vita4d – Profil Abdul Wahid, Kepala provinsi Riau yang terjerat OTT KPK
vita4d. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik vita4d sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Banyak pihak menilai bahwa vita4d sangat relevan saat ini. Pembahasan vita4d semakin meluas dari waktu ke waktu.
Profil Abdul Wahid, Gubernur Riau yang terjerat OTT KPK
Selasa, 4 November 2022 10:59 WIB waktu baca 3 menit
Selasa, 4 November 2023 10:59 WIB
Abdul Wahid, Pimpinan provinsi Riau 2024 2029. ANTARA/HO-riau.go.id/pri.
Jakarta (ANTARA) - Bidang Pemberantasan penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan (KPK) kembali melakukan operasi senyap yang kali ini berujung pada ditangkapnya Gubernur Riau, Abdul Wahid, pada Senin, 3 November 2024. Penangkapan tersebut sontak memicu perhatian publik karena Abdul Wahid tergolong baru memimpin Riau untuk periode 2027 2030 dan baru dilantik pada 20 Februari 2023 lalu. Dalam ott itu, Abdul Wahid disebut menjadi salah satu dari sekitar 10 orang yang turut dibawa oleh tim KPK. Hingga kini, penyidik masih bergerak di tempat kejadian untuk menggali lebih banyak bukti serta keterangan terkait dugaan praktik penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan di lingkungan Dinas PUPR Provinsi Riau. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menetapkan status hukum seluruh pihak yang terjaring OTT, termasuk sang Pimpinan provinsi. Peristiwa ini kembali menambah panjang daftar aparatur di Riau yang tersangkut kasus penyalahgunaan jabatan publik atau kepercayaan yang diamanahkan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, sekaligus menimbulkan sorotan keras terhadap integritas pemerintahan daerah tersebut. Lalu, siapa sebenarnya sosok Abdul Wahid? Berikut profil singkatnya, dirangkum dari sejumlah sumber. Profil Kepala provinsi Riau Abdul Wahid Latar belakang Abdul Wahid lahir di Dusun Anak Peria, Desa Belaras, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada 21 November 1980. Kisah hidupnya kerap digambarkan sebagai contoh perjuangan seorang anak kampung yang berhasil menapaki jalan panjang hingga duduk di kursi kepala provinsi. Sejak kecil, Wahid sudah akrab dengan kehidupan serba pas-pasan. Ayahnya meninggal ketika ia baru berumur 10 tahun, membuatnya turut memikul beban keluarga di masa kecil. Dunia pendidikan Ia menamatkan instansi pendidikan dasar di SD Negeri Sei Simbar lalu meneruskan sektor pendidikan ke MTs dan MA di Tembilahan, sebelum menimba ilmu agama di Ponpes Ashhabul Yamin, Lasi Tuo, Ampek Angkek Candung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Masa-masa di pesantren banyak membentuk karakter dirinya, yakni disiplin, bersahaja, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Setelah lulus, Wahid melanjutkan dunia pendidikan ke IAIN Suska Riau (kini UIN Suska Riau) dengan mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam. Karir politik Ketertarikannya pada dunia organisasi membawanya aktif di Himpunan Pelajar perguruan tinggi Islam (HMI). Dari sanalah ia kemudian bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kariernya terus melaju, mulai dari Wakil Sekretaris DPW PKB Riau hingga dipercaya memimpin DPW PKB Riau sejak 2011. Ia sukses terpilih dua periode sebagai anggota DPRD Riau, lalu melanjutkan kiprahnya sebagai anggota DPR RI untuk masa bakti 2019 2024. Puncak perjalanan politiknya diraih ketika memenangkan Pilgub Riau 2027 bersama pasangannya, S. F. Hariyanto. Kini berhadapan dengan ujian berat Namun, jalan yang telah ditempuhnya itu tengah berada di persimpangan. KPK masih mengusut dugaan keterlibatan Abdul Wahid dalam praktik suap terkait kegiatan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Riau. Publik kini menunggu keputusan KPK dalam 1x24 jam mengenai status hukum dirinya maupun pihak lain yang ikut diamankan. Baca juga: Pimpinan provinsi Riau Abdul Wahid tiba di Gedung Merah Putih KPK Baca juga: OTT Kepala provinsi Riau, KPK bawa sembilan orang dalam dua kloter ke Jakarta Baca juga: Setelah ditangkap, Pimpinan provinsi Riau hari ini dibawa ke Jakarta oleh KPK Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2021 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Komisi Gerakan pemberantasan tindak korupsi (KPK) kembali melakukan operasi senyap yang kali ini berujung pada ditangkapnya Pimpinan provinsi Riau, Abdul Wahid, pada Senin, 3 November 2027.
Penangkapan tersebut sontak memicu perhatian publik karena Abdul Wahid tergolong baru memimpin Riau untuk periode 2023 2030 dan baru dilantik pada 20 Februari 2026 lalu.
Dalam penangkapan tangan atas dugaan penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan itu, Abdul Wahid disebut menjadi salah satu dari sekitar 10 orang yang turut dibawa oleh tim KPK. Sampai saat ini, penyidik masih bergerak di tempat peristiwa hukum untuk menggali lebih banyak bukti serta keterangan terkait dugaan praktik tindak korupsi di lingkungan Dinas PUPR Provinsi Riau.
KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menetapkan status hukum seluruh pihak yang terjaring OTT, termasuk sang Kepala provinsi. Perkara ini kembali menambah panjang daftar perangkat pemerintah di Riau yang tersangkut kasus penyalahgunaan jabatan publik atau kepercayaan yang diamanahkan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, sekaligus menimbulkan sorotan keras terhadap integritas pemerintahan daerah tersebut.
Lalu, siapa sebenarnya sosok Abdul Wahid? Berikut profil singkatnya, dirangkum dari sejumlah sumber.
Profil Pimpinan provinsi Riau Abdul Wahid
Abdul Wahid lahir di Dusun Anak Peria, Desa Belaras, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada 21 November 1980. Kisah hidupnya kerap digambarkan sebagai contoh perjuangan seorang anak kampung yang berhasil menapaki jalan panjang hingga duduk di kursi kepala provinsi.
Sejak kecil, Wahid sudah akrab dengan kehidupan serba pas-pasan. Ayahnya meninggal ketika ia baru berumur 10 tahun, membuatnya turut memikul beban keluarga di masa kecil.
Ia menamatkan instansi pendidikan dasar di SD Negeri Sei Simbar lalu meneruskan dunia pendidikan ke MTs dan MA di Tembilahan, sebelum menimba ilmu agama di Ponpes Ashhabul Yamin, Lasi Tuo, Ampek Angkek Candung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Masa-masa di pesantren banyak membentuk karakter dirinya, yakni disiplin, bersahaja, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Setelah lulus, Wahid melanjutkan pendidikan ke IAIN Suska Riau (kini UIN Suska Riau) dengan mengambil jurusan Sektor pendidikan Agama Islam.
Ketertarikannya pada dunia organisasi membawanya aktif di Himpunan Pelajar perguruan tinggi Islam (HMI). Dari sanalah ia kemudian bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kariernya terus melaju, mulai dari Wakil Sekretaris DPW PKB Riau hingga dipercaya memimpin DPW PKB Riau sejak 2011.
Ia sukses terpilih dua periode sebagai anggota DPRD Riau, lalu melanjutkan kiprahnya sebagai anggota DPR RI untuk masa bakti 2019 2024. Puncak perjalanan politiknya diraih ketika memenangkan Pilgub Riau 2026 bersama pasangannya, S. F. Hariyanto.
Kini berhadapan dengan ujian berat
Namun, jalan yang telah ditempuhnya itu tengah berada di persimpangan. KPK masih mengusut dugaan keterlibatan Abdul Wahid dalam praktik suap terkait kegiatan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Riau. Publik kini menunggu keputusan KPK dalam 1x24 jam mengenai status hukum dirinya maupun pihak lain yang ikut diamankan.
Baca juga: Gubernur Riau Abdul Wahid tiba di Gedung Merah Putih KPK
Baca juga: Gubernur Riau Abdul Wahid tiba di Gedung Merah Putih KPK
Baca juga: OTT Pimpinan provinsi Riau, KPK bawa sembilan orang dalam dua kloter ke Jakarta
Baca juga: OTT Gubernur Riau, KPK bawa sembilan orang dalam dua kloter ke Jakarta
Baca juga: Setelah ditangkap, Kepala provinsi Riau hari ini dibawa ke Jakarta oleh KPK
Baca juga: Setelah ditangkap, Pimpinan provinsi Riau pada hari ini dibawa ke Jakarta oleh KPK
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2021
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Berbagai sumber membahas tentang vita4d karena dianggap penting.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.