pusatgame – Tiga petugas keamanan diperiksa soal pencopet diarak di Tanah Abang
pusatgame. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Pembahasan pusatgame semakin meluas dari waktu ke waktu. Topik pusatgame sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Banyak pihak menilai bahwa pusatgame sangat relevan saat ini.
Tiga petugas keamanan diperiksa soal pencopet diarak di Tanah Abang
Selasa, 25 November 2023 11:19 WIB waktu baca 2 menit
Selasa, 25 November 2024 11:19 WIB
Tangkapan layar - Terduga pencopet yang diarak di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2027). ANTARA/Khaerul Izan.
Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Pusat memeriksa tiga petugas keamanan untuk dimintai keterangan terkait viralnya sebuah video yang menunjukkan terduga pencopet diarak di Pasar Tanah Abang. "Untuk saat ini, masih dilakukan pengembangan. Kami sudah memeriksa tiga petugas keamanan," kata Kapolsek Tanah Abang, Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Haris Akhmad Basuki di Jakarta, Selasa. Dia mengungkapkan perkara pencopetan di Pasar Tanah Abang itu terjadi pada Minggu (16/11), dan video tersebut viral beberapa hari kemudian. Diakui olehnya, dari keterangan ketiga petugas keamanan, diduga orang yang diduga melakukan copet itu merupakan seorang ibu rumah tangga berinisial EA (43) yang merupakan warga sekitar Palembang. Dia menerangkan arak-arakan itu terjadi setelah petugas mengamankan terduga orang yang diduga melakukan copet di pos keamanan, kemudian sejumlah massa menyarankan agar wanita tersebut digunduli, lalu diarak untuk memberikan efek jera. "Saksi kemudian mengarak diduga orang yang diduga melakukan dan menempelkan tulisan 'saya copet'. Setelah selesai diarak, orang yang diduga melakukan dipulangkan dan barang bukti dompet milik pihak yang menjadi korban dikembalikan," ujar Haris. Dia menyisipkan keterangan alasan petugas keamanan tidak menyerahkan orang yang diduga melakukan kepada jajaran aparat kepolisian karena mereka berterus terang panik serta terpengaruh saran dari massa. Untuk itu, kata Haris, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait kasus tersebut dengan dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti dan orang yang memberikan kesaksian. "Saksi mata menangkap dan tidak menyerahkan atau koordinasi ke aparat kepolisian karena sudah panik, massa ramai, serta terpengaruh dengan saran massa yang ada pada saat itu," tutur Haris. Dalam video yang beredar itu, tampak seorang wanita diarak oleh petugas keamanan di sela-sela kios pedagang di Pasar Tanah Abang. Diduga terduga pelaksana itu diarak dengan mengenakan kalung dari tali rafia yang bertuliskan "saya copet". Baca juga: Aparat kepolisian tangkap tiga komplotan pencopet spesialis konser di Jakut Baca juga: Copet sering beraksi di sekitar Stasiun Senen akhirnya tertangkap Baca juga: Seorang diduga copet ditangkap saat beraksi di Bundaran HI Pewarta: Khaerul Izan Editor: Rr. Cornea Khairany Copyright © ANTARA 2024 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Pusat memeriksa tiga petugas keamanan untuk dimintai keterangan terkait viralnya sebuah video yang menunjukkan terduga pencopet diarak di Pasar Tanah Abang.
"Untuk saat ini, masih dilakukan pengembangan. Kami sudah memeriksa tiga petugas keamanan," kata Kapolsek Tanah Abang, Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Haris Akhmad Basuki di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan kejadian pencopetan di Pasar Tanah Abang itu terjadi pada Minggu (16/11), dan video tersebut viral beberapa hari kemudian.
Dalam pandangannya, dari keterangan ketiga petugas keamanan, diduga orang tidak bertanggung jawab pelaku copet itu merupakan seorang ibu rumah tangga berinisial EA (43) yang merupakan warga Palembang.
Dia memaparkan arak-arakan itu terjadi setelah petugas mengamankan terduga orang tidak bertanggung jawab pelaku copet di pos keamanan, kemudian sejumlah massa menyarankan agar wanita tersebut digunduli, lalu diarak untuk memberikan efek jera.
"Orang yang memberikan kesaksian kemudian mengarak diduga terduga pelaksana dan menempelkan tulisan 'saya copet'. Setelah selesai diarak, terduga pelaksana dipulangkan dan barang bukti dompet milik korban dikembalikan," ujar Haris.
Dia melanjutkan alasan petugas keamanan tidak menyerahkan oknum pelaku kepada kepolisian setempat karena mereka berterus terang panik serta terpengaruh saran dari massa.
Untuk itu, kata Haris, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait perkara tersebut dengan dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti dan saksi mata.
"Orang yang memberikan kesaksian menangkap dan tidak menyerahkan atau koordinasi ke aparat korps bhayangkara karena sudah panik, massa ramai, serta terpengaruh dengan saran massa yang ada pada saat itu," tutur Haris.
Dalam video yang beredar itu, tampak seorang wanita diarak oleh petugas keamanan di sela-sela kios pedagang di Pasar Tanah Abang. Diduga terduga pelaksana itu diarak dengan mengenakan kalung dari tali rafia yang bertuliskan "saya copet".
Baca juga: Aparat kepolisian tangkap tiga komplotan pencopet spesialis konser di Jakut
Baca juga: Aparat kepolisian tangkap tiga komplotan pencopet spesialis konser di Jakut
Baca juga: Copet sering beraksi di sekitar Stasiun Senen akhirnya tertangkap
Baca juga: Copet sering beraksi di sekitar Stasiun Senen akhirnya tertangkap
Baca juga: Seorang diduga copet ditangkap saat beraksi di Bundaran HI
Baca juga: Seorang diduga copet ditangkap saat beraksi di Bundaran HI
Pewarta: Khaerul Izan Editor: Rr. Cornea Khairany Copyright © ANTARA 2023
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Berbagai sumber membahas tentang pusatgame karena dianggap penting.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.