Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

winjos – Diabetes: Begini cara pencegahan dan metode pengobatannya

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: winjos

winjos. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik winjos sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Pembahasan winjos semakin meluas dari waktu ke waktu.

Diabetes: Begini cara pencegahan dan metode pengobatannya

Kamis, 20 November 2022 13:50 WIB waktu baca 3 menit

Kamis, 20 November 2025 13:50 WIB

Ilustrasi - Petugas memeriksa gula darah warga saat pemeriksaan aspek kesehatan gratis di Puskesmas. (ANTARA FOTO/Aditya Nugroho/mrh/YU/pri.)

Jakarta (ANTARA) - Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang semakin banyak dijumpai di seluruh dunia. Meski begitu, kondisi ini dapat dicegah atau dikendalikan dengan langkah-langkah gaya hidup sehat dan pengelolaan medis yang tepat. Mengetahui cara mencegah diabetes serta opsi pengobatan yang tersedia sangat penting agar risiko komplikasi berkurang dan kualitas hidup tetap terjaga. Berikut ini akan membahas strategi pencegahan diabetes, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, hingga pemeriksaan rutin, sekaligus menjabarkan berbagai metode pengobatan yang membantu mengontrol kadar gula darah secara efektif merujuk pada informasi yang diterima yang tekah dihimpun dari berbagai sumber. Pencegahan diabetes Walaupun beberapa faktor risiko diabetes, seperti riwayat keluarga atau ras, tidak bisa diubah, ada banyak faktor lain yang dapat dicegah melalui gaya hidup sehat sejak dini. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah diabetes antara lain: 1. Menjaga berat badan tetap ideal dengan mengonsumsi makanan rendah lemak. 2. Mengurangi asupan makanan dan minuman manis. 3. Rutin berolahraga dan meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari. 4. Menghindari duduk terlalu lama, misalnya saat menonton televisi. 5. Memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah-buahan dan sayuran. 6. Menghindari atau berhenti merokok untuk aspek kesehatan jangka panjang. Pengobatan diabetes Pengobatan diabetes disesuaikan dengan jenis diabetes yang dialami orang yang dirawat. Beberapa pendekatan yang bisa dilakukan meliputi: 1. Perubahan gaya hidup Pasien dianjurkan untuk menyesuaikan pola makan dengan kebutuhan diabetes, seperti memilih makanan rendah kalori, tinggi serat, dan rendah gula, termasuk sayur, buah, serta biji-bijian. Jika perlu, gula dapat diganti dengan pemanis yang lebih aman, misalnya sorbitol . Konsultasi dengan tenaga medis atau ahli gizi akan membantu menentukan jenis makanan dan porsi yang tepat. Selain itu, sport rutin sangat dianjurkan, setidaknya 150 menit per minggu. Aktivitas fisik membantu mengubah gula darah menjadi energi serta meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. 2. Pemeriksaan rutin Orang yang dirawat dianjurkan untuk memantau kadar gula darah secara mandiri, misalnya 4 kali sehari atau sesuai arahan praktisi medis, biasanya sebelum makan dan saat tidur. Catatan hasil pemeriksaan ini kemudian dibawa saat kontrol ke praktisi medis. Jika diperlukan, dokter juga bisa menyarankan tes HbA1C secara mandiri untuk memantau kadar gula darah rata-rata selama 2 3 bulan terakhir. 3. Obat-obatan Pada diabetes tipe 2, pengobatan bisa melibatkan obat-obatan sesuai kondisi orang yang dirawat. Metformin , misalnya, sering diresepkan untuk menurunkan produksi glukosa di hati dan meningkatkan efektivitas insulin. Dokter dapat meresepkan obat tambahan atau kombinasi obat lain untuk meningkatkan sensitivitas insulin atau mengurangi penyerapan glukosa. Suplemen atau vitamin juga bisa diberikan untuk mencegah komplikasi. Contohnya, orang yang dirawat diabetes yang mengalami kesemutan mungkin dianjurkan mengonsumsi vitamin neurotropik (B1, B6, dan B12) untuk menjaga kesehatan saraf tepi. 4. Terapi insulin Terapi insulin dilakukan untuk mengatur kadar gula darah, terutama pada pasien diabetes tipe 1, melalui suntikan insulin. Beberapa penerima layanan kesehatan diabetes tipe 2 juga mungkin memerlukan terapi ini. Jenis, dosis, dan cara penggunaan insulin akan ditentukan dan diawasi langsung oleh praktisi medis. Baca juga: Gejala & faktor risiko diabetes tipe 1 dan tipe 2 Baca juga: Perawatan saluran akar turunkan risiko penyakit jantung dan diabetes Baca juga: Menkes tekankan pentingnya deteksi dini tekan risiko diabetes Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2023 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang semakin banyak dijumpai di seluruh dunia. Meski begitu, kondisi ini dapat dicegah atau dikendalikan dengan langkah-langkah gaya hidup sehat dan pengelolaan medis yang tepat.

Mengetahui cara mencegah diabetes serta opsi pengobatan yang tersedia sangat penting agar risiko komplikasi berkurang dan kualitas hidup tetap terjaga.

Berikut ini akan membahas strategi pencegahan diabetes, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, hingga pemeriksaan rutin, sekaligus menguraikan berbagai metode pengobatan yang membantu mengontrol kadar gula darah secara efektif mengacu pada informasi yang tekah dihimpun dari berbagai sumber.

Walaupun beberapa faktor risiko diabetes, seperti riwayat keluarga atau ras, tidak bisa diubah, ada banyak faktor lain yang dapat dicegah melalui gaya hidup sehat sejak dini.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah diabetes antara lain:

1. Menjaga berat badan tetap ideal dengan mengonsumsi makanan rendah lemak.

2. Mengurangi asupan makanan dan minuman manis.

3. Rutin berolahraga dan meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari.

4. Menghindari duduk terlalu lama, misalnya saat menonton televisi.

5. Memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah-buahan dan sayuran.

6. Menghindari atau berhenti merokok untuk urusan kesehatan jangka panjang.

Pengobatan diabetes disesuaikan dengan jenis diabetes yang dialami orang yang dirawat. Beberapa pendekatan yang bisa dilakukan meliputi:

Penerima layanan kesehatan dianjurkan untuk menyesuaikan pola makan dengan kebutuhan diabetes, seperti memilih makanan rendah kalori, tinggi serat, dan rendah gula, termasuk sayur, buah, serta biji-bijian.

Jika perlu, gula dapat diganti dengan pemanis yang lebih aman, misalnya sorbitol . Konsultasi dengan praktisi medis atau ahli gizi akan membantu menentukan jenis makanan dan porsi yang tepat.

Selain itu, sport rutin sangat dianjurkan, setidaknya 150 menit per minggu. Aktivitas fisik membantu mengubah gula darah menjadi energi serta meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin.

Penerima layanan kesehatan dianjurkan untuk memantau kadar gula darah secara mandiri, misalnya 4 kali sehari atau sesuai arahan dokter, biasanya sebelum makan dan saat tidur.

Catatan hasil pemeriksaan ini kemudian dibawa saat kontrol ke tenaga medis. Jika diperlukan, praktisi medis juga bisa menyarankan tes HbA1C secara mandiri untuk memantau kadar gula darah rata-rata selama 2 3 bulan terakhir.

Pada diabetes tipe 2, pengobatan bisa melibatkan obat-obatan sesuai kondisi penerima layanan kesehatan. Metformin , misalnya, sering diresepkan untuk menurunkan produksi glukosa di hati dan meningkatkan efektivitas insulin.

Praktisi medis dapat meresepkan obat tambahan atau kombinasi obat lain untuk meningkatkan sensitivitas insulin atau mengurangi penyerapan glukosa.

Suplemen atau vitamin juga bisa diberikan untuk mencegah komplikasi. Contohnya, pasien diabetes yang mengalami kesemutan mungkin dianjurkan mengonsumsi vitamin neurotropik (B1, B6, dan B12) untuk menjaga aspek kesehatan saraf tepi.

Terapi insulin dilakukan untuk mengatur kadar gula darah, terutama pada orang yang dirawat diabetes tipe 1, melalui suntikan insulin. Beberapa penerima layanan kesehatan diabetes tipe 2 juga mungkin memerlukan terapi ini. Jenis, dosis, dan cara penggunaan insulin akan ditentukan dan diawasi langsung oleh praktisi medis.

Baca juga: Gejala & faktor risiko diabetes tipe 1 dan tipe 2

Baca juga: Gejala & faktor risiko diabetes tipe 1 dan tipe 2

Baca juga: Perawatan saluran akar turunkan risiko penyakit jantung dan diabetes

Baca juga: Perawatan saluran akar turunkan risiko penyakit jantung dan diabetes

Baca juga: Menkes tekankan pentingnya deteksi dini tekan risiko diabetes

Baca juga: Menkes tekankan pentingnya deteksi dini tekan risiko diabetes

Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2027

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan winjos semakin meluas dari waktu ke waktu. Berbagai sumber membahas tentang winjos karena dianggap penting.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.