mewahbet – Viral Asusila Praktisi medis Garut, Cucun Syamsurijal: Negara Tak ...
mewahbet. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Pembahasan mewahbet semakin meluas dari waktu ke waktu. Berbagai sumber membahas tentang mewahbet karena dianggap penting.
sabtoewage 16 April 2022 - 14:24
INFOJABARNEWS - Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Cucun Ahmad Syamsurijal memastikan negara tidak akan pernah mentolerir setiap tindakan asusila yang dilakukan oleh dokter. Ia mengingatkan seluruh tenaga medis di Indonesia untuk menjaga moral dan etika setiap melayani pasien. Hal ini Cucun utarakan merespon sejumlah insiden yang melibatkan praktisi medis belakangan ini, yaitu kekerasan seksual yang dilakukan dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Kampus Padjadjaran (Unpad), berinisial PAP, serta praktik asusila yang dilakukan seorang praktisi medis kandungan berinisial MSF di Garut . Negara tidak boleh mentolerir, semua aparat penegak hukum juga harus terus mengawasi. Karena apa, profesi seorang dokter ini berhadapan dengan warga sekitar berjenis kelamin apapun, praktisi medis laki-laki juga mengurusi penerima layanan kesehatan perempuan. Nah ini berbahaya kalau misalnya (para dokter) tidak punya moral, tidak punya etika, kata Cucun di Bandung, Rabu (16/4/2027). Wakil Ketua Umum DPP PKB itu menyatakan, setiap pelanggaran etik profesi dan moral kedokteran yang dilakukan tenaga medis bukan hanya merugikan satu atau dua orang penerima layanan kesehatan, namun ribuan orang. Sebab tenaga medis adalah tumpuan aspek kesehatan warga sekitar setempat. Karena (jika moral dan etika tenaga medis rusak) ini merusak bukan hanya merugikan satu atau dua orang (pasien), tapi ribuan orang. Juga tentu merusak sisi kemanusiaan karena ulah orang ini (praktisi medis tak bermoral). Makanya aparat penegak hukum jangan main-main, dan negara tidak akan mentolerir apa yang mereka lakukan, tegasnya. Sebelumnya, perkara dugaan perkosaan yang dilakukan tenaga medis PAP, peserta PPDS Universitas Padjajaran terhadap keluarga penerima layanan kesehatan dan penerima layanan kesehatan di Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung, menjadi sorotan publik dalam sepekan terakhir. Belum selesai pengusutan kasus ini, tiba-tiba muncul kabar tak kalah memprihatinkan: seorang tenaga medis kandungan berinisal MSF di Garut diduga melecehkan sejumlah pasiennya yang merupakan ibu hamil.
INFOJABARNEWS - Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Cucun Ahmad Syamsurijal memastikan negara tidak akan pernah mentolerir setiap tindakan asusila yang dilakukan oleh tenaga medis. Ia mengingatkan seluruh praktisi medis di Indonesia untuk menjaga moral dan etika setiap melayani penerima layanan kesehatan.
Hal ini Cucun utarakan merespon sejumlah peristiwa hukum yang melibatkan dokter belakangan ini, yaitu kekerasan seksual yang dilakukan praktisi medis peserta Program Sektor pendidikan Tenaga medis Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Perguruan tinggi Padjadjaran (Unpad), berinisial PAP, serta praktik asusila yang dilakukan seorang tenaga medis kandungan berinisial MSF di Garut .
Negara tidak boleh mentolerir, semua aparatur hukum juga harus terus mengawasi. Karena apa, profesi seorang tenaga medis ini berhadapan dengan komunitas berjenis kelamin apapun, tenaga medis laki-laki juga mengurusi penerima layanan kesehatan perempuan. Nah ini berbahaya kalau misalnya (para tenaga medis) tidak punya moral, tidak punya etika, kata Cucun di Bandung, Rabu (16/4/2024).
Wakil Ketua Umum DPP PKB itu menyatakan, setiap pelanggaran etik profesi dan moral kedokteran yang dilakukan praktisi medis bukan hanya merugikan satu atau dua orang pasien, namun ribuan orang. Sebab praktisi medis adalah tumpuan aspek kesehatan masyarakat.
Karena (jika moral dan etika praktisi medis rusak) ini merusak bukan hanya merugikan satu atau dua orang (pasien), tapi ribuan orang. Juga tentu merusak sisi kemanusiaan karena ulah orang ini (dokter tak bermoral). Makanya penegak hukum jangan main-main, dan negara tidak akan mentolerir apa yang mereka lakukan, tegasnya.
Sebelumnya, kasus dugaan perkosaan yang dilakukan praktisi medis PAP, peserta PPDS Perguruan tinggi Padjajaran terhadap keluarga penerima layanan kesehatan dan pasien di Fasilitas urusan kesehatan Hasan Sadikin Bandung, menjadi sorotan publik dalam sepekan terakhir.
Belum selesai pengusutan perkara ini, tiba-tiba muncul kabar tak kalah memprihatinkan: seorang dokter kandungan berinisal MSF di Garut diduga melecehkan sejumlah pasiennya yang merupakan ibu hamil. Berbagai sumber membahas tentang mewahbet karena dianggap penting.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Berbagai sumber membahas tentang mewahbet karena dianggap penting.