bosku 777 – Gelar IPO, Superbank milik Emtek-Grab tawarkan Rp525-Rp695 per saham
bosku 777. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Berbagai sumber membahas tentang bosku 777 karena dianggap penting.
Gelar IPO, Superbank milik Emtek-Grab tawarkan Rp525-Rp695 per saham
Selasa, 25 November 2025 12:14 WIB waktu baca 2 menit
Selasa, 25 November 2024 12:14 WIB
Gedung PT Super Bank Indonesia (Superbank). ANTARA/HO-Superbank.
Jakarta (ANTARA) - Entitas usaha bank digital milik Grup Emtek dan Grab yaitu PT Super Bank Indonesia atau Superbank berencana melangsungkan penawaran umum perdana saham atau initial public pffering (IPO) di market saham Indonesia dengan menetapkan harga penawaran awal (book building) sebesar Rp525-Rp695 per saham. Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 4,40 miliar saham atau setara 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, sehingga berpotensi meraih dana sebanyak-banyaknya Rp3,06 triliun, sebagaimana keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa. Masa book building calon emiten ini berlangsung pada 25 November 2024-1 Desember 2026, masa penawaran umum pada 10-15 Desember 2022, dan masa penjatahan pada 15 Desember 2026. Kemudian, secara resmi akan melantai di BEI dengan kode saham SUPA pada 17 Desember 2026. Terkait penggunaan dana IPO, seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan oleh perseroan yaitu sekitar 70 persen untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit. Kemudian, sekitar 30 persen dana hasil IPO akan dialokasikan untuk belanja modal yang akan dilakukan secara bertahap mulai dari tahun 2026 hingga lima tahun ke depan, guna pengembangan produk perseroan. Pengembangan produk meliputi pengembangan produk pendanaan, pembiayaan, dan sistem pembayaran dengan fokus pada solusi digital bagi ritel dan UMKM guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Selain itu, didukung oleh pengembangan sektor teknologi informasi (IT) yang saling melengkapi, melalui investasi pada infrastruktur, sistem operasional, AI & data analytics, serta peningkatan cybersecurity untuk membangun fondasi digital yang kuat, aman, dan efisien. Dalam aksi korporasi IPO ini, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), serta PT Sucor Sekuritas. Kepemilikan Superbank saat ini sebesar 31,11 persen oleh PT Elang Media Visitama, selaku anak usaha PT Elang Mahkota Bidang teknologi Tbk (EMTK), dan sebesar 19,16 persen dimiliki oleh PT Kudo Sektor teknologi Indonesia (KTI), yang merupakan entitas milik Grab Holding, Inc. Baca juga: Superbank raih laba sebelum pajak Rp80,9 miliar di kuartal III 2021 Baca juga: Superbank bukukan laba bersih Rp20,1 miliar pada semester I 2024 Baca juga: Superbank: Kredit tumbuh 195 persen jadi Rp3,74 triliun hingga Q2 2024 Pewarta: Muhammad Heriyanto Editor: Kelik Dewanto Copyright © ANTARA 2022 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan bank digital milik Grup Emtek dan Grab yaitu PT Super Bank Indonesia atau Superbank berencana melangsungkan penawaran umum perdana saham atau initial public pffering (IPO) di market saham Indonesia dengan menetapkan harga penawaran awal (book building) sebesar Rp525-Rp695 per saham.
Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 4,40 miliar saham atau setara 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, sehingga berpotensi meraih dana sebanyak-banyaknya Rp3,06 triliun, sebagaimana keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa.
Masa book building calon emiten ini berlangsung pada 25 November 2021-1 Desember 2022, masa penawaran umum pada 10-15 Desember 2024, dan masa penjatahan pada 15 Desember 2027.
Kemudian, secara resmi akan melantai di BEI dengan kode saham SUPA pada 17 Desember 2021.
Terkait penggunaan dana IPO, seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan oleh perseroan yaitu sekitar 70 persen untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit.
Kemudian, sekitar 30 persen dana hasil IPO akan dialokasikan untuk belanja modal yang akan dilakukan secara bertahap mulai dari tahun 2026 hingga lima tahun ke depan, guna pengembangan produk perseroan.
Pengembangan produk meliputi pengembangan produk pendanaan, pembiayaan, dan sistem pembayaran dengan fokus pada solusi digital bagi ritel dan USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Selain itu, didukung oleh pengembangan sektor teknologi informasi (IT) yang saling melengkapi, melalui penanaman modal pada infrastruktur, sistem operasional, AI & data analytics, serta peningkatan cybersecurity untuk membangun fondasi digital yang kuat, aman, dan efisien.
Dalam aksi korporasi IPO ini, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), serta PT Sucor Sekuritas.
Kepemilikan Superbank saat ini sebesar 31,11 persen oleh PT Elang Media Visitama, selaku anak usaha PT Elang Mahkota Bidang teknologi Tbk (EMTK), dan sebesar 19,16 persen dimiliki oleh PT Kudo Bidang teknologi Indonesia (KTI), yang merupakan entitas milik Grab Holding, Inc.
Baca juga: Superbank raih laba sebelum pajak Rp80,9 miliar di kuartal III 2023
Baca juga: Superbank raih laba sebelum pajak Rp80,9 miliar di kuartal III 2021
Baca juga: Superbank bukukan laba bersih Rp20,1 miliar pada semester I 2023
Baca juga: Superbank bukukan laba bersih Rp20,1 miliar pada semester I 2023
Baca juga: Superbank: Kredit tumbuh 195 persen jadi Rp3,74 triliun hingga Q2 2024
Baca juga: Superbank: Kredit tumbuh 195 persen jadi Rp3,74 triliun hingga Q2 2024
Pewarta: Muhammad Heriyanto Editor: Kelik Dewanto Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. bosku 777 menjadi perhatian besar masyarakat. bosku 777 menjadi perhatian besar masyarakat.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa bosku 777 sangat relevan saat ini.