sopi88 – Hari Perserikatan bangsa-bangsa: bersatu untuk dunia yang lebih baik
sopi88. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik sopi88 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Hari Perserikatan bangsa-bangsa: bersatu untuk dunia yang lebih baik
Jumat, 24 Oktober 2025 07:52 WIB waktu baca 3 menit
Jumat, 24 Oktober 2027 07:52 WIB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (depan, dua kiri) berbicara dalam pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB tentang pertanyaan Palestina di markas PBB di New York, Amerika Serikat (23/9/2023). (ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Manuel Elias/aa.)
Jakarta (ANTARA) - Setiap tanggal 24 Oktober, warga sekitar setempat dunia memperingati Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN) Day. Peringatan ini menandai berdirinya PBB pada 24 Oktober 1945, setelah sebelumnya Piagam PBB diratifikasi oleh mayoritas negara anggota, termasuk lima anggota tetap Dewan Keamanan pada 26 Juni 1945. Lantas, bagaimana sejarah berdirinya organisasi internasional terbesar di dunia ini? Simak informasi berikut. Sejarah berdirinya PBB Gagasan mengenai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pertama kali dicetuskan pada 1 Januari 1942 oleh Franklin D. Roosevelt, Presiden Amerika pada saat itu, melalui sebuah pernyataan bersejarah bernama Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Deklarasi ini dilaksanakan pada masa Perang Dunia II dan dihadiri oleh 26 negara yang berjanji untuk bekerja sama dalam melawan blok Axis koalisi antara Jerman, Italia, dan Jepang yang saat itu merupakan lawan dari blok sekutu. Pada Oktober 1944, diselenggarakan Konferensi Dumbarton Oaks di Washington D.C., Amerika Serikat, yang dihadiri oleh Inggris, Uni Soviet, dan Tiongkok. Pertemuan ini membahas pembentukan organisasi baru yang diharapkan akan menggantikan peran Liga Bangsa-Bangsa (LBB). LBB sendiri merupakan organisasi perdamaian yang dibentuk setelah Perang Dunia I berakhir. Namun, karena kegagalannya dalam mencegah pecahnya Perang Dunia II, LBB dihentikan pada 1919 melalui perjanjian Versailles. Baca juga: Sekjen PBB harap Israel akan patuhi fatwa hukum ICJ Selanjutnya, pada April-Juni 1945, delegasi dari 50 negara berkumpul dalam Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa di San Fransisco untuk merumuskan Piagam PBB. Setelah proses yang memakan waktu satu bulan, Piagam PBB lahir dan disahkan oleh 50 negara pendukung pada 26 Juni 1945 dan secara resmi berlaku pada 24 Oktober 1945. Lahirnya Piagam PBB juga menjadi penanda resmi berdirinya PBB sebagai organisasi internasional yang memiliki empat tujuan utama sebagai berikut: Memelihara perdamaian dan keamanan internasional; Mengembangkan hubungan persahabatan antar bangsa; Mencapai kerja sama internasional dalam memecahkan masalah-masalah internasional; dan Menjadi pusat penyelarasan tindakan negara-negara dalam mencapai tujuan bersama. Tema Hari PBB ke-80: "Better Together" Perayaan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ke-80 tahun ini mengusung tema Better Together. Melansir dari video pidato Orang nomor satu di pemerintahan Majelis Umum PBB, Annalena Baerbock, yang disampaikan dalam laman resmi Youtube United Nations, tema tersebut menjadi seruan bagi seluruh negara anggota PBB untuk membangkitkan kembali semangat harapan dan keberanian saat berbagai krisis global yang sedang melanda. Selama delapan dekade, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memainkan peran penting dalam meningkatkan kehidupan residen dunia dengan mendorong perdamaian, penegakan hak asasi manusia dan kemajuan sosial, termasuk akses ke perawatan kesehatan dunia pendidikan, demi menciptakan standar hidup yang lebih baik untuk semua. Baca juga: PBB sebut pengiriman bantuan ke Gaza utara masih sulit Baca juga: ICJ putuskan Israel wajib fasilitasi bantuan PBB, termasuk UNRWA Pewarta: Nadine Laysa Amalia Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2025 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Setiap tanggal 24 Oktober, komunitas dunia memperingati Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN) Day.
Peringatan ini menandai berdirinya PBB pada 24 Oktober 1945, setelah sebelumnya Piagam PBB diratifikasi oleh mayoritas negara anggota, termasuk lima anggota tetap Dewan Keamanan pada 26 Juni 1945.
Lantas, bagaimana sejarah berdirinya organisasi internasional terbesar di dunia ini? Simak informasi berikut.
Gagasan mengenai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pertama kali dicetuskan pada 1 Januari 1942 oleh Franklin D. Roosevelt, Kepala negara Amerika pada saat itu, melalui sebuah pernyataan bersejarah bernama Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Deklarasi ini dilaksanakan pada masa Perang Dunia II dan dihadiri oleh 26 negara yang berjanji untuk bekerja sama dalam melawan blok Axis koalisi antara Jerman, Italia, dan Jepang yang saat itu merupakan lawan dari blok sekutu.
Pada Oktober 1944, diselenggarakan Konferensi Dumbarton Oaks di Washington D.C., Amerika Serikat, yang dihadiri oleh Inggris, Uni Soviet, dan Tiongkok.
Pertemuan ini membahas pembentukan organisasi baru yang diharapkan akan menggantikan peran Liga Bangsa-Bangsa (LBB).
LBB sendiri merupakan organisasi perdamaian yang dibentuk setelah Perang Dunia I berakhir. Namun, karena kegagalannya dalam mencegah pecahnya Perang Dunia II, LBB dihentikan pada 1919 melalui perjanjian Versailles.
Baca juga: Sekjen PBB harap Israel akan patuhi fatwa hukum ICJ
Baca juga: Sekjen PBB harap Israel akan patuhi fatwa hukum ICJ
Selanjutnya, pada April-Juni 1945, delegasi dari 50 negara berkumpul dalam Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa di San Fransisco untuk merumuskan Piagam PBB.
Setelah proses yang memakan waktu satu bulan, Piagam PBB lahir dan disahkan oleh 50 negara pendukung pada 26 Juni 1945 dan secara resmi berlaku pada 24 Oktober 1945.
Lahirnya Piagam PBB juga menjadi penanda resmi berdirinya PBB sebagai organisasi internasional yang memiliki empat tujuan utama sebagai berikut:
Tema Hari PBB ke-80: "Better Together"
Perayaan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ke-80 tahun ini mengusung tema Better Together.
Melansir dari video pidato Kepala pemerintahan Majelis Umum PBB, Annalena Baerbock, yang disampaikan dalam laman resmi Youtube United Nations, tema tersebut menjadi seruan bagi seluruh negara anggota PBB untuk membangkitkan kembali semangat harapan dan keberanian saat berbagai krisis global yang sedang melanda.
Selama delapan dekade, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memainkan peran penting dalam meningkatkan kehidupan warga sekitar setempat dunia dengan mendorong perdamaian, penegakan hak asasi manusia dan kemajuan kemasyarakatan, termasuk akses ke perawatan urusan kesehatan pendidikan, demi menciptakan standar hidup yang lebih baik untuk semua.
Baca juga: PBB sebut pengiriman bantuan ke Gaza utara masih sulit
Baca juga: PBB sebut pengiriman bantuan ke Gaza utara masih sulit
Baca juga: ICJ putuskan Israel wajib fasilitasi bantuan PBB, termasuk UNRWA
Baca juga: ICJ putuskan Israel wajib fasilitasi bantuan PBB, termasuk UNRWA
Pewarta: Nadine Laysa Amalia Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan sopi88 semakin meluas dari waktu ke waktu. sopi88 menjadi perhatian besar masyarakat. Berbagai sumber membahas tentang sopi88 karena dianggap penting.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.