petir500 – Ditinggal Arsitek tim Kepala, Yaya Sunarya: Ah, Sudah Biasa...
petir500. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik petir500 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Infojabar.news, Bandung - Juru racik tim fisik Persib , Yaya Sunarya mengakui situasi ditinggal pelatih kepala sudah menjadi hal yang biasa baginya. Sebelum ditinggal Luis Milla , hal yang sama juga pernah dirasakan saat ditinggal Robert Rene Alberts. "Musim lalu, Robert (Alberts) pun engga ada. Lalu ada jeda dan Luis Milla masuk, tapi sekarang engga ada, akhirnya saya pegang tim. Sebelumnya juga waktu sama Pak Djadjang, pas masuk Radovic sama kondisinya. Bahkan tahun 2003 juga sama saat Juan Paez," kata Yaya Sunarya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung , Senin (17/07/2023). Karena itu, kata Yaya Sunarya situasi itu bukan hal yang baru dan harus tetap berjalan seperti biasa menghadapi Liga 1 2023-2024. Sebab, hal itu menurut dia merupakan situasional. Bahkan bisa dikatakan normal dalam dunia sepak bola. "Bagaimana pun juga, inilah kehidupan, sama seperti kehidupan di luar sepak bola, kadang suka dan duka akan selalu ada. Begitupun kita, di latihan ini kita saling menguatkan, kita bersikap profesional," tandas Yaya Sunarya . "Wajar misalnya ada hal yang berbeda karena tidak ada kehadiran coach dan temen-temannya, tapi kita berusaha untuk menyingkapi itu dengan sikap dan attitude yang normal. Teman-teman juga siap melanjutkan aktivitas mereka sebagai pemain profesional," lanjut Yaya Sunarya . Meski demikian, Yaya yang ditunjuk sebagai arsitek tim sementara Persib ini mengaku kaget dengan keputusan Luis Milla . Sebab, keputusan arsitek tim asal Spanyol itu untuk mundur dilakukan secara tiba-tiba, tepatnya setelah melewati tiga partai di Liga 1. "Jadi sebelum preskon situasinya Luis Milla normal seperti biasa. Mungkin dia coba tetap fokus meski berat, karena setelah masalah hukum itu baru bicara ini bicara itu. Ternyata dia engga bisa fokus," imbuh Yaya. "Tapi kita engga tau ya, karena saya juga engga tau. Kalau misalnya dia punya beban dan engga mau mau bicara. Sampai akhirnya selesai pertandingan (lawan Dewa United) baru dikasih tau," tambah Yaya. Namun, Yaya menghargai dengan keputusan Luis Milla . Apalagi, keputusan itu dihadiri oleh manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), seperti Umuh Muchtar, Kuswara S. Taryono, dan Teddy Tjahjono. "Meskipun Pak Haji Umuh (Komisaris PT PBB) izinkan dia untuk pulang ketemu keluarga, tapi Luis Milla tetap bilang tidak bisa fokus. Karena menurut dia, meskipun ada di sana (Spanyol) harus berapa hari di sana tanpa tahu kapan harus kembali. Coach Milla profesional, dia tidak mau seperti ini, jadi dia memutuskan mundur," pungkas Yaya.*** Baca Juga : Rayakan Ultah ke-30, Ini yang Dilakukan Viking Persib Club
Infojabar.news, Bandung - Nahkoda tim fisik Persib , Yaya Sunarya berterus terang situasi ditinggal arsitek tim kepala sudah menjadi hal yang biasa baginya. Sebelum ditinggal Luis Milla , hal yang sama juga pernah dirasakan saat ditinggal Robert Rene Alberts.
Infojabar.news, Bandung - Pelatih fisik Persib , Yaya Sunarya mengakui situasi ditinggal juru racik tim kepala sudah menjadi hal yang biasa baginya. Sebelum ditinggal Luis Milla , hal yang sama juga pernah dirasakan saat ditinggal Robert Rene Alberts.
"Musim lalu, Robert (Alberts) pun engga ada. Lalu ada jeda dan Luis Milla masuk, tapi sekarang engga ada, akhirnya saya pegang tim. Sebelumnya juga waktu sama Pak Djadjang, pas masuk Radovic sama kondisinya. Bahkan tahun 2003 juga sama saat Juan Paez," kata Yaya Sunarya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung , Senin (17/07/2023). Karena itu, kata Yaya Sunarya situasi itu bukan hal yang baru dan harus tetap berjalan seperti biasa menghadapi Liga 1 2023-2024. Sebab, hal itu dalam pandangannya merupakan situasional. Bahkan bisa dikatakan normal dalam dunia sepak bola. "Bagaimana pun juga, inilah kehidupan, sama seperti kehidupan di luar sepak bola, kadang suka dan duka akan selalu ada. Begitupun kita, di latihan ini kita saling menguatkan, kita bersikap profesional," tandas Yaya Sunarya . "Wajar misalnya ada hal yang berbeda karena tidak ada kehadiran coach dan temen-temannya, tapi kita berusaha untuk menyingkapi itu dengan sikap dan attitude yang normal. Teman-teman juga siap melanjutkan aktivitas mereka sebagai personel tim profesional," lanjut Yaya Sunarya . Meski demikian, Yaya yang ditunjuk sebagai nahkoda tim sementara Persib ini berterus terang kaget dengan keputusan Luis Milla . Sebab, keputusan arsitek tim asal Spanyol itu untuk mundur dilakukan secara tiba-tiba, tepatnya setelah melewati tiga partai di Liga 1. "Jadi sebelum preskon situasinya Luis Milla normal seperti biasa. Mungkin dia coba tetap fokus meski berat, karena setelah perkara itu baru bicara ini bicara itu. Ternyata dia engga bisa fokus," imbuh Yaya. "Tapi kita engga tau ya, karena saya juga engga tau. Kalau misalnya dia punya beban dan engga mau mau bicara. Sampai akhirnya selesai partai (lawan Dewa United) baru dikasih tau," tambah Yaya. Namun, Yaya menghargai dengan keputusan Luis Milla . Apalagi, keputusan itu dihadiri oleh manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), seperti Umuh Muchtar, Kuswara S. Taryono, dan Teddy Tjahjono. "Meskipun Pak Haji Umuh (Komisaris PT PBB) izinkan dia untuk pulang ketemu keluarga, tapi Luis Milla tetap bilang tidak bisa fokus. Karena menurutnya, meskipun ada di sana (Spanyol) harus berapa hari di sana tanpa tahu kapan harus kembali. Coach Milla profesional, dia tidak mau seperti ini, jadi dia memutuskan mundur," pungkas Yaya.***
"Musim lalu, Robert (Alberts) pun engga ada. Lalu ada jeda dan Luis Milla masuk, tapi sekarang engga ada, akhirnya saya pegang tim. Sebelumnya juga waktu sama Pak Djadjang, pas masuk Radovic sama kondisinya. Bahkan tahun 2003 juga sama saat Juan Paez," kata Yaya Sunarya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung , Senin (17/07/2023).
Karena itu, kata Yaya Sunarya situasi itu bukan hal yang baru dan harus tetap berjalan seperti biasa menghadapi Liga 1 2023-2024. Sebab, hal itu kata dia merupakan situasional. Bahkan bisa dikatakan normal dalam dunia sepak bola.
"Bagaimana pun juga, inilah kehidupan, sama seperti kehidupan di luar sepak bola, kadang suka dan duka akan selalu ada. Begitupun kita, di latihan ini kita saling menguatkan, kita bersikap profesional," tandas Yaya Sunarya .
"Wajar misalnya ada hal yang berbeda karena tidak ada kehadiran coach dan temen-temannya, tapi kita berusaha untuk menyingkapi itu dengan sikap dan attitude yang normal. Teman-teman juga siap melanjutkan aktivitas mereka sebagai pemain profesional," lanjut Yaya Sunarya .
Meski demikian, Yaya yang ditunjuk sebagai juru racik tim sementara Persib ini berterus terang kaget dengan keputusan Luis Milla . Sebab, keputusan juru racik tim asal Spanyol itu untuk mundur dilakukan secara tiba-tiba, tepatnya setelah melewati tiga duel di Liga 1.
"Jadi sebelum preskon situasinya Luis Milla normal seperti biasa. Mungkin dia coba tetap fokus meski berat, karena setelah kejadian itu baru bicara ini bicara itu. Ternyata dia engga bisa fokus," imbuh Yaya.
"Tapi kita engga tau ya, karena saya juga engga tau. Kalau misalnya dia punya beban dan engga mau mau bicara. Sampai akhirnya selesai pertemuan kedua tim (lawan Dewa United) baru dikasih tau," tambah Yaya.
Namun, Yaya menghargai dengan keputusan Luis Milla . Apalagi, keputusan itu dihadiri oleh manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), seperti Umuh Muchtar, Kuswara S. Taryono, dan Teddy Tjahjono.
"Meskipun Pak Haji Umuh (Komisaris PT PBB) izinkan dia untuk pulang ketemu keluarga, tapi Luis Milla tetap bilang tidak bisa fokus. Karena menurut dia, meskipun ada di sana (Spanyol) harus berapa hari di sana tanpa tahu kapan harus kembali. Coach Milla profesional, dia tidak mau seperti ini, jadi dia memutuskan mundur," pungkas Yaya.***
Baca Juga : Rayakan Ultah ke-30, Ini yang Dilakukan Viking Persib Club Pembahasan petir500 semakin meluas dari waktu ke waktu. Berbagai sumber membahas tentang petir500 karena dianggap penting. Banyak pihak menilai bahwa petir500 sangat relevan saat ini.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.