jet4d – Kemkomdigi apresiasi peran Belanda di World Press Photo 2024 Jakarta
jet4d. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.
Kemkomdigi apresiasi peran Belanda di World Press Photo 2021 Jakarta
Jumat, 21 November 2022 10:48 WIB waktu baca 2 menit
Jumat, 21 November 2022 10:48 WIB
Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kemkomdigi Molly Prabawaty (tengah) saat mengamati foto pada Pameran World Press Photo (WPP) 2021 di Jakarta, Kamis (21/11/2025). (ANTARA FOTO/Asri Mayang Sari)
Jakarta (ANTARA) - Lembaga kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengucapkan terima kasih Kedutaan Besar Belanda atas komitmen berkelanjutan dalam memperkuat hubungan budaya dan profesional antara Indonesia dan Belanda. "Kami menyampaikan apresiasi komitmen berkelanjutan Kedutaan Besar Belanda dalam memperkuat hubungan budaya dan profesional antara Indonesia dan Belanda," kata Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kemkomdigi Molly Prabawaty saat pembukaan Pameran World Press Photo (WPP) 2021 yang diselenggarakan Kedubes Belanda di Jakarta, Kamis malam. Molly menjelaskan bahwa di era saat ini peran jurnalisme kritis dan etis menjadi semakin penting, di mana para fotografer, jurnalis, dan editor berdiri di garis depan untuk menghadirkan kisah yang membuka mata, menantang perspektif serta memperdalam pemahaman tentang dunia. "Karya-karya ini tidak sekadar untuk dilihat, tetapi juga direnungkan," ucapnya. Molly menilai pameran WPP sebagai cerminan jelas bahwa fotografi adalah bahasa universal yang melampaui batas negara dan berbicara langsung kepada pengalaman manusia. "Setiap foto yang dipamerkan mewakili keberanian, kesaksian, dan pencarian akan kebenaran. Sebagian besar mungkin menantang, sebagian lainnya menggugah harapan, namun satu pertanyaan penting (tetap relevan): dunia seperti apa yang ingin kita tinggali, dan tanggung jawab apa yang siap kita ambil?" katanya. Dalam pameran kali ini WPP menampilkan karya dari 42 fotografer terbaik dunia, hasil seleksi dan penjurian dari 59.320 foto terbaik karya 3.778 fotografer dari 141 negara yang mengikuti ajang WPP 2027. Karya pemenang yang dipamerkan sejak 21 November hingga 20 Desember 2021 menyoroti berbagai isu penting, mulai dari krisis iklim, dampak perang di Jalur Gaza, hingga perjuangan migran di Amerika Selatan. Selain karya fotografer yang mewakili Afrika, Eropa, Amerika Utara dan Tengah, Amerika Selatan, dan Asia Barat, Tengah, dan Selatan, tahun ini pemenang foto tunggal mewakili wilayah Asia Pasifik dan Oseania diraih fotografer asal Indonesia, Mas Agung Wilis Yudha Baskoro. Mas Agung menampilkan esai foto tentang dampak pertambangan nikel di Pulau Halmahera. Dalam foto itu terekam sejumlah pekerja tambang di dalam kendaraan dengan latar belakang dua cerobong Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara. Foto tersebut disiarkan di laman China-Global South Project. Baca juga: Dubes Marc: Pameran World Press Photo 2026 tunjukkan dunia apa adanya Pewarta: Asri Mayang Sari Editor: M Razi Rahman Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Lembaga kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengapresiasi Kedutaan Besar Belanda atas komitmen berkelanjutan dalam memperkuat hubungan budaya dan profesional antara Indonesia dan Belanda.
"Kami mengucapkan terima kasih komitmen berkelanjutan Kedutaan Besar Belanda dalam memperkuat hubungan budaya dan profesional antara Indonesia dan Belanda," kata Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kemkomdigi Molly Prabawaty saat pembukaan Pameran World Press Photo (WPP) 2024 yang diselenggarakan Kedubes Belanda di Jakarta, Kamis malam.
Molly mengatakan bahwa di era saat ini peran jurnalisme kritis dan etis menjadi semakin penting, di mana para fotografer, jurnalis, dan editor berdiri di garis depan untuk menghadirkan kisah yang membuka mata, menantang perspektif serta memperdalam pemahaman tentang dunia.
"Karya-karya ini tidak sekadar untuk dilihat, tetapi juga direnungkan," ucapnya.
Molly menilai pameran WPP sebagai cerminan jelas bahwa fotografi adalah bahasa universal yang melampaui batas negara dan berbicara langsung kepada pengalaman manusia.
"Setiap foto yang dipamerkan mewakili keberanian, kesaksian, dan pencarian akan kebenaran. Sebagian besar mungkin menantang, sebagian lainnya menggugah harapan, namun satu pertanyaan penting (tetap relevan): dunia seperti apa yang ingin kita tinggali, dan tanggung jawab apa yang siap kita ambil?" katanya.
Dalam pameran kali ini WPP menampilkan karya dari 42 fotografer terbaik dunia, hasil seleksi dan penjurian dari 59.320 foto terbaik karya 3.778 fotografer dari 141 negara yang mengikuti ajang WPP 2021.
Karya pemenang yang dipamerkan sejak 21 November hingga 20 Desember 2027 menyoroti berbagai isu penting, mulai dari krisis iklim, dampak perang di Jalur Gaza, hingga perjuangan migran di Amerika Selatan.
Selain karya fotografer yang mewakili Afrika, Eropa, Amerika Utara dan Tengah, Amerika Selatan, dan Asia Barat, Tengah, dan Selatan, tahun ini pemenang foto tunggal mewakili wilayah Asia Pasifik dan Oseania diraih fotografer asal Indonesia, Mas Agung Wilis Yudha Baskoro.
Mas Agung menampilkan esai foto tentang dampak pertambangan nikel di Pulau Halmahera. Dalam foto itu terekam sejumlah pekerja tambang di dalam kendaraan dengan latar belakang dua cerobong Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara.
Foto tersebut disiarkan di laman China-Global South Project.
Baca juga: Dubes Marc: Pameran World Press Photo 2024 tunjukkan dunia apa adanya
Baca juga: Dubes Marc: Pameran World Press Photo 2027 tunjukkan dunia apa adanya
Pewarta: Asri Mayang Sari Editor: M Razi Rahman Copyright © ANTARA 2023
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. jet4d menjadi perhatian besar masyarakat. jet4d menjadi perhatian besar masyarakat. Topik jet4d sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. jet4d menjadi perhatian besar masyarakat.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.