freebet apk slot – Tiga petugas keamanan diperiksa soal pencopet diarak di Ta...
freebet apk slot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa freebet apk slot sangat relevan saat ini. Pembahasan freebet apk slot semakin meluas dari waktu ke waktu. Pembahasan freebet apk slot semakin meluas dari waktu ke waktu.
Tiga petugas keamanan diperiksa soal pencopet diarak di Tanah Abang
Selasa, 25 November 2025 11:19 WIB waktu baca 2 menit
Selasa, 25 November 2025 11:19 WIB
Tangkapan layar - Terduga pencopet yang diarak di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2021). ANTARA/Khaerul Izan.
Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Pusat memeriksa tiga petugas keamanan untuk dimintai keterangan terkait viralnya sebuah video yang menunjukkan terduga pencopet diarak di Pasar Tanah Abang. "Untuk saat ini, masih dilakukan pengembangan. Kami sudah memeriksa tiga petugas keamanan," kata Kapolsek Tanah Abang, Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Haris Akhmad Basuki di Jakarta, Selasa. Dia menuturkan peristiwa pencopetan di Pasar Tanah Abang itu terjadi pada Minggu (16/11), dan video tersebut viral beberapa hari kemudian. Ujar dia, dari keterangan ketiga petugas keamanan, diduga pelaku copet itu merupakan seorang ibu rumah tangga berinisial EA (43) yang merupakan penduduk Palembang. Dia memaparkan arak-arakan itu terjadi setelah petugas mengamankan terduga pihak tertentu pelaku copet di pos keamanan, kemudian sejumlah massa menyarankan agar wanita tersebut digunduli, lalu diarak untuk memberikan efek jera. "Saksi mata kemudian mengarak diduga orang tidak bertanggung jawab pelaku dan menempelkan tulisan 'saya copet'. Setelah selesai diarak, pelaku dipulangkan dan barang bukti dompet milik korban dikembalikan," ujar Haris. Dia menambahkan alasan petugas keamanan tidak menyerahkan terduga pelaksana kepada institusi aparat kepolisian setempat karena mereka mengaku panik serta terpengaruh saran dari massa. Untuk itu, kata Haris, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait perkara tersebut dengan dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti dan orang yang memberikan kesaksian. "Saksi menangkap dan tidak menyerahkan atau koordinasi ke jajaran aparat kepolisian karena sudah panik, massa ramai, serta terpengaruh dengan saran massa yang ada pada saat itu," tutur Haris. Dalam video yang beredar itu, tampak seorang wanita diarak oleh petugas keamanan di sela-sela kios pedagang di Pasar Tanah Abang. Diduga orang yang diduga melakukan itu diarak dengan mengenakan kalung dari tali rafia yang bertuliskan "saya copet". Baca juga: Polisi tangkap tiga komplotan pencopet spesialis konser di Jakut Baca juga: Copet sering beraksi di sekitar Stasiun Senen akhirnya tertangkap Baca juga: Seorang diduga copet ditangkap saat beraksi di Bundaran HI Pewarta: Khaerul Izan Editor: Rr. Cornea Khairany Copyright © ANTARA 2021 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Pusat memeriksa tiga petugas keamanan untuk dimintai keterangan terkait viralnya sebuah video yang menunjukkan terduga pencopet diarak di Pasar Tanah Abang.
"Untuk saat ini, masih dilakukan pengembangan. Kami sudah memeriksa tiga petugas keamanan," kata Kapolsek Tanah Abang, Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Haris Akhmad Basuki di Jakarta, Selasa.
Dia menyampaikan insiden pencopetan di Pasar Tanah Abang itu terjadi pada Minggu (16/11), dan video tersebut viral beberapa hari kemudian.
Kata dia, dari keterangan ketiga petugas keamanan, diduga pelaku copet itu merupakan seorang ibu rumah tangga berinisial EA (43) yang merupakan masyarakat Palembang.
Dia menerangkan arak-arakan itu terjadi setelah petugas mengamankan terduga terduga pelaksana copet di pos keamanan, kemudian sejumlah massa menyarankan agar wanita tersebut digunduli, lalu diarak untuk memberikan efek jera.
"Saksi mata kemudian mengarak diduga pelaku dan menempelkan tulisan 'saya copet'. Setelah selesai diarak, pelaku dipulangkan dan barang bukti dompet milik pihak yang dirugikan dikembalikan," ujar Haris.
Dia melanjutkan alasan petugas keamanan tidak menyerahkan orang yang diduga melakukan kepada pihak institusi polisi karena mereka berterus terang panik serta terpengaruh saran dari massa.
Untuk itu, kata Haris, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait perkara tersebut dengan dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti dan saksi mata.
"Saksi menangkap dan tidak menyerahkan atau koordinasi ke korps bhayangkara setempat karena sudah panik, massa ramai, serta terpengaruh dengan saran massa yang ada pada saat itu," tutur Haris.
Dalam video yang beredar itu, tampak seorang wanita diarak oleh petugas keamanan di sela-sela kios pedagang di Pasar Tanah Abang. Diduga orang tidak bertanggung jawab pelaku itu diarak dengan mengenakan kalung dari tali rafia yang bertuliskan "saya copet".
Baca juga: Polisi tangkap tiga komplotan pencopet spesialis konser di Jakut
Baca juga: Aparat kepolisian tangkap tiga komplotan pencopet spesialis konser di Jakut
Baca juga: Copet sering beraksi di sekitar Stasiun Senen akhirnya tertangkap
Baca juga: Copet sering beraksi di sekitar Stasiun Senen akhirnya tertangkap
Baca juga: Seorang diduga copet ditangkap saat beraksi di Bundaran HI
Baca juga: Seorang diduga copet ditangkap saat beraksi di Bundaran HI
Pewarta: Khaerul Izan Editor: Rr. Cornea Khairany Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan freebet apk slot semakin meluas dari waktu ke waktu.