Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

cuan33 – Peneliti ungkap perubahan otak regional progresif penderita Parkinson

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: cuan33

cuan33. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik cuan33 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. cuan33 menjadi perhatian besar masyarakat.

Peneliti ungkap perubahan otak regional progresif penderita Parkinson

Selasa, 25 November 2023 22:09 WIB waktu baca 2 menit

Selasa, 25 November 2022 22:09 WIB

Sydney (ANTARA) - Para peneliti di Australia menemukan bahwa penyakit Parkinson menyebabkan perubahan signifikan dan progresif pada pembuluh darah otak. Hal itu mengubah pemahaman tentang penyakit ini, yang dapat membuka jalan pengobatan baru. Penyakit Parkinson ditandai dengan endapan protein alfa-sinuklein, dan penelitian ini mengubah pemahaman tentang penyakit tersebut, dengan menunjukkan bahwa perubahan regional tertentu pada pembuluh darah di otak mendasari perkembangan penyakit tersebut, kata Neuroscience Research Australia (NeuRA) dalam sebuah rilis media pada Selasa (25/11). "Secara tradisional, para peneliti Parkinson berfokus pada akumulasi protein dan kerusakan neuronal, tetapi kami menunjukkan dampaknya pada pembuluh darah serebral, yakni pembuluh darah di otak kita," kata Derya Dik, seorang mahasiswa pascadoktoral di NeuRA, yang melakukan penelitian tersebut. "Penelitian kami mengidentifikasi adanya perubahan regional tertentu pada pembuluh darah otak, termasuk peningkatan keberadaan string vessels, yang merupakan sisa-sisa kapiler yang tidak berfungsi," kata Dik. Para peneliti di NeuRA, yang bekerja sama dengan Perguruan tinggi New South Wales dan Kampus Sydney juga mengamati perubahan yang berkaitan dengan cara darah mengalir di otak dan cara sawar darah otak bekerja, ungkap temuan yang telah diterbitkan di jurnal Brain tersebut. Para peneliti meyakini bahwa dengan menargetkan perubahan-perubahan progresif dan regional tertentu tersebut mungkin dapat memperlambat kian parahnya penyakit Parkinson dan meningkatkan pemulihan bagi orang yang dirawat penderita penyakit tersebut. Para peneliti kini sedang menyelidiki apakah perubahan serebrovaskular serupa juga terjadi pada jaringan otak pasca-kematian (post-mortem) dari individu-individu penderita Alzheimer dan demensia dengan jaringan badan Lewy, demikian menurut rilis media tersebut. Pewarta: Xinhua Editor: Indra Arief Pribadi Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Sydney (ANTARA) - Para peneliti di Australia menemukan bahwa penyakit Parkinson menyebabkan perubahan signifikan dan progresif pada pembuluh darah otak.

Hal itu mengubah pemahaman tentang penyakit ini, yang dapat membuka jalan pengobatan baru.

Penyakit Parkinson ditandai dengan endapan protein alfa-sinuklein, dan penelitian ini mengubah pemahaman tentang penyakit tersebut, dengan menunjukkan bahwa perubahan regional tertentu pada pembuluh darah di otak mendasari perkembangan penyakit tersebut, kata Neuroscience Research Australia (NeuRA) dalam sebuah rilis media pada Selasa (25/11).

"Secara tradisional, para peneliti Parkinson berfokus pada akumulasi protein dan kerusakan neuronal, tetapi kami menunjukkan dampaknya pada pembuluh darah serebral, yakni pembuluh darah di otak kita," kata Derya Dik, seorang civitas akademika mahasiswa pascadoktoral di NeuRA, yang melakukan penelitian tersebut. "Penelitian kami mengidentifikasi adanya perubahan regional tertentu pada pembuluh darah otak, termasuk peningkatan keberadaan string vessels, yang merupakan sisa-sisa kapiler yang tidak berfungsi," kata Dik. Para peneliti di NeuRA, yang bekerja sama dengan Perguruan tinggi New South Wales dan Universitas Sydney juga mengamati perubahan yang berkaitan dengan cara darah mengalir di otak dan cara sawar darah otak bekerja, ungkap temuan yang telah diterbitkan di jurnal Brain tersebut. Para peneliti meyakini bahwa dengan menargetkan perubahan-perubahan progresif dan regional tertentu tersebut mungkin dapat memperlambat kian parahnya penyakit Parkinson dan meningkatkan pemulihan bagi pasien penderita penyakit tersebut. Para peneliti kini sedang menyelidiki apakah perubahan serebrovaskular serupa juga terjadi pada jaringan otak pasca-kematian (post-mortem) dari individu-individu penderita Alzheimer dan demensia dengan jaringan badan Lewy, demikian menurut rilis media tersebut.

Pewarta: Xinhua Editor: Indra Arief Pribadi Copyright © ANTARA 2027

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Banyak pihak menilai bahwa cuan33 sangat relevan saat ini.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan cuan33 semakin meluas dari waktu ke waktu.