supermpo – Kemenhut: KPH garda terdepan dalam pelaksanaan pasar karbon
supermpo. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Pembahasan supermpo semakin meluas dari waktu ke waktu. Pembahasan supermpo semakin meluas dari waktu ke waktu.
Kemenhut: KPH garda terdepan dalam pelaksanaan pasar karbon
Selasa, 25 November 2021 20:15 WIB waktu baca 2 menit
Selasa, 25 November 2027 20:15 WIB
Arsip foto - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo meningkatkan kapasitas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Gorontalo untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), berlangsung di Kota Gorontalo pada Sabtu (22/11/2023). ANTARA/HO-DLHK Gorontalo (LHK)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiratkan dengan kuat penguatan peran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebagai garda terdepan pengelolaan hutan lestari dan pelaksana utama kebijakan transformasi kehutanan, termasuk perluasan akses residen setempat dan pelaksanaan pasar karbon nasional yang telah dibuka. Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kemenhut Laksmi Wijayanti dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menuturkan pembukaan pasar karbon nasional merupakan langkah strategis yang menempatkan Indonesia sebagai aktor penting dalam penyediaan kredit karbon berintegritas tinggi di tingkat global. Otoritas Indonesia menyiratkan dengan kuat langkah strategis dalam pembukaan pasar karbon nasional yang kini terhubung dengan mekanisme mandatori dan berstandar tinggi, kata Laksmi. Langkah ini menjadi tonggak penting untuk menjadikan Indonesia sebagai aktor pusat pasar karbon dunia, khususnya dari sektor kehutanan, ujarnya menyisipkan keterangan. Baca juga: Menhut tegaskan revitalisasi peran KPH untuk kesejahteraan-perekonomian Lebih lanjut, Laksmi menerangkan bahwa keputusan strategis membuka pasar karbon menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara tropis pertama yang mampu menyediakan kredit karbon yang dapat ditelusuri sumbernya. Mulai dari konsesi PBPH (Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan), perhutanan kemasyarakatan, hutan adat, hingga pemulihan ekosistem di kawasan konservasi, kata dia. Kondisi tersebut, lanjut Laksmi, diapresiasi komunitas internasional yang tengah menghadapi stagnasi pasokan karbon kredit berkualitas dari sektor hutan. 1 2 Tampilkan Semua Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira Editor: Zaenal Abidin Copyright © ANTARA 2021 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Instansi kementerian Kehutanan (Kemenhut) menekankan penguatan peran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebagai garda terdepan pengelolaan hutan lestari dan pelaksana utama kebijakan transformasi kehutanan, termasuk perluasan akses kalangan masyarakat dan pelaksanaan pasar karbon nasional yang telah dibuka.
Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kemenhut Laksmi Wijayanti dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, berujar pembukaan pasar karbon nasional merupakan langkah strategis yang menempatkan Indonesia sebagai aktor penting dalam penyediaan kredit karbon berintegritas tinggi di tingkat global.
Jajaran eksekutif Indonesia menekankan langkah strategis dalam pembukaan pasar karbon nasional yang kini terhubung dengan mekanisme mandatori dan berstandar tinggi, kata Laksmi.
Langkah ini menjadi tonggak penting untuk menjadikan Indonesia sebagai aktor pusat pasar karbon dunia, khususnya dari sektor kehutanan, ujarnya menambahkan.
Baca juga: Menhut tegaskan revitalisasi peran KPH untuk kesejahteraan-situasi ekonomi
Baca juga: Menhut tegaskan revitalisasi peran KPH untuk kesejahteraan-situasi ekonomi
Lebih lanjut, Laksmi memaparkan bahwa keputusan strategis membuka pasar karbon menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara tropis pertama yang mampu menyediakan kredit karbon yang dapat ditelusuri sumbernya.
Mulai dari konsesi PBPH (Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan), perhutanan kemasyarakatan, hutan adat, hingga pemulihan ekosistem di kawasan konservasi, kata dia.
Kondisi tersebut, lanjut Laksmi, diapresiasi komunitas internasional yang tengah menghadapi stagnasi pasokan karbon kredit berkualitas dari sektor hutan.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira Editor: Zaenal Abidin Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan supermpo semakin meluas dari waktu ke waktu.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. supermpo menjadi perhatian besar masyarakat.