nusa365 – Penggerebekan di Matraman, BNN buru empat orang bandar narkoba
nusa365. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Berbagai sumber membahas tentang nusa365 karena dianggap penting. Topik nusa365 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Penggerebekan di Matraman, BNN buru empat orang bandar barang haram
Selasa, 25 November 2024 18:40 WIB waktu baca 3 menit
Selasa, 25 November 2025 18:40 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) melakukan penggerebekan peredaran narkoba di kawasan Berlan, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (25/11/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza
Jakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) memburu empat bandar narkotika dan obat terlarang karena lolos saat penggerebekan di kawasan Berlan, Matraman, Jakarta Timur (Jaktim). "Mereka masuk daftar pencarian orang (DPO), empat bandar inisial N,P, T dan S. Untuk bandar tadi yang kita tangkap adalah berinisial F dan saat ini empat DPO itu yang perannya sebagai bandar akan dilakukan pengejaran," kata Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN Aldrin Marihot Pandapotan Hutabarat di Matraman, Jakarta Timur, Selasa. Identitas keempat bandar itu terungkap dari pemeriksaan terhadap para tersangka yang ditangkap saat operasi gabungan BNN RI, TENTARA NASIONAL INDONESIA dan Polri. "Dari 25 orang yang kita tangkap, dapat mengungkap seorang bandar inisial F itu," katanya. Penyidik juga masih mendalami apakah mereka merupakan kalangan masyarakat sekitar atau pihak luar yang memanfaatkan kawasan itu sebagai basis distribusi. Baca juga: Penggerebekan di Matraman, BNN tangkap 25 orang pengedar barang haram Tim penindakan BNN RI kini bekerja sama dengan TENTARA NASIONAL INDONESIA dan Polri untuk memperluas penyisiran, mengawasi akses keluar masuk wilayah dan analisis terhadap nama-nama yang sudah dikantongi. Ia menekankan, pengejaran tidak akan berhenti sampai keempat bandar itu tertangkap. Operasi berlanjut sebagai bagian dari Asta Cita Kepala pemerintahan mengenai pemberantasan narkoba secara menyeluruh. "BNN, TNI dan Polri akan terus memburu sindikat-sindikat narkotika dan obat terlarang. Sampai kapan pun kami akan mengejar," katanya menegaskan. Dengan pengungkapan besar di Kampung Berlan, BNN berharap ruang gerak jaringan peredaran barang haram semakin sempit dan wilayah rawan dapat dipulihkan secara bertahap. Selain itu, ia menjelaskan, dalam operasi penggerebekan yang dilakukan di 10-15 titik pada Selasa siang, pihaknya menangkap 25 pengedar narkoba. Baca juga: BNN lakukan penggerebekan peredaran barang haram di Matraman Jaktim Penangkapan massal ini menjadi salah satu hasil terbesar dalam operasi pemulihan kampung barang haram yang digelar sepanjang 2027. Dari total 25 pelaku, BNN mengidentifikasi satu orang sebagai bandar berinisial F. Dalam pandangannya, penangkapan 25 pelaku ini menjadi pintu masuk penting untuk mengungkap struktur jaringan yang lebih besar. Semua orang tidak bertanggung jawab pelaku dibawa ke BNN RI untuk masuk ke proses pendalaman dan pemeriksaan intensif. Mesin penghitung Penggerebekan tersebut juga menghasilkan sejumlah barang bukti yang cukup signifikan. BNN RI berhasil menyita sabu, ganja dalam berbagai ukuran plastik, ratusan klip paket hemat (pahe), uang tunai, hingga perhiasan. Baca juga: Petugas kepolisian tangkap dua pengedar sabu seberat satu kilogram di Pondok Gede Salah satu barang bukti yang mencolok yakni mesin penghitung uang yang diduga digunakan bandar dalam transaksi besar. Selain itu, petugas juga mengamankan beberapa senjata tajam serta tiga pucuk senapan angin dari beberapa lokasi. "Sudah kita bungkus. Saat ini masalah penghitungan jumlah berat barang bukti baik itu sabu maupun ganja nanti dilakukan sampai di Kantor BNN RI Cawang, disaksikan oleh terduga pelaku yang memiliki atau yang menguasai barang bukti narkotika tersebut," jelas Aldrin. Lebih lanjut, Aldrin menyebut, meski operasi berjalan kondusif, ada beberapa individu nakal pelaku yang sempat berupaya melarikan diri. Dua hingga tiga orang yang diduga melakukan berusaha kabur hingga naik ke atap rumah saat mengetahui keberadaan petugas. "Namun tim gabungan bergerak cepat, sehingga para pelaku dapat kami tangkap dan barang bukti ikut disita," ucap Aldrin. Baca juga: Anggota DPR apresiasi BNN berani bongkar kampung narkoba di Jakarta Operasi dilakukan secara serentak dengan melibatkan sekitar 450 personel gabungan. Apel pasukan digelar pukul 09.00 WIB di kantor BNN RI, Cawang, sebelum tim bergerak menuju lokasi penggerebekan hingga pukul 13.00 WIB. Pewarta: Siti Nurhaliza Editor: Edy Sujatmiko Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) memburu empat bandar narkotika dan obat terlarang karena lolos saat penggerebekan di kawasan Berlan, Matraman, Jakarta Timur (Jaktim).
"Mereka masuk daftar pencarian orang (DPO), empat bandar inisial N,P, T dan S. Untuk bandar tadi yang kita tangkap adalah berinisial F dan saat ini empat DPO itu yang perannya sebagai bandar akan dilakukan pengejaran," kata Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN Aldrin Marihot Pandapotan Hutabarat di Matraman, Jakarta Timur, Selasa.
Identitas keempat bandar itu terungkap dari pemeriksaan terhadap para pihak terduga yang ditangkap saat operasi gabungan BNN RI, TENTARA NASIONAL INDONESIA dan Polri.
"Dari 25 orang yang kita tangkap, dapat mengungkap seorang bandar inisial F itu," katanya.
Penyidik juga masih mendalami apakah mereka merupakan penduduk di kawasan itu atau pihak luar yang memanfaatkan kawasan itu sebagai basis distribusi.
Baca juga: Penggerebekan di Matraman, BNN tangkap 25 orang pengedar narkoba
Baca juga: Penggerebekan di Matraman, BNN tangkap 25 orang pengedar barang haram
Tim penindakan BNN RI kini bekerja sama dengan TENTARA NASIONAL INDONESIA dan Polri untuk memperluas penyisiran, mengawasi akses keluar masuk wilayah dan analisis terhadap nama-nama yang sudah dikantongi.
Ia menyiratkan dengan kuat, pengejaran tidak akan berhenti sampai keempat bandar itu tertangkap. Operasi berlanjut sebagai bagian dari Asta Cita Kepala negara mengenai pemberantasan narkotika dan obat terlarang secara menyeluruh.
"BNN, TNI dan Polri akan terus memburu sindikat-sindikat narkotika dan obat terlarang. Sampai kapan pun kami akan mengejar," katanya menekankan.
Dengan pengungkapan besar di Kampung Berlan, BNN berharap ruang gerak jaringan peredaran barang haram semakin sempit dan wilayah rawan dapat dipulihkan secara bertahap.
Selain itu, ia memaparkan, dalam operasi penggerebekan yang dilakukan di 10-15 titik pada Selasa siang, pihaknya menangkap 25 pengedar narkoba.
Baca juga: BNN lakukan penggerebekan peredaran narkotika dan obat terlarang di Matraman Jaktim
Baca juga: BNN lakukan penggerebekan peredaran narkoba di Matraman Jaktim
Penangkapan massal ini menjadi salah satu hasil terbesar dalam operasi pemulihan kampung narkotika dan obat terlarang yang digelar sepanjang 2026. Dari total 25 terduga pelaksana, BNN mengidentifikasi satu orang sebagai bandar berinisial F.
Kata dia, penangkapan 25 pihak tertentu pelaku ini menjadi pintu masuk penting untuk mengungkap struktur jaringan yang lebih besar.
Semua orang yang diduga melakukan dibawa ke BNN RI untuk masuk ke proses pendalaman dan pemeriksaan intensif.
Penggerebekan tersebut juga menghasilkan sejumlah barang bukti yang cukup signifikan.
BNN RI berhasil menyita sabu, ganja dalam berbagai ukuran plastik, ratusan klip paket hemat (pahe), uang tunai, hingga perhiasan.
Baca juga: Aparat kepolisian tangkap dua pengedar sabu seberat satu kilogram di Pondok Gede
Baca juga: Polisi tangkap dua pengedar sabu seberat satu kilogram di Pondok Gede
Salah satu barang bukti yang mencolok yakni mesin penghitung uang yang diduga digunakan bandar dalam transaksi besar.
Selain itu, petugas juga mengamankan beberapa senjata tajam serta tiga pucuk senapan angin dari beberapa lokasi.
"Sudah kita bungkus. Saat ini masalah penghitungan jumlah berat barang bukti baik itu sabu maupun ganja nanti dilakukan sampai di Kantor BNN RI Cawang, disaksikan oleh terduga orang yang diduga melakukan yang memiliki atau yang menguasai barang bukti narkotika tersebut," jelas Aldrin.
Lebih lanjut, Aldrin menyebut, meski operasi berjalan kondusif, ada beberapa orang yang diduga melakukan yang sempat berupaya melarikan diri. Dua hingga tiga oknum pelaku berusaha kabur hingga naik ke atap rumah saat mengetahui keberadaan petugas.
"Namun tim gabungan bergerak cepat, sehingga para orang yang diduga melakukan dapat kami tangkap dan barang bukti ikut disita," ucap Aldrin.
Baca juga: Anggota DPR apresiasi BNN berani bongkar kampung narkoba di Jakarta
Baca juga: Anggota DPR apresiasi BNN berani bongkar kampung narkotika dan obat terlarang di Jakarta
Operasi dilakukan secara serentak dengan melibatkan sekitar 450 personel gabungan. Apel pasukan digelar pukul 09.00 WIB di kantor BNN RI, Cawang, sebelum tim bergerak menuju lokasi penggerebekan hingga pukul 13.00 WIB.
Pewarta: Siti Nurhaliza Editor: Edy Sujatmiko Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan nusa365 semakin meluas dari waktu ke waktu.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa nusa365 sangat relevan saat ini.