Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

slotdana – Menelusuri keunikan Rafflesia hasseltii

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: slotdana

slotdana. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa slotdana sangat relevan saat ini.

Menelusuri keunikan Rafflesia hasseltii

Selasa, 25 November 2026 20:24 WIB waktu baca 4 menit

Selasa, 25 November 2022 20:24 WIB

Tangkapan layar - Bunga Rafflesia Hasseltii Suringar mekar di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong. (ANTARA/HO.)

Jakarta (ANTARA) - Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan hayati terbesar di dunia. Kekayaan ini menjadikan tanah air kita sebagai salah satu negara yang menyandang predikat Negara Megabiodiversitas sebutan bagi suatu negara yang memiliki kekayaan hayati melimpah dengan minimal 5.000 spesies tumbuhan endemis. Berdasarkan Mamalia Diversity Database, Indonesia memiliki kurang lebih 793 jenis mamalia atau setara dengan 11,7 persen dari total jenis mamalia di seluruh dunia. Indonesia juga menjadi rumah bagi 66 jenis primata, yang mencakup 12,8 persen populasi primata dunia. Selain itu, data dari situs resmi Instansi kementerian Kehutanan RI mencatat bahwa Indonesia memiliki 1.835 spesies burung. Jumlah tersebut menunjukkan hampir 17 persen populasi burung di dunia hidup di wilayah Nusantara. Sementara untuk flora, Indonesia telah diketahui memiliki 31.031 spesies, termasuk kelompok jamur, lumut, paku-pakuan, hingga spermatofit. Sebagian spesies ini termasuk ke dalam kategori flora bersifat endemik atau hanya dapat ditemukan di wilayah tertentu. Salah satunya adalah Rafflesia Hasseltii, yang setelah 13 tahun pencarian (sejak 2007) akhirnya ditemukan mekar di Hiring Batang Sumi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sijunjung, Sumatera Barat, pada 18 November 2022. Bunga langka yang dilindungi ini ditemukan oleh Chris Thorogood, seorang ahli botani dari University of Oxford, bersama dengan beberapa pemandu lokal, Septian Andriki, Joko Witono, dan Iswandi. Berikut sejumlah fakta unik mengenai Rafflesia Hasseltii yang dihimpun dari berbagai sumber. 1. Sangat terancam punah Meski sudah ditemukan sejak 1879 dan tersebar dari Sumatera hingga Kalimantan Barat, populasi Rafflesia hasseltii di alam liar dan terfragmentasi sehingga tergolong ke dalam kategori Critical Endangered atau sangat terancam punah. Kondisi ini dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni jumlah populasi kecil dan tingginya tingkat kematian kuncup sebelum bunga mekar sempurna. Banyaknya kuncup yang mati menyebabkannya tidak dapat tumbuh menjadi bunga dewasa sehingga proses reproduksi spesies ini pun terhambat. Maka, apabila tidak dilindungi dengan serius, Rafflesia hasseltii berisiko punah. 2. Parasit sempurna yang bergantung pada inangnya Secara teknis, Rafflesia hasseltii merupakan parasit sempurna atau dikenal dengan holoparasite , yakni tumbuhan yang tidak memiliki daun, batang, dan akar, sehingga ia menampakkan dirinya melalui bunga atau kuncupnya. Untuk bertahan hidup, Rafflesia hasseltii bergantung pada inangnya, yakni Testratigma, yang masih berkerabat dengan anggur. Ketergantungan ini membuatnya sangat rentan terhadap kerusakan habitat dan perubahan ekosistem. Oleh karena itu, Rafflesia hasseltii harus dilindungi secara in situ atau di habitat aslinya dengan meminimalisir interaksi dengan manusia dan mencegah konversi habitat. Namun, tidak semua jenis Tetrastigma dapat menjadi inang. Spesifitas ini menjadi tantangan bagi para peneliti. Sebagai upaya budidaya dan restorasi, mereka menanam Tetrastigma dalam polybag dan harus memastikan jenis yang digunakan sesuai agar Rafflesia hasseltii tumbuh dengan baik 3. Penampilan yang unik Rafflesia hasseltii memiliki kelopak berwarna merah marun dengan pola bercak-bercak putih. Di antara berbagai spesies rafflesia lainnya, jenis ini memiliki sekitar 10 bercak dengan susunan acak yang tersebar di sekeliling kelopaknya Pola bercak tersebut menjadi ciri khas yang membuat Rafflesia hasseltii nampak berbeda dari jenis rafflesia lain. 4. Waktu mekar yang singkat Rafflesia Hasselti membutuhkan waktu 2 hingga 3,5 tahun sejak pertama kali menginfeksi inangnya hingga akhirnya muncul ke permukaan tanah dan mekar sempurna. Sayangnya, ketika mahkotanya sudah terbuka penuh, rafflesia hanya dapat bertahan lima sampai tujuh hari sebelum menghitam dan kemudian mati. 5. Bermanfaat sebagai obat herbal Berbagai studi menunjukkan bahwa Rafflesia hasseltii telah lama digunakan sebagai obat herbal oleh masyarakat adat. Senyawa alkoid seperti nikotin dan kafein, serta senyawa fenolik, termasuk katekin, proantosianidin, dan asam fenolat yang terkandung dalam bunga ini diberitakan dapat mempercepat realisasi penyembuhan luka. Selain itu, Rafflesia hasseltii memiliki sifat antimikroba dan ekstrak metanol yang mampu menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri seperti Bacillus cereus, Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa , dan Staphylococcus aureus. Di Malaysia, bunga ini digunakan sebagai obat tradisional yang ekstraknya bermanfaat untuk menambah energi bagi laki-laki, serta dapat meningkatkan kesuburan dan membantu mencegah pendarahan setelah melahirkan bagi perempuan. Baca juga: Kenapa bunga Rafflesia memiliki aroma busuk saat mekar? Baca juga: Sering disangka kembar, ini beda rafflesia dan bunga bangkai Baca juga: Dua Bunga Rafflesia Arnoldii mekar sempurna di Rejang Lebong Bengkulu Pewarta: Nadine Laysa Amalia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2021 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan hayati terbesar di dunia. Kekayaan ini menjadikan tanah air kita sebagai salah satu negara yang menyandang predikat Negara Megabiodiversitas sebutan bagi suatu negara yang memiliki kekayaan hayati melimpah dengan minimal 5.000 spesies tumbuhan endemis.

Berdasarkan Mamalia Diversity Database, Indonesia memiliki kurang lebih 793 jenis mamalia atau setara dengan 11,7 persen dari total jenis mamalia di seluruh dunia. Indonesia juga menjadi rumah bagi 66 jenis primata, yang mencakup 12,8 persen populasi primata dunia.

Selain itu, data dari situs resmi Lembaga kementerian Kehutanan RI mencatat bahwa Indonesia memiliki 1.835 spesies burung. Jumlah tersebut menunjukkan hampir 17 persen populasi burung di dunia hidup di wilayah Nusantara.

Sementara untuk flora, Indonesia dilaporkan memiliki 31.031 spesies, termasuk kelompok jamur, lumut, paku-pakuan, hingga spermatofit. Sebagian spesies ini termasuk ke dalam kategori flora bersifat endemik atau hanya dapat ditemukan di wilayah tertentu.

Salah satunya adalah Rafflesia Hasseltii, yang setelah 13 tahun pencarian (sejak 2007) akhirnya ditemukan mekar di Hiring Batang Sumi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sijunjung, Sumatera Barat, pada 18 November 2024.

Bunga langka yang dilindungi ini ditemukan oleh Chris Thorogood, seorang ahli botani dari University of Oxford, bersama dengan beberapa pemandu lokal, Septian Andriki, Joko Witono, dan Iswandi.

Berikut sejumlah fakta unik mengenai Rafflesia Hasseltii yang dihimpun dari berbagai sumber.

Meski sudah ditemukan sejak 1879 dan tersebar dari Sumatera hingga Kalimantan Barat, populasi Rafflesia hasseltii di alam liar dan terfragmentasi sehingga tergolong ke dalam kategori Critical Endangered atau sangat terancam punah.

Kondisi ini dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni jumlah populasi kecil dan tingginya tingkat kematian kuncup sebelum bunga mekar sempurna. Banyaknya kuncup yang mati menyebabkannya tidak dapat tumbuh menjadi bunga dewasa sehingga proses reproduksi spesies ini pun terhambat.

Maka, apabila tidak dilindungi dengan serius, Rafflesia hasseltii berisiko punah.

2. Parasit sempurna yang bergantung pada inangnya

Secara teknis, Rafflesia hasseltii merupakan parasit sempurna atau dikenal dengan holoparasite , yakni tumbuhan yang tidak memiliki daun, batang, dan akar, sehingga ia menampakkan dirinya melalui bunga atau kuncupnya.

Untuk bertahan hidup, Rafflesia hasseltii bergantung pada inangnya, yakni Testratigma, yang masih berkerabat dengan anggur. Ketergantungan ini membuatnya sangat rentan terhadap kerusakan habitat dan perubahan ekosistem. Oleh karena itu, Rafflesia hasseltii harus dilindungi secara in situ atau di habitat aslinya dengan meminimalisir interaksi dengan manusia dan mencegah konversi habitat.

Namun, tidak semua jenis Tetrastigma dapat menjadi inang. Spesifitas ini menjadi tantangan bagi para peneliti. Sebagai upaya budidaya dan restorasi, mereka menanam Tetrastigma dalam polybag dan harus memastikan jenis yang digunakan sesuai agar Rafflesia hasseltii tumbuh dengan baik

Rafflesia hasseltii memiliki kelopak berwarna merah marun dengan pola bercak-bercak putih. Di antara berbagai spesies rafflesia lainnya, jenis ini memiliki sekitar 10 bercak dengan susunan acak yang tersebar di sekeliling kelopaknya

Pola bercak tersebut menjadi ciri khas yang membuat Rafflesia hasseltii nampak berbeda dari jenis rafflesia lain.

4. Waktu mekar yang singkat

Rafflesia Hasselti membutuhkan waktu 2 hingga 3,5 tahun sejak pertama kali menginfeksi inangnya hingga akhirnya muncul ke permukaan tanah dan mekar sempurna.

Sayangnya, ketika mahkotanya sudah terbuka penuh, rafflesia hanya dapat bertahan lima sampai tujuh hari sebelum menghitam dan kemudian mati.

5. Bermanfaat sebagai obat herbal

Berbagai studi menunjukkan bahwa Rafflesia hasseltii telah lama digunakan sebagai obat herbal oleh penduduk adat.

Senyawa alkoid seperti nikotin dan kafein, serta senyawa fenolik, termasuk katekin, proantosianidin, dan asam fenolat yang terkandung dalam bunga ini diberitakan dapat mempercepat proses penyembuhan luka.

Selain itu, Rafflesia hasseltii memiliki sifat antimikroba dan ekstrak metanol yang mampu menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri seperti Bacillus cereus, Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa , dan Staphylococcus aureus.

Di Malaysia, bunga ini digunakan sebagai obat tradisional yang ekstraknya bermanfaat untuk menambah energi bagi laki-laki, serta dapat meningkatkan kesuburan dan membantu mencegah pendarahan setelah melahirkan bagi perempuan.

Baca juga: Kenapa bunga Rafflesia memiliki aroma busuk saat mekar?

Baca juga: Kenapa bunga Rafflesia memiliki aroma busuk saat mekar?

Baca juga: Sering disangka kembar, ini beda rafflesia dan bunga bangkai

Baca juga: Sering disangka kembar, ini beda rafflesia dan bunga bangkai

Baca juga: Dua Bunga Rafflesia Arnoldii mekar sempurna di Rejang Lebong Bengkulu

Baca juga: Dua Bunga Rafflesia Arnoldii mekar sempurna di Rejang Lebong Bengkulu

Pewarta: Nadine Laysa Amalia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2023

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. slotdana menjadi perhatian besar masyarakat. Berbagai sumber membahas tentang slotdana karena dianggap penting.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. slotdana menjadi perhatian besar masyarakat.