak pihak menilai bahwa sand ibetslot sangat relevan saat ini.