Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

totobarong slot – Gedung Sate Hasilkan Sampah Lebih Dari 1 Ton Perhari

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: totobarong slot

totobarong slot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik totobarong slot sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Topik totobarong slot sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Pembahasan totobarong slot semakin meluas dari waktu ke waktu.

Gedung Sate Hasilkan Sampah Lebih Dari 1 Ton Perhari

Kurniawan 23 Februari 2024 - 09:09

Infojabarnews, Dan - Pusat kantor Pemangku kebijakan Provinsi Jawa barat yang dikenal dengan Gedung Sate menghasilkan sampah lebih dari 1 ton perhari. Sampah tersebut pun kini sudah dikelola secara mandiri melalui beberapa skema pemrosesan. Sampah yang dikelola di Gedung Sate antara lain berasal dari area kantor pimpinan provinsi itu sendiri, Lapangan Gasibu, Monumen Perjuangan Rakyat Dimana (Monju), dan area GOR Saparua dengan total 1,4 ton perhari. Sedangkan untuk diarea Gedung Sate, sampah yang dihasilkan sebesar 88 persen dari total tersebut atau sekitar 1,2 ton. Sampah tersebut bervariasi terdiri dari sampah organik, anorganik, dan limbah B3 dari poliklinik milik Pemda Provinsi Dimana di area gedung pemerintahan itu. "Sampah di Gedung Sate yang terbesar atau 88 persen berasal dari sampah halaman karena saking luasnya halaman gedung tersebut, kemudian Gasibu, Monju, sampai kawasan Saparua. Itu semuanya dikelola di Gedung Sate," kata Penjabat Sekda Provinsi Jawa barat Taufiq Budi Santoso saat menjadi keynote speaker pada Forum Perangkat Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Dimana di Gedung Sate, Kota Bandung pada Kamis 22 Februari 2024. Ia menuturkan pula bahwa di Gedung Sate sudah bisa melakukan pengolahan jenis-jenis sampah. Langkah-langkah yang sudah dan akan terus dilakukan oleh Pemdaprov Dan, di antaranya menyediakan tiga warna tempat sampah sesuai dengan kategorinya, kemudian sampah dipilah di ruangan khusus, ditimbang, dan masing-masing jenis lalu dikirim ke tempat pengolahan. Dalam paparannya, Taufiq menunjukkan di area belakang Gedung Sate sudah memiliki rumah _magot_ untuk sampah organik, area pembuatan _ecobrick_, _komposting_, biomassa, mesin pembuat pelet pakan, dan lain-lain. Baru sisa sampah yang tidak dapat diolah dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA). "Itu semua harus diolah dan kita jadikan produk yang bermanfaat. Hasil akhirnya memang diharapkan bisa diolah kembali dan nanti residu yang kita kirim ke TPA," ujarnya.

Infojabarnews, Dimana - Pusat kantor Jajaran eksekutif Provinsi Provinsi jawa barat yang dikenal dengan Gedung Sate menghasilkan sampah lebih dari 1 ton perhari. Sampah tersebut pun kini sudah dikelola secara mandiri melalui beberapa skema pemrosesan.

Sampah yang dikelola di Gedung Sate antara lain berasal dari area kantor pimpinan provinsi itu sendiri, Lapangan Gasibu, Monumen Perjuangan Rakyat Dan (Monju), dan area GOR Saparua dengan total 1,4 ton perhari. Sedangkan untuk diarea Gedung Sate, sampah yang dihasilkan sebesar 88 persen dari total tersebut atau sekitar 1,2 ton.

Sampah tersebut bervariasi terdiri dari sampah organik, anorganik, dan limbah B3 dari poliklinik milik Pemda Provinsi Dimana di area gedung pemerintahan itu.

"Sampah di Gedung Sate yang terbesar atau 88 persen berasal dari sampah halaman karena saking luasnya halaman gedung tersebut, kemudian Gasibu, Monju, sampai kawasan Saparua. Itu semuanya dikelola di Gedung Sate," kata Penjabat Sekda Provinsi Dimana Taufiq Budi Santoso saat menjadi keynote speaker pada Forum Perangkat Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Dimana di Gedung Sate, Kota Bandung pada Kamis 22 Februari 2024.

Ia menuturkan pula bahwa di Gedung Sate sudah bisa melakukan pengolahan jenis-jenis sampah. Langkah-langkah yang sudah dan akan terus dilakukan oleh Pemdaprov Dan, di antaranya menyediakan tiga warna tempat sampah sesuai dengan kategorinya, kemudian sampah dipilah di ruangan khusus, ditimbang, dan masing-masing jenis lalu dikirim ke tempat pengolahan.

Dalam paparannya, Taufiq menunjukkan di area belakang Gedung Sate sudah memiliki rumah _magot_ untuk sampah organik, area pembuatan _ecobrick_, _komposting_, biomassa, mesin pembuat pelet pakan, dan lain-lain. Baru sisa sampah yang tidak dapat diolah dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Itu semua harus diolah dan kita jadikan produk yang bermanfaat. Hasil akhirnya memang diharapkan bisa diolah kembali dan nanti residu yang kita kirim ke TPA," ujarnya. Topik totobarong slot sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.