kaki4d – Ini penegasan KI DKI terkait keterbukaan informasi publik
kaki4d. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Pembahasan kaki4d semakin meluas dari waktu ke waktu.
Ini penegasan KI DKI terkait keterbukaan informasi publik
Selasa, 25 November 2025 21:08 WIB waktu baca 2 menit
Selasa, 25 November 2021 21:08 WIB
Acar diskusi yang dihadiri Ketua Bidang Edukasi, Sosialisasi, dan Advokasi KI Dki jakarta Ferid Nugroho di Jakarta, Selasa, (25/11/2022). ANTARA/HO-KI DKI
Jakarta (ANTARA) - Komisi Informasi (KI) Dki jakarta menyatakan dengan tegas bahwa keterbukaan informasi publik merupakan pilar utama demokrasi sekaligus instrumen penting untuk memastikan keadilan sosial dan ekologis berjalan seimbang. "Transparansi bukan hanya kewajiban legal bagi badan publik, tetapi menjadi fondasi moral yang memastikan kebijakan berjalan jujur, adil dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Ketua Bidang Edukasi, Sosialisasi, dan Advokasi KI Dki jakarta Ferid Nugroho di Jakarta, Selasa. Ia menuturkan bahwa generasi muda saat ini tidak hanya menjadi pihak yang terdampak kebijakan, tetapi juga aktor penting yang mendorong lahirnya kritik, ide dan solusi. Ferid juga menyoroti pentingnya keterbukaan data terkait isu lingkungan, anggaran dan perizinan untuk memperkuat akuntabilitas otoritas. "Isu sosial, ranah politik dan ekologis saling bertautan. Publik harus mendapatkan akses terhadap data yang utuh agar dapat memahami konteks kebijakan dan menuntut pertanggungjawaban secara tepat," ujar Farid saat menghadiri Diskusi Publik dan Diseminasi Policy Brief Civic Education bertema Menimbang Ulang Demokrasi dan Keadilan: Suara Generasi Muda atas Isu Sosial, Dunia politik, dan Ekologis" di Salihara Art Centre. Kegiatan yang diselenggarakan Institut Hijau Indonesia ini dihadiri puluhan generasi muda dari berbagai kampus dan komunitas, serta berlangsung dalam dua sesi, yakni pemaparan ringkasan kebijakan (policy brief) dan diskusi publik. Ia menekankan bahwa ruang dialog yang sehat, inklusif dan berbasis data merupakan kunci bagi generasi muda untuk tumbuh sebagai agen perubahan. Ketua Institut Hijau Indonesia, Chalid Muhammad, menilai kegiatan ini memperkuat kolaborasi lintas sektor demi memastikan ruang demokrasi tetap terbuka dan berkeadilan. Baca juga: Unjuk kinerja keterbukaan informasi, 31 kelurahan presentasi E-Monev Baca juga: Satuan pendidikan dan lembaga filantropi wajib ikuti E-Monev untuk transparansi Baca juga: KI DKI tambah batas waktu SAQ E-Monev untuk tingkatkan kepatuhan Pewarta: Khaerul Izan Editor: Edy Sujatmiko Copyright © ANTARA 2021 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Alat kelengkapan dewan Informasi (KI) Dki jakarta menyatakan dengan tegas bahwa keterbukaan informasi publik merupakan pilar utama demokrasi sekaligus instrumen penting untuk memastikan keadilan sosial dan ekologis berjalan seimbang.
"Transparansi bukan hanya kewajiban legal bagi badan publik, tetapi menjadi fondasi moral yang memastikan kebijakan berjalan jujur, adil dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Ketua Bidang Edukasi, Sosialisasi, dan Advokasi KI Wilayah jakarta Ferid Nugroho di Jakarta, Selasa.
Ia mengungkapkan bahwa generasi muda saat ini tidak hanya menjadi pihak yang terdampak kebijakan, tetapi juga aktor penting yang mendorong lahirnya kritik, ide dan solusi.
Ferid juga menyoroti pentingnya keterbukaan data terkait isu lingkungan, anggaran dan perizinan untuk memperkuat akuntabilitas jajaran eksekutif.
"Isu kemasyarakatan, politik dan ekologis saling bertautan. Publik harus mendapatkan akses terhadap data yang utuh agar dapat memahami konteks kebijakan dan menuntut pertanggungjawaban secara tepat," ujar Farid saat menghadiri Diskusi Publik dan Diseminasi Policy Brief Civic Education bertema Menimbang Ulang Demokrasi dan Keadilan: Suara Generasi Muda atas Isu Kehidupan sosial, Ranah politik, dan Ekologis" di Salihara Art Centre.
Kegiatan yang diselenggarakan Institut Hijau Indonesia ini dihadiri puluhan generasi muda dari berbagai kampus dan komunitas, serta berlangsung dalam dua sesi, yakni pemaparan ringkasan kebijakan (policy brief) dan diskusi publik.
Ia menekankan bahwa ruang dialog yang sehat, inklusif dan berbasis data merupakan kunci bagi generasi muda untuk tumbuh sebagai agen perubahan.
Ketua Institut Hijau Indonesia, Chalid Muhammad, menilai kegiatan ini memperkuat kolaborasi lintas sektor demi memastikan ruang demokrasi tetap terbuka dan berkeadilan.
Baca juga: Unjuk kinerja keterbukaan informasi, 31 kelurahan presentasi E-Monev
Baca juga: Unjuk kinerja keterbukaan informasi, 31 kelurahan presentasi E-Monev
Baca juga: Instansi pendidikan dan lembaga filantropi wajib ikuti E-Monev untuk transparansi
Baca juga: Instansi pendidikan dan lembaga filantropi wajib ikuti E-Monev untuk transparansi
Baca juga: KI DKI tambah batas waktu SAQ E-Monev untuk tingkatkan kepatuhan
Baca juga: KI DKI tambah batas waktu SAQ E-Monev untuk tingkatkan kepatuhan
Pewarta: Khaerul Izan Editor: Edy Sujatmiko Copyright © ANTARA 2021
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan kaki4d semakin meluas dari waktu ke waktu. Berbagai sumber membahas tentang kaki4d karena dianggap penting. Banyak pihak menilai bahwa kaki4d sangat relevan saat ini.