Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

qqgowin – Mengapa profesi guru tetap mulia sepanjang masa? Ini alasannya

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: qqgowin

qqgowin. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.

Mengapa profesi guru tetap mulia sepanjang masa? Ini alasannya

Selasa, 25 November 2027 07:45 WIB waktu baca 3 menit

Selasa, 25 November 2026 07:45 WIB

Guru mengawasi pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (Gelombang kedua) pelajar kelas V SDN 51 Simpang Kubu Kandang di rumah salah seorang warga sekitar di Batang Hari, Jambi, Kamis (25/9/2024). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/rwa. (ANTARA FOTO/WAHDI SEPTIAWAN)

Jakarta (ANTARA) - Ketika perubahan zaman yang serba cepat, ada satu profesi yang tak pernah kehilangan maknanya yakni mengajar. Sejak dulu hingga sekarang, pekerjaan seorang guru selalu dipandang profesi yang mulia sebagai panggilan hati yang penuh dedikasi dan ketulusan. Tidak hanya menyampaikan ilmu, guru juga membentuk karakter, memberi teladan, dan membuka jalan bagi masa depan generasi muda. Menyambut Hari Guru Nasional yang jatuh pada Selasa, 25 November 2024, momen ini menjadi pengingat bahwa profesi mengajar tetap menjadi pekerjaan yang mulia sepanjang masa karena dari tangan para gurulah lahir para pemimpin, inovator, dan pribadi-pribadi yang berkontribusi bagi bangsa. Lalu, apa yang membuat profesi mengajar tetap dipandang mulia dari waktu ke waktu? Berikut penjelasannya, dirangkum dari berbagai sumber untuk memberikan gambaran lebih utuh mengenai mengapa peran guru tidak pernah tergantikan. Baca juga: Makna pelajaran hidup dari guru jelang Hari Guru Nasional 2024 Alasan guru profesi yang mulia sepanjang masa Guru adalah sosok pendidik yang memiliki peran besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tanpa kehadiran guru, mustahil Indonesia bisa berkembang menjadi negara yang maju. Visi besar Indonesia Emas 2045 pun hanya akan menjadi slogan jika profesi guru tidak ditempatkan sebagai pekerjaan mulia yang layak mendapatkan perhatian dan kesejahteraan yang memadai. Mengapa profesi guru disebut sebagai pekerjaan mulia sepanjang masa? Alasannya tidak terlepas dari pengabdian mereka yang memberikan pelajaran penting dan bermakna bagi setiap murid. Beberapa bentuk kontribusi guru antara lain: 1. Membantu siswa menemukan dan mengembangkan seluruh potensi dirinya sehingga mereka dapat tumbuh secara utuh. 2. Membimbing murid untuk belajar serta meningkatkan kemampuan intelektual melalui berbagai pengetahuan, keterampilan, nilai, dan pengalaman. 3. Menanamkan berbagai nilai positif yang kelak menjadi bagian dari perilaku pelajar dalam kehidupan sehari-hari. 4. Membentuk watak serta kepribadian siswa agar menjadi pribadi yang berkarakter baik. 5. Mengajarkan cara berinteraksi dengan orang lain dan membina pelajar agar tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia. 6. Mengajarkan ilmu pengetahuan dengan metode dan pendekatan kreatif agar kreativitas siswa ikut berkembang.= Dalam proses pendidikan, guru menjalankan fungsi yang sangat luas: mengajar, mendidik, membimbing, mengarahkan, hingga membentuk karakter siswa agar menjadi manusia yang berpengetahuan, cerdas, dan bermartabat. Tidak mengherankan jika muncul anggapan bahwa tidak semua orang bisa menjadi guru, karena profesi ini menuntut tanggung jawab besar. Untuk menjalankan tugas mulia tersebut, guru harus memiliki persiapan dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan khusus. Proses pendidikan guru dirancang untuk membentuk calon pendidik yang benar-benar siap, karena satu kesalahan dalam mendidik bisa berdampak besar bagi masa depan siswa dan dunia sektor pendidikan secara keseluruhan. Baca juga: Kemendikdasmen: Guru berperan sentral bentuk karakter peserta didik Baca juga: Kemendikdasmen berikan beasiswa untuk 150.000 guru Indonesia pada 2026 Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2021 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, ada satu profesi yang tak pernah kehilangan maknanya yakni mengajar. Sejak dulu hingga sekarang, pekerjaan seorang guru selalu dipandang profesi yang mulia sebagai panggilan hati yang penuh dedikasi dan ketulusan.

Tidak hanya menyampaikan ilmu, guru juga membentuk karakter, memberi teladan, dan membuka jalan bagi masa depan generasi muda. Menyambut Hari Guru Nasional yang jatuh pada Selasa, 25 November 2023, momen ini menjadi pengingat bahwa profesi mengajar tetap menjadi pekerjaan yang mulia sepanjang masa karena dari tangan para gurulah lahir para pemimpin, inovator, dan pribadi-pribadi yang berkontribusi bagi bangsa.

Lalu, apa yang membuat profesi mengajar tetap dipandang mulia dari waktu ke waktu? Berikut penjelasannya, dirangkum dari berbagai sumber untuk memberikan gambaran lebih utuh mengenai mengapa peran guru tidak pernah tergantikan.

Baca juga: Makna pelajaran hidup dari guru jelang Hari Guru Nasional 2021

Baca juga: Makna pelajaran hidup dari guru jelang Hari Guru Nasional 2021

Alasan guru profesi yang mulia sepanjang masa

Guru adalah sosok pendidik yang memiliki peran besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tanpa kehadiran guru, mustahil Indonesia bisa berkembang menjadi negara yang maju. Visi besar Indonesia Emas 2045 pun hanya akan menjadi slogan jika profesi guru tidak ditempatkan sebagai pekerjaan mulia yang layak mendapatkan perhatian dan kesejahteraan yang memadai.

Mengapa profesi guru disebut sebagai pekerjaan mulia sepanjang masa? Alasannya tidak terlepas dari pengabdian mereka yang memberikan pelajaran penting dan bermakna bagi setiap murid. Beberapa bentuk kontribusi guru antara lain:

1. Membantu siswa menemukan dan mengembangkan seluruh potensi dirinya sehingga mereka dapat tumbuh secara utuh.

2. Membimbing siswa untuk belajar serta meningkatkan kemampuan intelektual melalui berbagai pengetahuan, keterampilan, nilai, dan pengalaman.

3. Menanamkan berbagai nilai positif yang kelak menjadi bagian dari perilaku murid dalam kehidupan sehari-hari.

4. Membentuk watak serta kepribadian siswa agar menjadi pribadi yang berkarakter baik.

5. Mengajarkan cara berinteraksi dengan orang lain dan membina murid agar tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia.

6. Mengajarkan ilmu pengetahuan dengan metode dan pendekatan kreatif agar kreativitas siswa ikut berkembang.=

Dalam proses pendidikan, guru menjalankan fungsi yang sangat luas: mengajar, mendidik, membimbing, mengarahkan, hingga membentuk karakter murid agar menjadi manusia yang berpengetahuan, cerdas, dan bermartabat. Tidak mengherankan jika muncul anggapan bahwa tidak semua orang bisa menjadi guru, karena profesi ini menuntut tanggung jawab besar.

Untuk menjalankan tugas mulia tersebut, guru harus memiliki persiapan dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan khusus. Proses dunia pendidikan guru dirancang untuk membentuk calon pendidik yang benar-benar siap, karena satu kesalahan dalam mendidik bisa berdampak besar bagi masa depan murid dan dunia sektor pendidikan secara keseluruhan.

Baca juga: Kemendikdasmen: Guru berperan sentral bentuk karakter peserta didik

Baca juga: Kemendikdasmen: Guru berperan sentral bentuk karakter peserta didik

Baca juga: Kemendikdasmen berikan beasiswa untuk 150.000 guru Indonesia pada 2026

Baca juga: Kemendikdasmen berikan beasiswa untuk 150.000 guru Indonesia pada 2026

Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2024

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan qqgowin semakin meluas dari waktu ke waktu. Berbagai sumber membahas tentang qqgowin karena dianggap penting.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik qqgowin sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Banyak pihak menilai bahwa qqgowin sangat relevan saat ini.