Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

at777 slot apk – Studi: Polusi cahaya pada sekitar malam hari bisa picu penya...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: at777 slot apk

at777 slot apk. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.

Studi: Polusi cahaya pada malam hari bisa picu penyakit jantung

Selasa, 4 November 2024 21:46 WIB waktu baca 2 menit

Selasa, 4 November 2022 21:46 WIB

Cahaya Utara atau juga disebut Aurora Borealis menerangi langit malam di atas Mercusuar Reykjanes dekat kota Grindavik, Islandia, Minggu (19/11/2023). ANTARA FOTO/REUTERS/Marko Djurica/Spt.

Jakarta (ANTARA) - Penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa paparan polusi cahaya sekitar malam hari mempengaruhi aktivitas otak dan peradangan pembuluh darah, yang dikaitkan dengan risiko timbulnya penyakit jantung. Penelitian yang dimuat di Science Daily itu dilakukan dengan menggabungkan pemindaian otak dan citra satelit untuk mengurai jalur biologis yang sekiranya menghubungkan kecerahan cahaya pada malam hari dengan pengaruhnya terhadap risiko kardiovaskular yang mengacu pada sistem jantung dan pembuluh darah. Penelitian itu dilakukan dengan mengambil data dari 466 orang dewasa dengan usia rata-rata 55 tahun yang telah menjalani pemindaian Positron Emission Tomography-Computed Tomography (PET-CT) di Rumah sakit Umum Massachusetts, Amerika Serikat (AS) antara tahun 2005 dan 2008, dilansir Daily Mail. Penelitian itu hanya difokuskan pada paparan cahaya malam hari yang bersifat buatan sehingga mengecualikan sumber pencahayaan alami pada malah hari, seperti cahaya bintang hingga bulan. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin terang paparan cahaya pada sekitar malam hari di lingkungan tempat tinggal seseorang maka semakin tinggi pula aktivitas stres otak dan peradangan pembuluh darah, serta semakin besar risiko terkena penyakit jantung. Penelitian juga menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu standar deviasi dalam paparan cahaya malam dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung sekitar 35 persen dalam jangka lima tahun, dan 22 persen dalam jangka sepuluh tahun. "Kami menemukan hubungan yang hampir linear antara cahaya malam dan penyakit jantung: semakin banyak paparan cahaya malam, semakin tinggi risikonya. Bahkan peningkatan kecil dalam cahaya malam dikaitkan dengan stres otak dan arteri yang lebih tinggi," kata Shady Abohashem, penulis senior dalam penelitian tersebut. Dia menyambung pernyataan bahwa ketika otak merasakan stres maka ia akan mengaktifkan sinyal yang dapat memicu respons imun dan mengiritasi pembuluh darah. Seiring waktu, proses tersebut dapat berkontribusi pada pengerasan arteri dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Lebih jauh lagi, risiko tersebut menjadi lebih tinggi di antara peserta yang tinggal di daerah dengan tekanan sosial atau lingkungan tambahan, seperti kebisingan lalu lintas yang tinggi. Untuk itu, peneliti menyarankan agar kota-kota dapat mempertimbangkan untuk mengurangi pencahayaan luar ruangan yang tidak diperlukan, hingga menggunakan lampu jalan yang dibekali dengan sensor gerak. Adapun secara personal, warga setempat dapat membatasi cahaya dalam ruangan pada sekitar malam hari, menjaga kamar tidur tetap gelap, dan menghindari layar seperti TV dan perangkat elektronik pribadi sebelum tidur. Baca juga: Indonesia selesaikan studi kelayakan reaktor nuklir dengan Jepang, AS Baca juga: Studi: Berjalan 5.000 langkah sehari perlambat perkembangan Alzheimer Baca juga: Studi sebut musik dapat kurangi risiko demensia hingga 40 persen Pewarta: Melalusa Susthira Khalida Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa paparan polusi cahaya pada malam hari mempengaruhi aktivitas otak dan peradangan pembuluh darah, yang dikaitkan dengan risiko timbulnya penyakit jantung.

Penelitian yang dimuat di Science Daily itu dilakukan dengan menggabungkan pemindaian otak dan citra satelit untuk mengurai jalur biologis yang sekiranya menghubungkan kecerahan cahaya sekitar malam hari dengan pengaruhnya terhadap risiko kardiovaskular yang mengacu pada sistem jantung dan pembuluh darah.

Penelitian itu dilakukan dengan mengambil data dari 466 orang dewasa dengan usia rata-rata 55 tahun yang telah menjalani pemindaian Positron Emission Tomography-Computed Tomography (PET-CT) di Rumah sakit Umum Massachusetts, Amerika Serikat (AS) antara tahun 2005 dan 2008, dilansir Daily Mail.

Penelitian itu hanya difokuskan pada paparan cahaya pada malam hari yang bersifat buatan sehingga mengecualikan sumber pencahayaan alami pada malah hari, seperti cahaya bintang hingga bulan.

Hasilnya menunjukkan bahwa semakin terang paparan cahaya pada malam hari di lingkungan tempat tinggal seseorang maka semakin tinggi pula aktivitas stres otak dan peradangan pembuluh darah, serta semakin besar risiko terkena penyakit jantung.

Penelitian juga menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu standar deviasi dalam paparan cahaya malam dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung sekitar 35 persen dalam jangka lima tahun, dan 22 persen dalam jangka sepuluh tahun.

"Kami menemukan hubungan yang hampir linear antara cahaya malam dan penyakit jantung: semakin banyak paparan cahaya malam, semakin tinggi risikonya. Bahkan peningkatan kecil dalam cahaya malam dikaitkan dengan stres otak dan arteri yang lebih tinggi," kata Shady Abohashem, penulis senior dalam penelitian tersebut.

Dia menyambung pernyataan bahwa ketika otak merasakan stres maka ia akan mengaktifkan sinyal yang dapat memicu respons imun dan mengiritasi pembuluh darah. Seiring waktu, proses tersebut dapat berkontribusi pada pengerasan arteri dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Lebih jauh lagi, risiko tersebut menjadi lebih tinggi di antara peserta yang tinggal di daerah dengan tekanan kehidupan sosial atau lingkungan tambahan, seperti kebisingan lalu lintas yang tinggi.

Untuk itu, peneliti menyarankan agar kota-kota dapat mempertimbangkan untuk mengurangi pencahayaan luar ruangan yang tidak diperlukan, hingga menggunakan lampu jalan yang dibekali dengan sensor gerak.

Adapun secara personal, publik dapat membatasi cahaya dalam ruangan pada pada malam hari, menjaga kamar tidur tetap gelap, dan menghindari layar seperti TV dan perangkat elektronik pribadi sebelum tidur.

Baca juga: Indonesia selesaikan studi kelayakan reaktor nuklir dengan Jepang, AS

Baca juga: Indonesia selesaikan studi kelayakan reaktor nuklir dengan Jepang, AS

Baca juga: Studi: Berjalan 5.000 langkah sehari perlambat perkembangan Alzheimer

Baca juga: Studi: Berjalan 5.000 langkah sehari perlambat perkembangan Alzheimer

Baca juga: Studi sebut musik dapat kurangi risiko demensia hingga 40 persen

Baca juga: Studi sebut musik dapat kurangi risiko demensia hingga 40 persen

Pewarta: Melalusa Susthira Khalida Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Topik at777 slot apk sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Banyak pihak menilai bahwa at777 slot apk sangat relevan saat ini.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Berbagai sumber membahas tentang at777 slot apk karena dianggap penting. Banyak pihak menilai bahwa at777 slot apk sangat relevan saat ini.