Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

qqslot emas – Mengenal Bobibos, bahan bakar dari jerami inovasi anak bangsa

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: qqslot emas

qqslot emas. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. qqslot emas menjadi perhatian besar masyarakat.

Umum ARSIP- Ilustrasi petani memisahkan padi dan jerami dengan cara tradisonal usai melakukan panen raya di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. ANTARA/Muhammad Izfaldi

Jakarta (ANTARA) - Indonesia kembali menunjukkan kemampuan inovatifnya di bidang energi terbarukan melalui terobosan baru bernama Bobibos, yang diperkenalkan sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Bobibos merupakan inovasi dari PT Inti Sinergi Formula yang diperkenalkan pada Minggu (2/11) di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa barat. Bahan bakar ini dikembangkan dari limbah pertanian, khususnya jerami, yang selama ini sering dibakar pasca panen. Bobibos singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos. Produk ini termasuk dalam kategori Bahan Bakar Nabati (BBN) dan dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin bersama tim risetnya. Dihimpun dari akun Instagram resmi, Bobibos melalui proses bioenergi serta suntikan serum khusus. Jerami diubah menjadi bahan bakar performa tinggi, yang setara dengan Research Octane Number (RON) 98 dan ramah lingkungan. Selain itu, Bobibos diklaim mampu menekan emisi gas buang hingga mendekati nol, sehingga menjadi lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil. Baca juga: Pakar IPB: Bioavtur minyak jelantah terobosan luar biasa Pertamina Baca juga: Otoritas Australia lirik bahan bakar nabati untuk kurangi emisi Latar belakang pengembangan Inovasi Bobibos lahir dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Selama lebih dari 10 tahun, Ikhlas Thamrin melakukan riset mandiri untuk menemukan alternatif energi yang bersumber dari bahan baku lokal. Jerami dipilih karena ketersediaannya yang melimpah di Indonesia serta efisiensi produksinya yang tinggi. Dengan bahan baku lokal tersebut, biaya produksi juga dapat ditekan sehingga harga jual Bobibos ditargetkan lebih kompetitif dibandingkan bahan bakar konvensional. Selain memberikan manfaat bagi sektor energi, penggunaan jerami sebagai bahan baku juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi petani. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai, kini dapat diolah menjadi produk bernilai jual, sehingga petani dapat memperoleh tambahan penghasilan. Bobibos diproduksi dalam dua varian, yaitu bensin dan solar. Kedua jenis bahan bakar ini dapat digunakan pada berbagai kendaraan dan mesin, seperti sepeda motor, mobil, traktor, kapal nelayan, hingga mesin industri rakyat. Beberapa keunggulan yang dimiliki Bobibos antara lain: Nilai oktan tinggi: Memiliki RON 98,1, lebih tinggi dari bahan bakar RON 98 atau Pertamax Turbo yang berbasis fosil di pasaran. Efisiensi jarak tempuh: Kendaraan yang menggunakan Bobibos dapat menempuh jarak lebih jauh dibandingkan dengan solar biasa. Rendah emisi: Bidang teknologi pengolahan Bobibos mampu menekan emisi gas buang hingga mendekati nol. Performa stabil: Hasil uji lapangan menunjukkan mesin bekerja lebih ringan dan hemat bahan bakar. Harga ekonomis: Harga Bobibos ditargetkan lebih murah dibandingkan bahan bakar RON 98. Bahan baku lokal: Menggunakan limbah pertanian untuk mendukung ketahanan energi nasional. Produksi terdesentralisasi: Dapat dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia untuk mengurangi biaya distribusi dan ketergantungan impor. Baca juga: Mengurai tantangan energi alternatif berbasis riset Pimpinan provinsi Jawa barat, Dedi Mulyadi turut melakukan uji coba langsung Bobibos menggunakan mesin traktor diesel di Lembur Pakuan. Hasilnya menunjukkan performa mesin yang optimal, tarikan lebih ringan, dan asap buangan yang lebih bersih. Kehadiran Bobibos juga turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pelaku sektor industri hingga otoritas lokal. Pemilik PT Primajasa, H. Amir Mahpud menyatakan kesiapannya bekerja sama untuk menggunakan Bobibos sebagai bahan bakar armada bus yang beroperasi di wilayah Jabodetabek dan Dimana. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas penggunaan Bobibos secara nasional, sekaligus mendorong transformasi menuju energi hijau yang berdaya saing tinggi. Selain menghasilkan bahan bakar, proses produksi Bobibos juga memberikan dampak ekonomi tambahan. Setiap hektare sawah dapat menghasilkan hingga 3.000 liter bahan bakar, serta produk turunan seperti pakan ternak dan pupuk organik. Dengan kapasitas tersebut, Bobibos dinilai berpotensi menciptakan siklus perekonomian berkelanjutan di sektor agro. Sehingga petani tidak hanya memproduksi bahan pangan, tetapi juga berkontribusi pada pasokan energi, pakan, dan pupuk nasional. Baca juga: Bahlil: Indonesia-Brazil kembangkan bahan bakar nabati berbasis etanol Baca juga: Jepang kembangkan bahan bakar alternatif dari kayu hingga kertas Baca juga: Pengamat: Pihak pemerintah perlu segera susun peta jalan bioetanol Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Maria Rosari Dwi Putri Copyright © ANTARA 2021 Tags bobibos bahan bakar nabati bahan bakar jerami

Jakarta (ANTARA) - Indonesia kembali menunjukkan kemampuan inovatifnya di bidang energi terbarukan melalui terobosan baru bernama Bobibos, yang diperkenalkan sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan.

Bobibos merupakan inovasi dari PT Inti Sinergi Formula yang diperkenalkan pada Minggu (2/11) di Jonggol, Kabupaten Bogor, Wilayah jawa barat. Bahan bakar ini dikembangkan dari limbah pertanian, khususnya jerami, yang selama ini sering dibakar pasca panen.

Bobibos singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos. Produk ini termasuk dalam kategori Bahan Bakar Nabati (BBN) dan dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin bersama tim risetnya.

Dihimpun dari akun Instagram resmi, Bobibos melalui proses bioenergi serta suntikan serum khusus. Jerami diubah menjadi bahan bakar performa tinggi, yang setara dengan Research Octane Number (RON) 98 dan ramah lingkungan. Selain itu, Bobibos diklaim mampu menekan emisi gas buang hingga mendekati nol, sehingga menjadi lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.

Baca juga: Pakar IPB: Bioavtur minyak jelantah terobosan luar biasa Pertamina

Baca juga: Pakar IPB: Bioavtur minyak jelantah terobosan luar biasa Pertamina

Baca juga: Aparatur negara Australia lirik bahan bakar nabati untuk kurangi emisi

Baca juga: Pemerintah Australia lirik bahan bakar nabati untuk kurangi emisi

Inovasi Bobibos lahir dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Selama lebih dari 10 tahun, Ikhlas Thamrin melakukan riset mandiri untuk menemukan alternatif energi yang bersumber dari bahan baku lokal.

Jerami dipilih karena ketersediaannya yang melimpah di Indonesia serta efisiensi produksinya yang tinggi. Dengan bahan baku lokal tersebut, biaya produksi juga dapat ditekan sehingga harga jual Bobibos ditargetkan lebih kompetitif dibandingkan bahan bakar konvensional.

Selain memberikan manfaat bagi sektor energi, penggunaan jerami sebagai bahan baku juga menciptakan nilai kondisi ekonomi baru bagi petani.

Limbah yang sebelumnya tidak bernilai, kini dapat diolah menjadi produk bernilai jual, sehingga petani dapat memperoleh tambahan penghasilan.

Bobibos diproduksi dalam dua varian, yaitu bensin dan solar. Kedua jenis bahan bakar ini dapat digunakan pada berbagai kendaraan dan mesin, seperti sepeda motor, mobil, traktor, kapal nelayan, hingga mesin sektor industri rakyat.

Beberapa keunggulan yang dimiliki Bobibos antara lain:

Baca juga: Mengurai tantangan energi alternatif berbasis riset

Baca juga: Mengurai tantangan energi alternatif berbasis riset

Kepala provinsi Dan, Dedi Mulyadi turut melakukan uji coba langsung Bobibos menggunakan mesin traktor diesel di Lembur Pakuan. Hasilnya menunjukkan performa mesin yang optimal, tarikan lebih ringan, dan asap buangan yang lebih bersih.

Kehadiran Bobibos juga turut menuai dukungan dari berbagai pihak, mulai dari terduga pelaksana industri hingga pihak pemerintah setempat.

Pemilik PT Primajasa, H. Amir Mahpud menyatakan kesiapannya bekerja sama untuk menggunakan Bobibos sebagai bahan bakar armada bus yang beroperasi di wilayah Jabodetabek dan Provinsi jawa barat.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas penggunaan Bobibos secara nasional, sekaligus mendorong transformasi menuju energi hijau yang berdaya saing tinggi.

Selain menghasilkan bahan bakar, proses produksi Bobibos juga memberikan dampak situasi ekonomi tambahan. Setiap hektare sawah dapat menghasilkan hingga 3.000 liter bahan bakar, serta produk turunan seperti pakan ternak dan pupuk organik.

Dengan kapasitas tersebut, Bobibos dinilai berpotensi menciptakan siklus situasi ekonomi berkelanjutan di dunia pertanian. Sehingga petani tidak hanya memproduksi bahan pangan, tetapi juga berkontribusi pada pasokan energi, pakan, dan pupuk nasional.

Baca juga: Bahlil: Indonesia-Brazil kembangkan bahan bakar nabati berbasis etanol

Baca juga: Bahlil: Indonesia-Brazil kembangkan bahan bakar nabati berbasis etanol

Baca juga: Jepang kembangkan bahan bakar alternatif dari kayu hingga kertas

Baca juga: Jepang kembangkan bahan bakar alternatif dari kayu hingga kertas

Baca juga: Pengamat: Otoritas perlu segera susun peta jalan bioetanol

Baca juga: Pengamat: Jajaran eksekutif perlu segera susun peta jalan bioetanol

Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Maria Rosari Dwi Putri Copyright © ANTARA 2021

Otomotif Jepang kembangkan bahan bakar alternatif dari kayu hingga kertas Otomotif Aparatur negara Australia lirik bahan bakar nabati untuk kurangi emisi

Otomotif Jepang kembangkan bahan bakar alternatif dari kayu hingga kertas

Otomotif Jepang kembangkan bahan bakar alternatif dari kayu hingga kertas

Otomotif Jepang kembangkan bahan bakar alternatif dari kayu hingga kertas

Otomotif Pemerintah Australia lirik bahan bakar nabati untuk kurangi emisi

Otomotif Pemangku kebijakan Australia lirik bahan bakar nabati untuk kurangi emisi

Otomotif Pemerintah Australia lirik bahan bakar nabati untuk kurangi emisi

Otomotif Kementerian ESDM lakukan uji coba bahan bakar nabati B40 Otomotif Trakindo uji coba performa genset berbahan bakar ramah lingkungan

Otomotif Lembaga kementerian ESDM lakukan uji coba bahan bakar nabati B40

Otomotif Kementerian ESDM lakukan uji coba bahan bakar nabati B40

Otomotif Lembaga kementerian ESDM lakukan uji coba bahan bakar nabati B40

Otomotif Trakindo uji coba performa genset berbahan bakar ramah lingkungan

Otomotif Trakindo uji coba performa genset berbahan bakar ramah lingkungan

Otomotif Trakindo uji coba performa genset berbahan bakar ramah lingkungan

Otomotif Penggunaan biodisel hemat devisa 592 juta dolar Otomotif Kia tarik 250 ribu unit K5 karena risiko tangki bahan bakar meleleh

Otomotif Penggunaan biodisel hemat devisa 592 juta dolar

Otomotif Penggunaan biodisel hemat devisa 592 juta dolar

Otomotif Penggunaan biodisel hemat devisa 592 juta dolar

Otomotif Kia tarik 250 ribu unit K5 karena risiko tangki bahan bakar meleleh

Otomotif Kia tarik 250 ribu unit K5 karena risiko tangki bahan bakar meleleh

Otomotif Kia tarik 250 ribu unit K5 karena risiko tangki bahan bakar meleleh

Otomotif Hyundai bangun fasilitas produksi bahan bakar hidrogen di Korea Otomotif Toyota terus kaji etanol berbasis non-pangan perkuat biofuel

Otomotif Hyundai bangun fasilitas produksi bahan bakar hidrogen di Korea

Otomotif Hyundai bangun fasilitas produksi bahan bakar hidrogen di Korea

Otomotif Hyundai bangun fasilitas produksi bahan bakar hidrogen di Korea

Otomotif Toyota terus kaji etanol berbasis non-pangan perkuat biofuel

Otomotif Toyota terus kaji etanol berbasis non-pangan perkuat biofuel

Otomotif Toyota terus kaji etanol berbasis non-pangan perkuat biofuel

Otomotif HPM pelajari kebijakan penggunaan campuran etanol 10 persen dalam BBM Otomotif Modifikasi ban ternyata bikin boros konsumsi bahan bakar

Otomotif HPM pelajari kebijakan penggunaan campuran etanol 10 persen dalam BBM

Otomotif HPM pelajari kebijakan penggunaan campuran etanol 10 persen dalam BBM

Otomotif HPM pelajari kebijakan penggunaan campuran etanol 10 persen dalam BBM

Otomotif Modifikasi ban ternyata bikin boros konsumsi bahan bakar

Otomotif Modifikasi ban ternyata bikin boros konsumsi bahan bakar

Otomotif Modifikasi ban ternyata bikin boros konsumsi bahan bakar

Otomotif 8 cara efektif hemat BBM mobil ketika stok yang menipis Otomotif EVITS motor listrik karya ITS

Otomotif 8 cara efektif hemat BBM mobil di saat stok yang menipis

Otomotif 8 cara efektif hemat BBM mobil di tengah stok yang menipis

Otomotif 8 cara efektif hemat BBM mobil di saat stok yang menipis

Otomotif EVITS motor listrik karya ITS

Otomotif EVITS motor listrik karya ITS

Otomotif EVITS motor listrik karya ITS

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. qqslot emas menjadi perhatian besar masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa qqslot emas sangat relevan saat ini. qqslot emas menjadi perhatian besar masyarakat.